Postingan

Menampilkan postingan dengan label minum

Heninglah di tengah Perdebatan

Gambar
Kiprah ke tujuh-puluh dua golongan akan tetap ada di alam dunia ini sampai Hari Kebangkitan Dunia ini alam yang berisikan kegelapan dan pemberhalaan: Bumi ini tempatnya bayang-bayang. Ke tujuh-puluh dua golongan itu akan tetap ada sampai Hari Kebangkitan: bantahan dan alasan orang  bid'ah akan tetap keras. Banyaknya kunci atas harta-simpanan menunjukkan ketinggian nilainya. Jalan yang berliku-liku, lintasan curam pendakian gunung, tebing-jurang di kanan-kiri, banyaknya penyamun menghadang, semuanya petunjuk agungnya tujuan sang pencari. Kebesaran  Ka'bah  dan tempat  thawaf, ditunjukkan oleh hadangan penyamun, dan luasnya gurun yang harus dilintasi ketika pergi berhaji. Setiap ajaran palsu itu bagaikan lintasan jalan di gunung: curam, bertebing, berpenyamun. Semua ajaran berhadapan, dan menjadi lawan yang keras, dari ajaran lainnya: setiap pengikut masing-masing ajaran menjadi bingung. Karena dilihatnya semua lawan bersikukuh pada doktrin ma...

Mereka yang Merendahkan Pandangannya

Pengalaman  ruhaniyah  itu bagaikan para bidadari yang merendahkan pandangannya, mereka tak menampakkan diri kecuali kepada pemiliknya.    [1] Anggur  yang membawa kepada pengalaman itu,    [2] bagaikan  para bidadari yang merendahkan pandangannya, sementara wahana-wahana yang menghijabnya dari penglihatan bagaikan  tenda-tenda     [1] Sungai-besar itu bagaikan tenda,    [3] di dalamnya terdapat kehidupan bagi unggas-air,  dan kematian bagi burung gagak. Racun itu bagai gula-gula bagi ular tapi penderitaan dan kematian bagi yang lain. Bentuk dari setiap keberuntungan dan bencana itu bagaikan surga bagi seseorang atau neraka bagi orang lain. Karena itu, sungguhpun kau tatap berbagai bentuk dan benda, dan terdapat hidangan atau racun di dalam semua ciptaan itu-- kau tidak melihatnya. Setiap orang itu bagaikan cangkir atau cawan, di dalamnya terdapat makanan bergizi dan hal yang membawa terbakarnya...

Kau kan Mati Sendirian

Telah kau cari Hidup Sejati ke seluruh dunia, tapi kau kan mati di  dalam hatimu sendiri . Kau terlahir dalam pelukan yang penuh rahmat, tapi kau kan mati sendirian. Kau tertidur di tepi sebuah danau, sambil merasa haus. Kau duduki harta karun, tapi kau kan mati dalam kefakiran. Sumber: Rumi: Rubaiyat,  F#1601 Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star Berdasarkan terjemahan literal oleh Shahram Shiva. Dari In the Arms of the Beloved, hal 133.

Dan Tetaplah Engkau Sadar

Wahai Sana'i,                             [1] Jika tak kau temukan satu pun sahabat, Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri. Di alam dunia ini, tempat dari bermacam manusia dan beragam tugas, jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri. Setiap pengikut dari karavan ini, mencuri perbekalannya sendiri-- waspadai dan jagalah bekalmu.   [2]   Sebagian besar orang berjual-beli keidahan dan cinta palsu-- lewati ke dua sungai kering ini, dan jadikan dirimu sungai yang deras mengalir. Jika ada kawan yang menarik tanganmu ke arah hal yang tak berarti, segera tarik tanganmu dan jadikan dirimu seorang penolong bagi dirimu sendiri.                     Ciptaan-ciptaan yang cantik ini, bagaikan lukisan indah pada kanvas, menghijab aneka keindahan qalb, sibakkan hijab dan masuklah, hadirlah bersama Sang Kekasih. Hadirlah bersama Sang Kekasih, jadilah ...

