Sabtu, 10 Oktober 2009

Terbelenggu Rantai tak-Terlihat

Tuhan membuat kemasyhuran begitu berat,
bagaikan seratus kilogram besi,
begitu banyak orang terikat rantai tak-terlihat.

Bangga-diri dan suka-khianat
menutup Jalan pertaubatan,
sedemikian rupa, sehingga pengidapnya
bahkan tak mampu mengutarakan penyesalan.


"Sungguh Kami telah memasang
pada leher-leher mereka 
belenggu sampai ke dagu,
maka mereka tengadah:"                                    
[1]
rantai itu tidak diikatkan kepada jasmani kita.

"Dan Kami jadikan dari hadapan mereka dinding,
dan dari belakang mereka dinding,
lalu Kami tutupi mereka,
maka mereka tidak dapat 
melihat," dinding
di hadapan dan di belakang mereka.                     [2]


Dinding tegak itu tampil
bagaikan padang terbuka,
sang pendosa tak tahu
itu adalah dinding ketetapan Ilahiah.


Cinta duniawimu bagaikan dinding 
yang menghalangi wajah Sang Kekasih,
hasratmu akan dunia adalah dinding
penghalang kepada tuntunan.

Banyak diantara kaum kafir mendalam rindunya 
kepada tuntunan Diinul-Islam,
penghalang mereka adalah reputasi,
bangga-diri  dan hasrat akan aneka-rupa
remeh-temeh.


Sekalipun tak-terlihat,
rantai itu lebih kuat 
daripada besi;
rantai-besi masih bisa diputus dengan kapak.


Rantai-besi bisa ditanggalkan,
tapi tiada seorang pun tahu 
bagaimana caranya
melepaskan rantai tak-terlihat.


Jika seseorang tersengat lebah,
untuk mengobatinya,
sengat itu dilepaskan dari tubuhnya.

Tetapi jika terluka karena sengatan
jiwa-rendah-mu sendiri,
sakitnya terus meningkat
dan nyerinya tak kunjung reda.


Penjelasan lengkap tentang soal ini 
terus mengucur dari dadaku,
tapi aku kuatir itu akan membuatmu putus-asa.

Janganlah berputus-asa,
bangkitlah, mintalah bantuan Dia,
yang menghampir kepada rintihan.

Katakanlah, "Ampuni kami,
wahai Engkau yang suka mengampuni,
hanya Engkau pemilik obat manjur
untuk menyembuhkan kami
dari sakit mematikan ini."


Catatan:
[1] QS [36]: 8.

[2] QS [36]: 9.


Sumber:
Rumi: Matsnavi   I  3240 - 3254.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh 
Nicholson.

1 komentar:

KISAH SUKSES IBU HERAWATI mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.