Postingan

Menampilkan postingan dengan label lelaki

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Gambar
Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jaga lah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jaga lah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan yang akan menanti di kebangkitanmu dan bukannya Akal Sejati-mu, di rumah berhala dan bukannya di Ka'bah. Ketika engkau berpuasa, akhlak yang baik berkumpul di sekitarmu, bagaikan pembantu, budak dan penjaga. Teruskan lah berpuasa, karena ia adalah segel Sulaiman. Jangan serahkan segel itu ...

Bagai Seorang Penyelam

Gambar
Ragamu ada disini bersama orang-orang lain, tapi  qalb -mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru.   Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam:  ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya  dari nadi yang terang. Bahkan jika kau angkat selubungmu dapat kutunjukkan padamu hal itu. Dirimu yang sebenarnya tersembunyi bagai darah di dalam nadi, dan engkau menghindar karena malu, bila kusentuh. Nadi-nadi itu bagai seruling yang perdengarkan nada manis nan pilu: musik dari lautan tak berpantai, yang gelombangnya menggemuruh ...

Ketika Malam Tiba

Telah kau dapatkan di dunia ini pakaian indah dan kekayaan, tapi ketika kau bertolak tinggalkan dunia ini, bagaimana kiranya keadaanmu? Pelajari lah suatu perniagaan yang akan memberimu ampunan. Di semesta dibalik semesta ini, terdapat pula jual-beli dan perniagaan. Keuntungannya sedemikian rupa: dunia ini bagaikan mainan  dibandingkan dengannya. Bagaikan kanak-kanak yang sedang berkhayal berjual-beli di toko kembang-gula, dunia ini sebuah permainan. Ketika malam tiba, si anak pulang ke rumah: lapar, sendirian. Catatan: "Lelaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tak pula oleh jual-beli, dari mengingat Allah, dan dari menegakkan shalat, dan dari membayar zakat. Mereka takut kepada hari dimana berbolak-balik hati dan penglihatan." (QS An Nuur [24]: 37) Sumber: Rumi: Matsnavi  II: 2593 - 2599 Versi terjemahan Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski. Transliterasi dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra.

Wafatnya Seorang Suci

Jiwamu kan terbang, melesat tinggalkan penjara sempit, menembus langit demi langit, kau masuki suatu kehidupan baru, tinggalkan hidup yang ini; takkan pernah lagi kau merasa bosan. Jika sebelumnya kau kenakan raga yang bagaikan seragam seorang hamba-sahaya, kini kau tampil sangat bergaya. Bagimu kematian adalah kehidupan; --yang jika dibandingkan dengannya-- kehidupan ini bagaikan kematian; mereka yang terhijab takkan paham. Semua jiwa yang tinggalkan raga, tetaplah hidup, namun tersembunyi; jiwa yang tersucikan itu indah, bagaikan malaikat. Ketika raga menua dan ambruk, janganlah engkau meratap. Sadarilah, selama ini engkau terpenjara: ketika kau temukan jalan untuk lolos, dari sel di dasar sumur, engkau tegak, gagah dan ningrat, bagaikan seorang Jusuf. Sumber: Rumi:   Divan-i Syamsi Tabriz,   ghazal 3172 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Franklin D. Lewis, dalam  Rumi, Past and Present, East and West, Oneworld Publications, Oxford, 2000. ...

