Postingan

Menampilkan postingan dengan label indera

Pandangan Seorang Pencari

Gambar
  Seorang pencari al-Haq      memandang melampaui apa yang tampak,      dan merenungkan yang tersembunyi. Apa yang ditangkap panca indera      hanyalah suatu pertanda. Kita semua mencari sesuatu      yang belum muncul:      pengemis mencari recehan,      penjual mengusahakan keuntungan,      petani menantikan panen,      pelajar mencari pengetahuan,      dan pejalan mencari pencerahan. Ketiadaan adalah tempat Tuhan menyimpan      khazanah berharga-Nya;      ia tengah bergerak, mewujud. . Sumber: Rumi Matsnavi  VI:   1360 -1367 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin, dalam, "Rumi's Little Book of Life" Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Sumber foto: https://www.wallpaperbetter.com/nature-and-landscape-wallpaper/footprints-in-the-sand-202390

Tangga ke Langit

Gambar
Indera ragawi adalah tangga  ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih  mengalir ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian biarkan kulit segar tumbuh menutupi luka. Runtuhkan dan rebutlah benteng dari orang kafir, kemudian bangunlah di atasnya ratusan menara dan kubu pertahanan....

Apa yang Kau Bawa Untuk-Ku?

Gambar
(Inten dan Nurul, Dagas, 22 April 2005) Pada Hari Kebangkitan,  al-Haqq akan bertanya, "Telah Kuberikan kesempatan untukmu,  apa yang kau bawa untuk-Ku? Dengan amal apakah kau jelang ajalmu? Untuk keperluan apa, makanan dan kekuatanmu dihabiskan? Kilau dimatamu, kemanakah telah  engkau redupkan? Kemanakah dicurahkannya ke lima inderamu? Telah engkau habiskan penglihatan,  pendengaran, kecerdasan dan daya ilahiah murni yang kau warisi; apa yang telah kau peroleh dari bumi? Telah Ku-beri engkau tangan dan kaki, sebagai cangkul dan bajak untuk mengolah lahan amal-shaleh. Tidaklah tangan  dan kakimu itu mewujud sendiri." Sumber: Matsnavi III: 2149-2153 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson . Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski , dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books, 1996, berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra .