Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

Cinta pada Pantulan Keindahan

Gambar
  foto oleh  Peace,love,happiness  dari  Pixabay Kepada Tuhan, mintalah cinta, bukan sekedar kehidupan; mintalah nutrisi bagi jiwa, bukan sekedar nasi. Semesta ciptaan berwujud bagaikan air murni, bening; memendarkan bayangan sifat-sifat Sang Pencipta. Pengetahuan, keadilan, dan kasih-sayang itu bagaikan bayangan bintang-bintang di langit pada permukaan air bening yang tenang. Generasi demi generasi manusia berlalu, tapi rembulannya tetap yang itu juga. Waktu dan orang yang menghuni Bumi berubah, tapi hakekat kebijaksanaan dan keadilan, tetaplah sama. Insan berakhlak-mulia memantulkan keindahan asma-asma Sang Pencipta. Dan cinta pada keindahan akhlak itu karena cinta kepada Sang Pelimpah Keindahan. Sumber: Rumi: Matsnavi   VI: 3171 - 3183 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam buku Rumi's Little Book of Life: The Garden of Soul. the Heart and the Spirit, Hampton Road Publishing, Inc, 2012. Terjemahan ke Bahasa Indon...

Berlindung pada Kesucian

Gambar
Jangan bawa pedang kayu ke medan perang. Berupayalah mencari pedang baja; lalu majulah dengan gembira. Perlindungan seorang suci bagaikan pedang  al-Haqq: waktu yang kau curahkan bersamanya setara nilainya dengan secangkir air kehidupan. Semua orang bijak sepakat: seorang yang  'arif billah adalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya. Kebersamaan dengan seorang suci membuatmu bagaikan seperti dirinya. Walau kau sebelumnya bagaikan batu atau granit, kau akan menjadi bagai sebutir permata, saat kau menemukan seorang pemilik  qalb. Tanamkanlah kecintaaan kepada orang suci dalam-dalam di dalam jiwamu; jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun, tetapi cintailah mereka, yang  qalb -nya membawa berita gembira. Janganlah kau hampiri keputus-asaan, dekaplah harapan. Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan, matahari ruhaniah itu sungguh ada. Aspirasi hatimu akan memandumu ke arah seorang pemilik  qalb, sementara  syahwat mu menghelamu ke arah penjara; ya...

Wahai Airmata yang Berlinang

Gambar
Wahai airmata yang berlinang, utarakanlah tentang cintaku  yang semakin berkembang: kepada taman itu, mata air itu, dan semua hal yang telah kusaksikan. Dan jika pada suatu malam, Kau ingat malam-malam itu: Tolong lupakanlah tentang  rendahnya adabku. Catatan: [1]    "Sesungguhnya al-mutaqiin itu didalam taman-taman dan mata-mata air. " (QS al-Hijr [15]: 45) [2]    Ini adab seorang arif billah, yang takut jika cintanya kepada ciptaan yang disediakan-Nya bagi orang yang bertakwa (taman dan mata-air surgawi) menghijabnya dari cinta kepada Sang Pencipta. Wallahu'alam. Sumber: Rumi: Rubaiyat #17 dari  Kolliyaat-e Shams-e Tabrizi Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,  Teheran, Amir Kabir, 1988. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Cinta yang Menghidupkan

Gambar
Cinta pada yang mati takkan abadi, karena yang mati takkan kembali. Tetapi cinta pada yang hidup di setiap saatnya lebih segar,  daripada sekuntum bunga: baik bagi mata batiniah maupun mata lahiriah. Pilihlah cinta dari Yang Maha Hidup, yang Abadi,  yang memberimu khamr: yang meningkatkan kehidupanmu. Pilihlah cinta dari-Nya; dari cinta-Nyalah, semua nabi memperoleh  kekuatan dan kemenangan. Jangan kau katakan, "Sang Raja tak mampu kita jangkau." Berurusan dengan yang Maha Pemurah sama sekali tidak sulit. Sumber: Rumi: Matnavi I:  217 - 221 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Tenggelam dalam Rabb

Gambar
Bendunglah aliran gairah ketika arusnya membanjir, sehingga tak memalukan dan meruntuhkanmu. Tetapi, mengapa aku takut runtuh? Bukankah dibawah puing-puing keruntuhan diri,  khazanah tersembunyi telah lama menanti? Sang pencinta yang telah tenggelam dalam Rabb,   berharap agar tenggelam lebih dalam lagi. Sementara jiwanya naik turun dihempas gelombang,  masih dia sempat bertanya,  "Dimanakah yang lebih menyenangkan,  di puncak gelombang, atau di dasar laut?" Wahai qalb, kau akan pecah berkeping-keping oleh prasangka-buruk, jika masih  mengenali perbedaan rasa bahagia dan sengsara. Walaupun kehendakmu terasa manis; bukankah Sang Kekasih menghendakimu tanpa kehendak? Setiap bintang dari sisi-Nya  setara dengan nilai harta-tebusan seratus bulan baru: adalah hak-Nya memotong semua urusan duniawimu demi urusan dari-Nya. Agar mendapatkan ganjaran dan tebusan-Nya,...