Mengenakan Cinta

Suatu jiwa yang tak mengenakan Cinta pantas malu akan keberadaannya sendiri. Mabuklah dengan Cinta karena semua yang meng-ada itu perwujudan Cinta. Tanpa memberi dan menerima Cinta tak akan  Sang Kekasih menerimamu. Mereka bertanya, "Apakah itu yang disebut Cinta?" Jawablah, "Menanggalkan kehendak bebas." Orang yang bersandar pada kehendak-bebas, terikat kepadanya. Sang pencinta sejati bersikap layaknya dia seorang raja: ke dua semesta berserakan di sekitarnya tapi tak diperdulikannya sedikit pun. Hanya Sang Kekasih dan pencinta-Nya yang bertahan, tak kenal akhir. Jangan tetapkan hatimu pada sesuatu yang lain; yang lain-lain itu hanya wujud pinjaman. Sampai kapan engkau betah memeluk kekasih yang mati. Peluklah yang Maha Hidup, yang tak mungkin terliputi oleh sesuatu pun. Semua tanaman yang berkembang di musim semi akan luruh di musim gugur; tapi kebun mawar Sang Kekasih tak bergantung pada tibanya musim semi. Duri ikut berkembang bers...

Cinta Itu ...

Cinta itu  asing bagi ke dua semesta alam.          [1] Didalamnya tercakup tujuh-puluh dua kegilaan.                     Ia sangat tersembunyi, cuma keterpesonaannya yang mewujud: jiwa para pangeran ruhaniah mendamba hanya padanya. Agama Cinta berbeda  dari ke tujuh-puluh dua sekte:              [2] di sisinya, mahkota para raja tak lebih daripada sepotong perban pembalut luka. Ketika jiwa sedang lebur, tenggelam,  terdengar merdu lantunan sang penyair Cinta: "Penghambaan itu sebuah keterpaksaan, dan kewenangan itu memusingkan." Lalu, apa itu Cinta? Lautan Ketiadaan: di dalamnya kaki akal remuk, dan tak lagi mampu berenang. Kita kenal penghambaan dan kehendak-bebas, jalan seorang pencinta tersembunyi di balik ke dua hijab itu. Catatan: [1]  Alam yang mewujud, dan yang tak kasat mata. [2]  Mengingatkan kepada hadits tentang terpec...

Sadarlah, Wahai Pejalan...

Jika engkau seorang pejalan yang sadar, berjalanlah di jalan ini layaknya lelaki; atau berhenti saja: jangan tinggalkan rumahmu, karena engkau belum siap berperang. [1] Para lelaki sejati meminum seribu lautan, dan masih merasa haus; [2] baru seteguk engkau diberi minum, tapi lagakmu bagaikan telah penuh. Engkau mendaku telah sampai tujuan, tebaran debu ocehanmu mengangkasa; [3] tapi tak bergerak engkau walau sejengkal, tiada sedikitpun engkau tinggalkan tanda. Berendah-hatilah layaknya debu, dibawah derap langkah para lelaki sejati; barulah akan bangkit engkau dan jadi bagian perjalanan mereka. Jika bertahun engkau merangkak, di jalan pencarianmu; jangan menyerah engkau pada kesedihan, jangan tunduk engkau pada guncangan. Catatan: [1] Bandingkan misalnya dengan “... keluarlah dari kampung halamanmu ...” (QS [4]: 66). [2] “Meminum,” diberi “pengalaman spiritual.” Para pencari sejati tak pernah hilang rasa hausnya walaupun mereka menerima bany...

Yang Dapat Membuatkan Anak Kunci Untukmu

Ketika kucapai negeri-Mu ini, sengaja Engkau menjauh dariku. Ketika kubertolak dari negeri-Mu ini, tak sedikitpun Kau sudi melirik. [1] Apapun yang Kau berikan, ketika Engkau ramah, atau merendahkan: selalu itu sesuai keperluanku, Engkaulah kelezatan hidangan. Cemburu-Mu, karena Engkau tersembunyi; [2] atau, dengan kata lain: Sementara Engkau memanifestasi pada setiap zarah, Engkau tersembunyi bagaikan matahari. Ketika Engkau tersembunyi, bukankah Engkau pujaan para Pangeran? [3] Dan jika Kau singkap hijab-Mu, sebenarnya telah Kau singkap hijab semua makhluk. Engkaulah yang mempermalukan hati kaum kufur, [4] khamr -Mu lah yang memabukkan [5] mereka yang beriman. Engkaulah yang menanggalkan seluruh indera, Engkaulah yang meleburkan semua yang Kau tarik kepada-Mu. [6] Semua mawar mangsa bagi musim dingin, semua kecerdasan mangsa bagi khamr; [7] telah Kau tebus keduanya dari genggaman Sang Maut. Tiada mawar yang...

