Ketika al-Qur'an diturunkan, ramai kaum tak beriman mencemoohkan. (Mereka mengatakan): "Itu hanya kisah dan cerita masa lalu; bukan penelitian yang baru, bukan pemikiran yang canggih; Bahkan anak kecil pun bisa memahaminya: hanya tentang hal-hal yang diperintahkan dan hal-hal yang dilarang. Kisah tentang Yusuf-- tentang betapa tampannya dia, kisah ayahnya Ya'qub, Zulaikha dan gairahnya. Naskah biasa saja, semua orang dapat memahami maknanya: tidak terdapat bagian yang membingungkan akal." Dia berkata: "Jika menurutmu mudah, buatlah satu surat saja yang semisal [1] dan semudah al-Qur'an ini. Kerahkanlah jin, manusia dan cerdik-pandai diantaramu, menandingi dengan satu ayat yang semisal." Ketahuilah, kalimah dalam al-Qur'an itu memiliki pengertian literal dan makna-dalam yang sangat agung. Dan dibalik makna-dalam itu, terdapat lapisan makna ketiga yang didalamnya se...