Postingan

Menampilkan postingan dengan label bumi

Tangga ke Langit

Gambar
Indera ragawi adalah tangga  ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih  mengalir ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian biarkan kulit segar tumbuh menutupi luka. Runtuhkan dan rebutlah benteng dari orang kafir, kemudian bangunlah di atasnya ratusan menara dan kubu pertahanan....

Periksalah dengan Teliti

Gambar
Mengenai lelangit yang sedemikian indah dan agung, Tuhan bersabda: "... maka pandanglah berulang-kali..." . Tentang atap cahaya itu, janganlah puas hanya dengan sekali pandang, periksalah dengan teliti,  "... adakah cacatnya?" Karena Dia telah memerintahkanmu agar memeriksa dengan teliti atap yang sempurna itu --bagaikan kau mencari kesalahan orang lain-- maka akan kau sadari, betapa banyak pemeriksaan dan penyelidikan yang diperlukan oleh bumi yang gelap, agar memenuhi syarat. Catatan: "... maka lihatlah berulang-kali, adakah kau lihat sesuatu yang cacat? " (QS al-Mulk [67]: 3). Para pemuka ilmu hikmah menyatakan bahwa,  "alam itu bagaikan insan yang besar, sementara insan itu bagaikan alam yang kecil."   "Memeriksa bumi yang gelap," artinya meneliti aspek jasmaniah diri seseorang, apakah sudah memenuhi aturan (syariah).  Sumber: Rumi: Matsnavi vol II: 2946 - 49 Terjemahan...

Wahai yang Teramat Lembut

Gambar
Wahai yang teramat Lembut, yang menebarkan benih kesetiaan. Dan menurunkan hujan kebaikan murni ke atas bumi hitam ini: Tentulah kau paham belaka keadaanku, dimana pun aku berada. Jangan lagi kau pernah pisahkan aku dengan Cintaku. Sumber: Rumi:   Rubaiyat,  F#566 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.  

Jika Kau Dambakan

Gambar
Jika kau dambakan dirimu yang sejati, keluarlah dari jasadmu. Tinggalkan di belakang  aliran kalimu yang dangkal dan mengaruslah engkau ke dalam sungai yang dalam dan lebar. Jangan rela sekedar menjadi seekor kerbau yang menghela bajak di sawah, ber- thawaf -lah engkau bersama bintang-bintang yang bertasbih-berputar di atasmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#62 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski.

Ku kan Berlari Cepat

Gambar
Ku kan berlari cepat, dan takkan ku berhenti, sampai aku bergabung dengan kafilahku.  [1] Ku kan lebur bagai udara dan musnah, hingga Sang Kekasih meraihku. Menyala gembira hatiku, bagai api yang memusnahkan rumahku, lalu berkelana aku ke gurun. Aku akan menjadi debu di tanah padang yang tandus sampai Kau buat aku menghijau teduh.  [2] Aku akan mengalir merendah bagaikan air bersujud sepanjang jalan menuju ke taman-mawar-Mu. Sejak aku jatuh dari langit             [3] gemetaran aku bagai butiran debu. Aku baru aman dan tenang           [4] jika kucapai Tujuan.                   Kudapati langit penuh hal mengerikan dan bumi tempat kehancuran; aku kan selamat dari ke dua bahaya ini ketika kuraih Sang Sultan.             [5] Di alam-dunia yang tersusun dari tanah dan air ini bercampur-baur kekufuran dan kehancuran, kulewati ...

Cinta itu Lautan Tak Bertepi

Gambar
Cinta itu lautan tak bertepi, di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf. Ketahui lah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku. Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan? Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh? Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam? Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang. Setiap  zarah  tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas. Bergegasnya mereka adalah sebuah  takbir   batiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh. Sumber: Rumi:   Matsnavi  V: 3853 - 3859 Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.

Sebuah Do'a Pemberian-Mu

Gambar
Wahai  Rabb, sungguh Rahmat-Mu tercurah bukan karena amal kami, tapi karena limpahan-Mu yang penuh rahasia.         [1] Genggam lah ke dua tangan kami, selamatkan kami  dari apa-apa  yang ke dua tangan kami telah lakukan; angkat lah hijab kami kepada-Mu, dan jaga lah hijab kami  agar tak  robek, itu akan  mempermalukan kami.   [2] Selamatkan kami dari keakuan diri; tajamnya bagai ujung pisau yang menusuk ke tulang kami. Wahai Sang Raja, yang tak bermahkota, tak bertahta, siapa kah  yang  dapat lepaskan  rantai pengikat ini,                   [3] dari diri kami yang tak berdaya? Siapa kah yang se-Pemurah Engkau, wahai Maha Pengasih, yang dapat membebaskan kami dari penjara sekuat ini?            [4] Palingkan lah wajah kami dari menghadap ke diri sendiri menjadi menghadap  kepada-Mu; karena sesungguhnya Engka...