Pencinta tanpa Air-mata

Gambar
Bogor, 13 Juli 2011 Orang yang tak memiliki Kekasih Tercinta bagaikan manusia tanpa kepala. Orang yang kabur dari penjara Cinta bagaikan seekor burung tanpa sayap. Kabar apa yang mungkin dibawa seseorang, yang tak diketahui Sang Penjaga Rahasia. Orang yang ditembus anak-panah lirikan mata-Nya bagaikan ksatria yang terjun ke medan perang tanpa tameng pelindung. Orang yang tak bisa melihat ke dalam dirinya sendiri bagaikan seorang lelaki tanpa keberanian. Orang yang tak bisa membuka pintu qalb- nya sendiri, bagaikan pencinta tanpa air-mata. Dialah yang menempatkan sebuah pintu di tengah Jalan ini. Hanya yang menaruh pintu itu yang dapat membukanya. Mereka bilang, "bangun, bangun, fajar telah merekah!" Siapa yang terjaga hanya ketika fajar tiba? Di langit kami tiada matahari terbit, atau matahari tenggelam. Sumber: Jonathan Star ,  Rumi: In the Arms of the Beloved,  2008, hal 138.  Sumber Asli :  Rumi,  Kulliyat-e Shams ...

Iri-dengki: Lorong Sempit Tersulit

Jangan masuki lembah ini tanpa pemandu; [1] ikutilah ucapan sang Khalilullah Ibrahim a.s,  "... Aku tidak suka  sesuatu yang tenggelam ..." [2] Bertolaklah dari dunia bayangan, raihlah matahari:  berpeganglah ke lengan baju Lelaki seperti Syamsi-Tabriz . [3] Jika belum kau ketahui, alamat pesta perkawinan seperti ini, carilah Cahaya al-Haqq, Husamuddin . [4] Ketika engkau tengah menempuh Jalan, dan tenggorokanmu  tercekik iri-dengki, ketahuilah, itu ciri iblis; dia melanggar batas karena iri-dengki. Karena iri-dengkinya, dia membenci Adam a.s;    [5] dan karena iri-dengki pula dia berperang melawan kebahagiaan.   [6] Di dalam Jalan, tiada lorong sempit yang lebih sulit  daripada...

Mencintai Pasangan

Gambar
Sebenarnya, tidak ada pencinta yang mencari penyatuan, tanpa yang-dicintainya mencarinya. Sementara cinta dari sang pencinta membuatnya sekurus tali-busur, maka cinta dari yang-dicintai membuatnya indah dan segar. Ketika kilat cinta bagi yang-tercinta menyambar ke hati yang-ini, ketahuilah, ada cinta dalam hati yang-itu. Ketika cinta kepada Tuhan telah nyaring berbunyi di hatimu, tak pelak lagi, Tuhan telah mencintaimu. Tiada suara tepukan bisa terdengar hanya dari sebelah tangan. Ketika orang yang haus mengeluh: Wahai air yang lezat... Air pun mengeluh, seraya bertanya: Dimanakah sang peminum air? Kehausan di dalam jiwa-jiwa kita adalah ketertarikan yang  ditaruh disitu oleh Sang Air:  kita adalah milik-Nya, dan Dia adalah milik kita. Hikmah Tuhan dalam ketetapan dan hukum membuat kita,  satu sama lain, adalah pencinta. Karena pengaturan-awal itu, semua unsur dalam semesta  berpasangan, dan saling mencintai satu sama lain. Setiap unsur dal...