Wahai yang Teramat Lembut

Gambar
Wahai yang teramat Lembut, yang menebarkan benih kesetiaan. Dan menurunkan hujan kebaikan murni ke atas bumi hitam ini: Tentulah kau paham belaka keadaanku, dimana pun aku berada. Jangan lagi kau pernah pisahkan aku dengan Cintaku. Sumber: Rumi:   Rubaiyat,  F#566 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.  

Ketundukan Nuh

Gambar
Nuh,  alaihi salam, berkata: "Tak kutujukan tatapanku selain pada-Mu; jika aku sedang tampak demikian, itu hanya sarana, karena sebenarya hanya Engkau sasaran sejati pandangan-Ku. Aku cinta pada penciptaan-Mu: baik pada saat penuh rasa syukur, maupun ketika sabar sedang diperlukan. Bagaimana mungkin kuikuti mereka yang tak beriman,  dengan terhijab pada mencintai ciptaan-Mu." Terpujilah mereka yang mencintai penciptaan-Nya; sedangkan yang hanya mencintai ciptaan-Nya tergolong kaum yang tengah kehilangan keyakinan. Catatan: "Dan buatlah bahtera bersama pengawasan Kami dan wahyu Kami..." (QS Huud [11]: 37). Sumber: Rumi: Matsnavi  III: 1359 - 1361. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski, dalam "Rumi: Jewels of Rememberance," Threshold Book, 1996, dari Terjemahan Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Yahya Monastra. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.

Jika Tumbuh Gandum di Makamku

Gambar
Jika tumbuh gandum di makamku, dan darinya kau bakar roti, maka kan meningkat mabukmu. Adonan beserta pembuat rotinya akan jadi seperti gila; ovennya akan lantunkan puisi bagai seorang pemabuk. Jika kau ziarahi kuburku, batu nisanku akan mengajakmu menari, jadi bawalah serta gendangmu. Janganlah kau bersedih. Kau tengah diundang ke meja perjamuan Tuhan. Bahkan kematian tak mampu cegah dambaku akan kecupan manis Sang Kekasih. Jika kau robek kain kafanku lalu kau kenakan sebagai baju, maka gerbang akan terbuka dan akan kau dengar musik, yang berasal dari jiwamu,  memenuhi semesta. Aku diciptakan dari asyik-masyuknya cinta dan ketika ku wafat maka inti-sari diriku akan terbebaskan bagaikan wanginya mawar ketika kelopaknya diremas. Jiwaku segera melambung dan bergabung dengan tegak-melangitnya jiwa Syams at-Tabriz. Sumber: Rumi: Divan-ii Syamsi Tabriz, ghazal #683 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Az...

Jangan Takut

Gambar
Berpeganglah pada tali-kekang sang Kekasih dan jangan lah kau takut. Berpeganglah pada yang haqq di seberang yang batil dan janganlah kau takut. Ketahuilah,      untuk temukan Kekasih yang kau cari       kau harus temukan terlebih dulu dirimu sendiri. Berpeganglah pada kebenaran ini, dan jangan lah kau takut. Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#985  Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 2008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Shahram Shiva. 

Seruling Kerinduan

Gambar
Di dalam hati sang pencinta terdapat sebatang seruling yang lantunkan nada kerinduan. Menurutmu, dia nampak gila: tapi itu karena telingamu tak mampu mendengar irama yang membuatnya menari. Sumber: Rumi: Rubaiyat   F#465  Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 20008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Shahram Shiva. 

Masih kah Mendua?

Gambar
Diberi engkau: dua tangan.  dua kaki  dan dua mata; tetapi jika yang hatimu dambakan dan yang Sang Kekasih kehendaki bagimu dua hal yang berbeda, maka apa manfaatnya itu bagimu?  Kau sebut dirimu seorang pencinta,  tapi ucapanmu itu hanya penghias bibir; jika kau pandang seorang pencinta sejati dan Sang Kekasih sebagai dua hal yang berbeda maka penglihatanmu mendua,  atau kau salah menghitung.  Sumber: Rumi: Rubaiyat #18.  Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 20008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris  oleh Shahram Shiva. 

