Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nuh

Ketundukan Nuh

Gambar
Nuh,  alaihi salam, berkata: "Tak kutujukan tatapanku selain pada-Mu; jika aku sedang tampak demikian, itu hanya sarana, karena sebenarya hanya Engkau sasaran sejati pandangan-Ku. Aku cinta pada penciptaan-Mu: baik pada saat penuh rasa syukur, maupun ketika sabar sedang diperlukan. Bagaimana mungkin kuikuti mereka yang tak beriman,  dengan terhijab pada mencintai ciptaan-Mu." Terpujilah mereka yang mencintai penciptaan-Nya; sedangkan yang hanya mencintai ciptaan-Nya tergolong kaum yang tengah kehilangan keyakinan. Catatan: "Dan buatlah bahtera bersama pengawasan Kami dan wahyu Kami..." (QS Huud [11]: 37). Sumber: Rumi: Matsnavi  III: 1359 - 1361. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski, dalam "Rumi: Jewels of Rememberance," Threshold Book, 1996, dari Terjemahan Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Yahya Monastra. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.

Selamatkan Diri dengan Berniaga

Gambar
Wahai makhluk duniawi yang suka berniaga, dapatkah kau menjual sesuatu manakala tak ada pembelinya? Banyak pengunjung pasar yang hanya melihat-lihat, tapi tak mampu membeli. Mereka mondar-mandir, pura-pura menawar, hanya untuk habiskan waktu, atau sekedar iseng. Karena tengah bosan, mereka berpura-pura tertarik daganganmu, menanyakan padamu berapa harganya; tapi sebenarnya tak ada yang mereka cari. Barang dagangan diperiksanya berkali-kali, tapi selalu dikembalikan kepadamu; panjang-lebar kain dia ukur, tapi tak ubahnya dia mengukur angin. Sungguh jauh bedanya pendekatan dan tawar-menawar seorang pembeli, dengan keisengan seorang yang sedang bosan. Karena tak dimilikinya harta sedikitpun, ucapannya ingin membeli selembar baju hanya bualan saja. Dia tak punya modal untuk berjual-beli, lalu apa bedanya orang malang ini dengan sesosok bayangan? Modal berjual-beli di pasar alam-dunia ini adalah emas; sedangkan modal untuk alam-akhirat adalah cinta...

Adab Bersantap

Gambar
Sang  Quthb  itu bagaikan singa, berburu merupakan urusannya; yang lainnya--para pejalan-- memakan sisa-sisanya. Sejauh kemampuanmu, upayakanlah memuaskan sang  Quthb, sehingga dia mendapat kekuatan dan memburu binatang-binatang buas. Ketika dia sakit, mereka jadi tak ternafkahi, karena semua makanan yang disediakan bagi kerongkongan datang dari tangan sang Akal. Mengingat pengalaman  ruhaniyah yang terjadi pada orang-orang lain hanyalah sisa-sisanya, maka camkanlah hal ini; jika hatimu juga mengidamkan hidangan ruhaniyah. Dia bagaikan sang Akal, sedangkan para pejalan itu bagaikan anggota-anggota tubuh: pengaturan tubuh itu bergantung kepada sang Akal. Kelemahan sang  Quthb terletak pada tubuhnya, dan bukan bersifat  ruhaniyah; kelemahan itu pada bahtera, bukannya pada Nuh. Sang  Quthb  berputar mengedari dirinya sendiri, sementara di sekitarnya berputar benda-benda angkasa. Ulurkanlah bantuan untuk memperbaik...

Sesuai Ciri Masing-masing

Nuh a.s, terus-menerus menyeru umatnya kepada Allah selama sembilan-ratus tahun; tetapi, hari demi hari, penolakan mereka semakin meningkat. Apakah pernah dia menarik kembali seruannya? Apakah lalu dia berpangku-tangan, menyepi masuk gua? (Dia a.s. seperti berkata:) “apakah sebuah karavan tak melanjutkan perjalanan karena gonggongan dan dengkingan anjing? Pada malam terang-purnama, apakah raungan anjing dapat menunda perjalanan rembulan?” Rembulan memantulkan cahayanya; anjing menggonggong: setiap hal berlangsung sesuai dengan ciri masing-masing. Sumber: Rumi, Matsnavi V 10 -14 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson .

Kisah Pencari Harta Karun

Dia sedang tenggelam dalam permohonannya, ketika sebuah suara terdengar kepadanya, dan kesulitannya Tuhan selesaikan. (Suara itu berkata): "Engkau memang telah disuruh menaruh  anak panak ke busurnya, tetapi   kapankah engkau diminta menarik kuat-kuat busur itu? Petunjuk itu bukan untuk menarik busur itu kuat-kuat: engkau disuruh menaruh anak panah ke busurnya, bukannya melepaskannya sekuat tenagamu. Dengan kesombonganmu, telah kau rentangkan busurmu tinggi-tinggi, dan kau pamerkan ketrampilanmu dalam seni memanah. Lepaskanlah ketrampilanmu dalam merentang busur: taruhlah anak panah ke busur itu, namun janganlah engkau menariknya sekuat tenagamu. Di tempat panah jatuh, gali dan carilah: tanggalkanlah kekuatan, dan carilah emas itu dengan permohonan yang menghiba." Yang haqq itu lebih dekat daripada urat-lehermu, sedangkan anak panah pikiranmu engkau lesatkan menjauh. Wahai manusia yang telah melengkapi dirimu dengan busur dan anak panah: mangsa itu dekat;...

Perbedaan Pendapat tentang Bentuk Gajah

Disebutnya nama Musa,  telah menjadi sebuah rantai yang membelenggu  pikiran para pembacaku,  mereka pikir ini adalah  cerita-cerita  yang terjadi dahulu kala. Disebutkannya Musa hanya berfungsi sebagai topeng,  tetapi cahaya Musa adalah persoalan mutakhir,  wahai sahabatku. Musa dan Fir’aun itu di dalam dirimu: engkau mesti mencari pihak-pihak yang berlawanan ini di dalam dirimu-sendiri. Pembangkitan Musa akan terus berlangsung sampai  Hari Kebangkitan: Cahaya itu tidak berbeda,  walaupun lampunya berlain-lainan. Lampu dari tanah ini berbeda dengan sumbu itu, tetapi cahaya mereka tidak berbeda: ia dari Alam Sana. Jika engkau terus memandang kaca lampu,  engkau akan bingung, karena dari kaca munculah sejumlah  keragaman. Tetapi jika pandanganmu tetap kepada Cahaya, engkau akan terbebas dari keragaman dan bermacam-macamnya bentuk yang terbatas. Dari tempat yang menjadi obyek pandangan,...