Postingan

Menampilkan postingan dengan label harapan

Rintihan Seruling Bambu

Gambar
Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber dari api, bukannya angin. Apa gunanya hidup seseorang yang tak lagi ada apinya? Adalah api cinta yang menghidupkan nyanyian sang seruling. Adalah ragi cinta yang membuat anggur teras...

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Gambar
Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jaga lah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jaga lah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan yang akan menanti di kebangkitanmu dan bukannya Akal Sejati-mu, di rumah berhala dan bukannya di Ka'bah. Ketika engkau berpuasa, akhlak yang baik berkumpul di sekitarmu, bagaikan pembantu, budak dan penjaga. Teruskan lah berpuasa, karena ia adalah segel Sulaiman. Jangan serahkan segel itu ...

Siapakah Dia?

Gambar
di pantai Sancang, Garut Selatan, Juli 2024 Siapakah Dia? Yang memenuhi dada dengan kesedihan; lalu ketika engkau mengeluh-mengaduh pada-Nya, diubahnya kepahitanmu menjadi manis. Awalnya Dia tampil layaknya pengawas nan teliti; sampai akhirnya kau kan dapati Dia bagaikan sebuah Gudang Mutiara.                                 [1] Kekasih yang Maha Lembut: Engkau lah yang dalam sekejap mengubah keburukan menjadi kebaikan.    [2] Walau awalnya jiwa si hamba serendah setan, digubah-Nya jadi secantik bidadari.              [3] Sebuah pemakaman dibuat-Nya menjadi seindah pesta perkawinan.                [4] Dan Dia lah yang membuat orang yang mengetahui dan menguasai dunia terbutakan dari saat dia segumpal janin dalam rahim ibunya.               ...

Apa yang Kan Terjadi?

Jika bercerai engkau, dengan keruwetan pikiranmu, walau hanya satu jam saja; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika kau biarkan dirimu tenggelam, bagaikan seekor ikan kedalam lautan cinta Kami; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau hanyalah sepotong jerami; dan Kami Nyala Abadi. Jika  melompat  engkau  keluar, dari gubugmu yang hina untuk bersatu dengan nyala; menurutmu, apa yang kan terjadi? Telah ratusan kali kau nyatakan janji untuk berhenti membesar-besarkan diri, untuk merendah bagaikan Bumi. Jika sekali saja, engkau patuhi janjimu sendiri; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau bagaikan permata berharga, terkubur, tersembunyi di dalam kubangan lumpur. Jika engkau basuh semua ketidak-murnian dari wajahmu, yang sejatinya sangat elok; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika sebentar saja engkau tinggalkan keakuan dan kerakusanmu, kau pecahkan tamengmu sendiri, bangkit dalam sebuah pencarian untuk menyatu dengan yang ...

Kegaduhan Sebelum Waktu Sahur

Seorang lelaki memukul-mukulkan tongkat ke gerbang pagar, di depan sebuah rumah-gedung besar, sambil berseru,  "sahur, sahur..." Sedang dia asyik menabuh besi pagar, seorang tetangga berkata kepadanya: "Wahai peminta-minta, sekarang belum masuk waktu sahur, jadi jangan gaduh; Lagi pula, wahai fakir, perhatikan lah, tiada orang menghuni rumah itu, isinya cuma setan dan hantu, percuma saja kegaduhanmu. Tak ada disitu telinga, yang dapat mendengar tabuhanmu; tak ada disitu akal, yang dapat mengerti tujuanmu." Lelaki pembuat kegaduhan itu menjawab, "Kudengar perkataanmu, kini perkenankan kujawab, agar engkau tak heran atau bingung. Walaupun menurutmu kini masih tengah-malam, tapi kulihat fajar segera merekah. Kulihat segala kekalahan segera berubah menjadi kemenangan, di mataku, semua malam segera kan berubah menjadi siang. Bagimu air Sungai Nil memerah, bagiku itu bukan darah, tapi air segar. Menurutmu, pagar besi ini keras; tapi ...

Sang Pemilik Kasih Tersembunyi

Sungguh hikmah yang mencengangkan: Dia, Sang Kekasih dambaan hati, telah membuatku tinggalkan kampung-halaman, bergegas aku berjalan, tapi malah kehilangan arah, sehingga semakin menjauh dari tujuan; lalu,  Rabb  dalam kasih-sayang-Nya, membuat tersesatnya aku itu, sebuah sarana untuk menapaki jalan yang benar dan menemukan  khazanah  sangat bernilai. Dia membuat kehilangan arah sebuah jalan untuk mencapai keyakinan sejati. Dia membuat tersasarnya seseorang sebuah ladang perjuangan, agar panen kebajikan dapat dituai; sehingga tak ada hambanya yang shaleh, merasa gentar; sehingga tak ada yang sedang men dzhalimi dirinya sendiri, kehilangan harapan. Sang Maha Kasih telah anugerahkan penawar racun, sehingga mereka yang paham menyebutnya: Rabb   sang pemilik Kasih Tersembunyi. Sumber: Rumi:   Matsnavi   VI: 4339 - 4344 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson. Juga terdapat pada terjemahan versi Camille dan Kabir...

