Postingan

Menampilkan postingan dengan label akhirat

Mempercantik Kuburan

Gambar
Jangan berlebihan usahamu, hanya sekadar untuk urusan duniawi. Jangan terlibat amal yang tak mensucikan. Jika tak kau perhatikan, pada akhir hari, kau kan beranjak saat kau belum lagi tuntas: urusan akhiratimu berantakan; kau bagaikan roti yang belum dipanggang. Mempercantik kuburan itu tak dilakukan dengan memakai kayu, batu atau semen. Sama sekali tidak! Tapi dengan menggali dalam-dalam kuburmu dalam kemurnian ruhaniah, lalu mengubur keakuanmu dalam Kehendak-Nya; Dan dengan menjadi debu-Nya, terkubur dalam cinta kepada-Nya; sehingga dengan hembusan-Nya, kau kan disempurnakan. Sumber: Rumi:   Matsnavi   III: 128 - 32 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Kau kan Mati Sendirian

Telah kau cari Hidup Sejati ke seluruh dunia, tapi kau kan mati di  dalam hatimu sendiri . Kau terlahir dalam pelukan yang penuh rahmat, tapi kau kan mati sendirian. Kau tertidur di tepi sebuah danau, sambil merasa haus. Kau duduki harta karun, tapi kau kan mati dalam kefakiran. Sumber: Rumi: Rubaiyat,  F#1601 Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star Berdasarkan terjemahan literal oleh Shahram Shiva. Dari In the Arms of the Beloved, hal 133.

Lupa Negeri Kelahiran

Gambar
Wahai insan,  kau miliki sebuah negeri  di balik lelangit, tapi pada tanah dan debu kau tujukan dirimu. Telah kau hujamkan citra dirimu pada permukaan bumi; melupakan negeri yang jauh tempat kelahiranmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh  A.J. Arberry,   Dalam  The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi,   1949.