Mencermati Ketiadaan

Gambar
Semua yang mempesonamu,  pada wajah-wajah cantik, adalah Cahaya Sang Matahari  terpantul pada kaca prisma. Beragam corak kaca  membuat Cahaya tampil beraneka-warna. Ketika prisma kaca beraneka-warna tak lagi ada, barulah Cahaya tanpa-warna mempesonamu. Bangunlah kebiasaan  menatap Cahaya tanpa prisma kaca, sehingga ketika prisma kaca itu remuk, tak lagi engkau buta. Selama ini engkau puas dengan pengetahuan yang kau dapat dari orang lain: matamu dapat memandang karena adanya cahaya lampu orang itu. Dia mengambil lampu itu, agar kau ketahui bahwa engkau seorang peminjam bukan pemberi yang murah hati. Jika semua pemberian itu telah engkau syukuri dengan sungguh-sungguh beramal, tak perlu kau tangisi kehilangan itu; karena Dia akan menggantinya seratus kali lipat. Tetapi jika selama ini kau tak pandai bersyukur, kini saatnya meneteskan air mata darah, karena keunggulan jiwa dihapuskan dari mereka yang tak bersyukur. Dia menghapus ...

Sadarlah, Wahai Pejalan...

Jika engkau seorang pejalan yang sadar, berjalanlah di jalan ini layaknya lelaki; atau berhenti saja: jangan tinggalkan rumahmu, karena engkau belum siap berperang. [1] Para lelaki sejati meminum seribu lautan, dan masih merasa haus; [2] baru seteguk engkau diberi minum, tapi lagakmu bagaikan telah penuh. Engkau mendaku telah sampai tujuan, tebaran debu ocehanmu mengangkasa; [3] tapi tak bergerak engkau walau sejengkal, tiada sedikitpun engkau tinggalkan tanda. Berendah-hatilah layaknya debu, dibawah derap langkah para lelaki sejati; barulah akan bangkit engkau dan jadi bagian perjalanan mereka. Jika bertahun engkau merangkak, di jalan pencarianmu; jangan menyerah engkau pada kesedihan, jangan tunduk engkau pada guncangan. Catatan: [1] Bandingkan misalnya dengan “... keluarlah dari kampung halamanmu ...” (QS [4]: 66). [2] “Meminum,” diberi “pengalaman spiritual.” Para pencari sejati tak pernah hilang rasa hausnya walaupun mereka menerima bany...

Semuanya Beringsut dengan Enggan di Sepanjang Jalan ini, Kecuali ...

Sang Nabi SAW berkata bahwa para ahli surga itu lemah dalam berdebat karena keagungan pencapaian mereka; Karena sempurnanya kehati-hatian mereka  dan menganggap  rendah diri sendiri,  bukan karena lemah-akal, pengecut  atau lemah-iman. Dengan memberikan keuntungan kepada lawan mereka, diam-diam mereka mendengar hikmah ayat "... dan kalau tidaklah terdapat disana para lelaki beriman ..." [1] Maka, tidak menyentuh kaum kafir yang tercela itu menjadi suatu tugas, demi membebaskan kaum beriman. Bacalah kisah perjanjian Hudaibiya: "... adalah Dia yang menahan tanganmu dari mereka..." ; dari sabda itu pahamilah keseluruhan kisah. [2] Bahkan dalam kemenangan, sang Nabi SAW memandang dirinya sendiri dikendalikan oleh buhul-tali Keagungan Ilahiah. (Beliau SAW bersabda,) "Bukanlah aku tertawa karena aku menyergapmu di waktu fajar sehingga berhasil menangkap dan mengikatmu; Aku tertawa karena aku menyeretmu dengan rantai dan belengu men...