Melesatlah dengan Sujud

Jika telah kau tapaki jalan kebenaran melesat cepat engkau menuju ke rumah; ingatlah, jiwamu itu cahaya langit: ke langit engkau seyogyanya menuju. Singgasana langit tempat istirahmu: jangan malu, berdo'alah. Bagaikan bayangan yang menempel, seringlah lekatkan wajahmu ke tanah. Sumber: Rumi: Rubaiyat dari terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry dalam Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.

Selalulah Engkau Berharap

Gambar
Berbagi minuman hangat di waktu fajar di halaman Masjid Nabawi, 5 Maret 2024 Terkait makanan jasmaniah: jika terlalu sedikit engkau makan, engkau tetap lapar seperti gagak, mudah marah dan kurang darah; tapi jika kau terlalu banyak makan, pencernaanmu terganggu. Santaplah hidangan dari Rabb yang paling mudah engkau cerna, layarkanlah dirimu bagaikan bahtera yang mengarungi samudera jiwa. Bersabarlah dan teguhlah berpuasa: selalulah kau berharap  akan hidangan dari  Rabb . Karena  Rabb  yang Maha Rahman  dan Maha Pengharap memberikan anugerah  kepada mereka yang penuh-harap. Mereka yang lambungnya penuh tak pernah berharap-harap cemas menanti datangnya makanan; sebaliknya mereka yang lapar, selalu bertanya,  "kapankah datangnya..?" berharap sambil lapar, membuat waspada. Tanpa engkau selalu penuh harap, limpahan anugerah takkan pernah menyapamu. Sumber: Rumi:   Matsnavi  V: 1746 - 1753. Terjemahan ke Bahasa Inggris ole...

Bantuan Berupa Penundaan

Gambar
Bicarung, Pasir Angling, 2024 Tak terhitung banyaknya hamba yang taat, menjerit dalam do'a, sehingga kabut ketulusan membubung ke langit. Dan dari rintihan penyesalan dosa, naik wewangian melampaui atap langit. Sehingga para malaikat yang patuh memohon kepada Rabb, seraya berkata, "Wahai Engkau yang menjawab semua do'a wahai Engkau yang perlindungannya didambakan, Seorang hamba-Mu yang taat tengah memohon dengan berendah hati, tak digantungkannya harapan kecuali kepada-Mu. Engkau Sang Penganugerah limpahan bahkan kepada mereka yang asing pada-Mu, setiap pendamba memperoleh dambaannya dari-Mu." Rabb  bersabda, "Bukanlah karena dia tercela, sehingga anugerah-Ku baginya ditunda: penundaan itu adalah sebuah bantuan. Kebutuhannya membawa dia dari kelalaiannya kepada-Ku, terseok-seok merayap dia ke jalan-Ku. Seandainya langsung Ku-penuhi keperluannya, segera dia berbalik: tenggelam kembali dalam permainan hidupnya. Walaupun dia merintih, dar...

Di Lembah Cinta

Tengah malam, aku bertanya,  siapa ini yang ada di dalam rumah qalb-ku? Dia menjawab,  Inilah Aku, yang cemerlangnya membuat matahari dan rembulan jadi tertunduk malu. Dia bertanya,  Mengapa rumah ini penuh dengan aneka macam lukisan? Aku menjawab, Ini semua adalah bayangan dari-Mu, wahai Engkau yang wajah-Mu membuat iri warga Chigil.                               [1] Dia bertanya,  Dan apa ini: qalb yang berdarah-darah? Aku menjawab, Ini adalah gambaran diriku: hati terluka, dan kaki dalam lumpur. Kuikat leher dari jiwaku, dan menyeretnya kehadapan-Nya sebagai persembahan: Inilah dia yang telah berkali-kali memunggungi Cinta, kali ini jangalah Kau lepaskan. Dia serahkan satu ujung tali, ujung yang penuh kecurangan dan pengkhianatan, Peganglah ujung yang ini, Aku kan menghela dari ujung yang lain, mari berharap tali ini tidak putus. Kuraih tangan-Nya, Dia men...

Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Gambar
Engkau niatkan menempuh seratus perjalanan: Dia menarikmu ke tempat lain. Ditariknya tali-kekang kuda ke berbagai arah a gar kuda yang belum terlatih menyadari  kehadiran penunggang. Kuda yang terlatih pesat larinya,  karena dia tahu ada penunggang di atas punggungnya . Dia paterikan kepada hatimu seratus niat bulat; lalu Dia mengecewakanmu;  lalu Dia  meremukkan hatimu. Jika hanya sekali sayapmu dihancurkan,  kehadiran Sang Penghancur sayap hanya sayup-sayup engkau tengarai. Tetapi karena Dia secara teratur memutuskan  jaring-jaring rencanamu, maka tata-aturan  Rabb bagimu akan jelas terbukti. Dalam berbagai peristiwa,  terkadang keinginan  dan tujuanmu tercapai. Agar melalui harapan tercapainya tujuanmu, hatimu dapat membangun sebuah niat; sehingga lalu Dia dapat menghancurkan  niatmu. Sebab, jika engkau selalu gagal, hatimu akan berputus-asa: lalu hatimu itu tidak mampu ditanami benih penghar...