Postingan

Menampilkan postingan dengan label sujud

Ku kan Berlari Cepat

Gambar
Ku kan berlari cepat, dan takkan ku berhenti, sampai aku bergabung dengan kafilahku.  [1] Ku kan lebur bagai udara dan musnah, hingga Sang Kekasih meraihku. Menyala gembira hatiku, bagai api yang memusnahkan rumahku, lalu berkelana aku ke gurun. Aku akan menjadi debu di tanah padang yang tandus sampai Kau buat aku menghijau teduh.  [2] Aku akan mengalir merendah bagaikan air bersujud sepanjang jalan menuju ke taman-mawar-Mu. Sejak aku jatuh dari langit             [3] gemetaran aku bagai butiran debu. Aku baru aman dan tenang           [4] jika kucapai Tujuan.                   Kudapati langit penuh hal mengerikan dan bumi tempat kehancuran; aku kan selamat dari ke dua bahaya ini ketika kuraih Sang Sultan.             [5] Di alam-dunia yang tersusun dari tanah dan air ini bercampur-baur kekufuran dan kehancuran, kulewati ...

Melesatlah dengan Sujud

Jika telah kau tapaki jalan kebenaran melesat cepat engkau menuju ke rumah; ingatlah, jiwamu itu cahaya langit: ke langit engkau seyogyanya menuju. Singgasana langit tempat istirahmu: jangan malu, berdo'alah. Bagaikan bayangan yang menempel, seringlah lekatkan wajahmu ke tanah. Sumber: Rumi: Rubaiyat dari terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry dalam Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.

Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Gambar
Keindahan, yang diwarisi manusia dari Adam, yang kepadanya para malaikat bersujud, segera luruh, bagaikan jatuhnya Adam dari  al-Jannah . Keindahan menjerit: "Mengapa? Setelah aku cemerlang, kini memburam?" Dia menjawab: "Salahmu adalah karena engkau hidup terlalu lama." Jibril menyeretnya, seraya berkata: "Pergilah dari al-Jannah ini, enyahlah engkau dari majelis indah ini." Ia bertanya: "Apa gerangan maksud dari direndahkan setelah aku sebelumnya dimuliakan?"            [1] Jibril menjawab: "Dimuliakannya engkau adalah sebuah pemberian dari-Nya, sedangkan rendahnya engkau kini adalah penghakiman-Nya atas nilai sebenarnya dirimu." Ia menjerit: "Wahai Jibril, bukankah telah bersujud  engkau,   [2] sebelumnya, dengan sepenuh dirimu, mengapa sekarang kau usir aku dari al-Jannah?" "Jubahku tanggal,                                     ...

Salah Mengeluh

Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan, mengeluh, dengan berbagai cara,  kepada Rabb -nya. Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a dengan berendah-hati kepada-Ku; Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua  kelimpahan yang engkau terima,  yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku." Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu: dia ramuan-penyembuhmu,  dia hadiah untukmu,  dia yang menguasai hatimu; karena dia,  engkau bergegas ber- khalwat bersama Rabb -mu dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya. Sumber: Rumi, Matsnavi IV: 91 - 95 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Masukilah Gerbangnya Sambil Bersujud

Tak engkau miliki daulat atas janggutmu sendiri, lalu bagaimana engkau merasa punya wewenang soal benar atau salah. Janggutmu memutih diluar kehendakmu: malulah kepada janggutmu sendiri, wahai engkau yang masih sibuk berangan-angan membesar-besarkan diri. Dia lah Pemilik Kerajaan: barangsiapa sungguh bersujud pada-Nya, diberi-Nya seratus kerajaan di seberang alam dunia ini. A kan tetapi, cita-rasa dzawq dari satu sujud sejati pada-Nya lebih manis bagimu dibandingkan dengan dua-ratus kerajaan; Sehingga dengan rendah hati engkau akan merintih: tak satu pun kerajaan itu hamba inginkan: tetapkanlah kepada hamba kerajaan sujud seperti ini... Catatan: [1] Judul ini berasal dari QS Al Baqarah [2]: 58. Sumber: Rumi: Matsnavi IV, 661 - 666 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson .

Datang Semata untuk Bersaksi

Kehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1] untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita, "kami bersaksi;" ketika dalam Perjanjian itu kita ditanyai, "bukankah Aku Tuhanmu?" [2] Karena kita telah membenarkan, maka dalam  persidangan ini ucapan dan tindakan kita menjadi  saksi dan bukti bagi kesepakatan itu. Ruang sidang Sang Hakim bukanlah tempat untuk membisu. Bukankah kita datang kesini untuk memberikan persaksian? Wahai saksi, berapa lama lagi engkau diperiksa di ruang  sidang Sang Hakim? Segera lah berikan pernyataanmu. Engkau telah dipanggil ke sini, dan telah datang engkau, [3] semata untuk bersaksi. Lalu mengapakah engkau bersikukuh diam? Di ruang tertutup ini engkau ikut menutup mulut maupun tanganmu. [4] Kecuali engkau berikan pernyataan itu, wahai saksi,  bagaimana caranya engkau akan keluar dari sidang ini? [5] Inilah urusanmu di alam ini. Kerjakan tugasmu dan segeralah berl...

Hanya Harapan yang Diperbolehkan Mengetuk Pintu

Gambar
Di dalam hati mereka, para Nabi bertanya: “Sampai kapan kami terus menyeru dan menasehati si fulan dan si fulanah? Sampai kapan kami harus membentuk sepotong besi dingin? Sampai kapan kami harus terus membisiki werangka yang kosong ini?” Setiap gerakan makhluk berlangsung karena ketetapan dan penunjukan Ilahiah: tajamnya gigitan berlangsung karena panasnya rasa-lapar di perut. Jiwa Pertama mendorong dan jiwa ke dua merespon: berubahnya bau ikan dimulai dari kepala, bukan dari ekornya. Kenalilah ini, dan tetaplah melesat bagai anak-panah, karena Allah telah bersabda: “Sampaikanlah;” tidaklah mungkin menghindar dari melakukannya. Dan tidaklah engkau mengetahui, engkau itu termasuk golongan yang mana: karenanya teruslah berjuang selama masih perlu bagimu memilah siapa sesungguhnya dirimu. Ketika engkau memunggah muatan ke atas sebuah kapal, engkau melakukannya atas dasar kepercayaan. Sebab engkau tidak tahu termasuk golongan yang ...