Terkecuali Cinta

Gambar
Perhatikan lah dirimu sendiri: gemetar engkau, khawatir akan yang belum berwujud. Ketahui lah, yang belum berwujud pun tengah khawatir, takut kalau Tuhan akan membuatnya berwujud. Jika kau coba rengkuh keagungan duniawi, itu pun berasal dari kekhawatiran pula. Semua hal, terkecuali Cinta dari Yang Maha Indah, adalah penderitaan. Sungguh suatu derita beranjak menuju kematian tanpa mereguk air kehidupan. Sumber: Rumi: Matsnavi  I: 3684 - 87 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir dan Camille Helminski. Dalam "The Rumi Collection," hal 66.

Rintihan Seruling Bambu

Gambar
Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber dari api, bukannya angin. Apa gunanya hidup seseorang yang tak lagi ada apinya? Adalah api cinta yang menghidupkan nyanyian sang seruling. Adalah ragi cinta yang membuat anggur teras...

Jangan Kau Sesali

Gambar
Jangan kau sesali lenyapnya kebahagianmu; ketahui lah ia akan kembali padamu dalam bentuk yang lain. Saat kanak-kanak kau berbahagia ketika kau menyusu. Ketika mulai tumbuh membesar kau bosan pada susu, dan kesenanganmu beralih pada minuman lain dan madu. Kesenangan adalah sesuatu yang esensial ia datang menyapamu melalui aneka bentuk. Ia bergerak dari satu sudut ke sudut lain pada unsur air dan tanah-lempung, yang membentuk dirimu. Ia bisa mendadak mempertontonkan keindahannya pada butir air hujan, lalu ia merasuki pokok mawar, dan keanggunan kecambahnya ketika bibitnya bangkit dari tanah. Ia bisa datang dari air, dari kelezatan roti dan daging, lalu melalui kecantikan, lalu melalui anggunnya kuda tunggangan. Sampai, mendadak suatu hari, dari balik hijab-hijab itu, ia menerobos dan menghancurkan berhala-berhala: Ia bukan lah bentuk yang ini bukan pula bentuk yang itu.              [1] Jiwa, saat kau te...

Pintu Itu

Gambar
Ketika teringat kembali pada pintu itu, kurasakan kembali luapan menyesakkan. Takkan mungkin kulupakan Rahmat itu, Ketika Kau kenalkanku kembali pada Khazanah Tersembunyi. Sumber: Rumi: Rubaiyat , F#1693 Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand

Lukanya tak Tampak

Sang Kekasih adalah seorang Raja tapi singgasananya tersembunyi. Al-Qur'an sampaikan Kebenaran tapi keajaibannya terbungkus rapi. Anak-panah Cinta menembus hati setiap pencinta, Darahnya menetes, senantiasa, tapi lukanya tak tampak. Sumber: Rumi: Rubaiyat #210 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafi, dalam Rumi: Whispers of the Beloved, HarperCollins Publisher Ltd, 1999.

Cinta itu Lautan Tak Bertepi

Gambar
Cinta itu lautan tak bertepi, di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf. Ketahui lah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku. Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan? Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh? Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam? Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang. Setiap  zarah  tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas. Bergegasnya mereka adalah sebuah  takbir   batiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh. Sumber: Rumi:   Matsnavi  V: 3853 - 3859 Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.

Sebuah Do'a Pemberian-Mu

Gambar
Wahai  Rabb, sungguh Rahmat-Mu tercurah bukan karena amal kami, tapi karena limpahan-Mu yang penuh rahasia.         [1] Genggam lah ke dua tangan kami, selamatkan kami  dari apa-apa  yang ke dua tangan kami telah lakukan; angkat lah hijab kami kepada-Mu, dan jaga lah hijab kami  agar tak  robek, itu akan  mempermalukan kami.   [2] Selamatkan kami dari keakuan diri; tajamnya bagai ujung pisau yang menusuk ke tulang kami. Wahai Sang Raja, yang tak bermahkota, tak bertahta, siapa kah  yang  dapat lepaskan  rantai pengikat ini,                   [3] dari diri kami yang tak berdaya? Siapa kah yang se-Pemurah Engkau, wahai Maha Pengasih, yang dapat membebaskan kami dari penjara sekuat ini?            [4] Palingkan lah wajah kami dari menghadap ke diri sendiri menjadi menghadap  kepada-Mu; karena sesungguhnya Engka...