Postingan

Menampilkan postingan dengan label pasangan

Wahai Pencari, Berhijrahlah

Gambar
Jika pohon punya sayap atau kaki, tentulah ia bisa bergerak, sehingga tak diterimanya sakit dari mata gergaji atau dari pukulan kampak. Dan jika matahari tak bergegas ketika malam tiba, bagaimanakah bumi akan diterangi ketika fajar merekah. Dan jika air tidak menguap dari laut ke langit, kapankah taman akan dialiri sungai dan dibasahi hujan. Ketika setitik benih bergerak dari sumbernya ke tujuan, ditemukannya rumahnya, dan lalu menjadi sebutir mutiara. Bukankah Yusuf, walau sambil berlinang air-mata, mengembara meninggalkan ayahnya. Bukankah dalam pengembaraan itu, dia menemukan kerajaan, ketenaran dan kemenangan? Bukankah Musthafa berhijrah, dan di Madinah memperoleh kedaulatan, dan menjadi tuan dari berbagai negeri? Kalaupun kaki tak engkau miliki, tempuhlah hijrah di dalam dirimu sendiri, (Itu) bagaikan tambang merah-delima mulai tersingkap oleh secercah cahaya matahari. Wahai pencari, berhijrahlah, keluar dari kampung halamanmu, menuju ke kedalaman dirimu sendiri. Karena de...

Tunaikanlah Maharnya

Karenanya, bersama siapapun engkau ingin bersanding, tunaikanlah maharnya: tenggelamkan dirimu sepenuhnya dalam kecintaanmu, seraplah bentuk dan ciri-cirinya. Jika yang engkau kehendaki adalah cahaya, siapkanlah dirimu untuk menerimanya. Jika engkau ingin berjarak dari Tuhan, pupuklah cinta diri-sendiri dan menjauhlah. Jika engkau ingin mencari jalan keluar dari penjara lapuk ini, [1] jangan palingkan wajahmu dari Sang Kekasih, sujud dan mendekatlah. [ 2] ( Rumi: Matsnavi, I no 3605 - 3607, terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson ) Catatan : [1] Jika ingin jiwa bebas dari penjara jasmani. [2] QS [96]: 19

Mencintai Pasangan

Gambar
Sebenarnya, tidak ada pencinta yang mencari penyatuan, tanpa yang-dicintainya mencarinya. Sementara cinta dari sang pencinta membuatnya sekurus tali-busur, maka cinta dari yang-dicintai membuatnya indah dan segar. Ketika kilat cinta bagi yang-tercinta menyambar ke hati yang-ini, ketahuilah, ada cinta dalam hati yang-itu. Ketika cinta kepada Tuhan telah nyaring berbunyi di hatimu, tak pelak lagi, Tuhan telah mencintaimu. Tiada suara tepukan bisa terdengar hanya dari sebelah tangan. Ketika orang yang haus mengeluh: Wahai air yang lezat... Air pun mengeluh, seraya bertanya: Dimanakah sang peminum air? Kehausan di dalam jiwa-jiwa kita adalah ketertarikan yang  ditaruh disitu oleh Sang Air:  kita adalah milik-Nya, dan Dia adalah milik kita. Hikmah Tuhan dalam ketetapan dan hukum membuat kita,  satu sama lain, adalah pencinta. Karena pengaturan-awal itu, semua unsur dalam semesta  berpasangan, dan saling mencintai satu sama lain. Setiap unsur dal...