Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sufi

Bahkan Isa putra Maryam pun Menyingkir

Gambar
Inilah kisah tentang Isa putra Maryam, ketika dia menghindar dari orang-orang dungu, menjauh, hendak mengungsi, ke puncak sebuah gunung. Isa putra Maryam bergegas-cepat mendaki sebuah gunung. Sedemikian bergegas, bagaikan dikejar seekor singa. Seseorang mengejarnya, dan menyapanya, “Salam untukmu. Tak kulihat sesuatu pun mengejarmu, mengapa engkau begitu terburu-buru?” Tetapi Beliau tetap berlari, sedemikian terburu-buru, tak mau berhenti untuk menjawab. Sang penanya bersikeras, terus dikejarnya Sang Nabi itu. Lalu, dia bertanya lagi, kali ini sampai harus berteriak: “Demi Tuhan,” serunya, “berhentilah sebentar!” “Sungguh aku bingung, apa yang membuatmu melarikan diri?” “Wahai Nabi nan mulia dan pemurah, Apa yang membuatmu bergegas-lari? Tak ada singa mengejarmu. Tiada pula ancaman atau wabah?” Sang Nabi menjawab, “Aku melarikan diri dari seorang yang tolol. Pergilah! Sedang kukhawatirkan keselamatanku, janganlah kau tahan aku lagi!” Orang itu bertanya lagi, “Tapi, bukankah engkau al-...

Seekor Beo Belajar Bercakap

Seekor beo melihat bayangannya sendiri, di dalam cermin, berhadapan dengannya. Sang Guru tersembunyi di balik cermin: Pemilik yang sangat berpengetahun dan fasih itulah yang sebenarnya berbicara. Si beo kecil mengira bahwa kata yang disampaikan perlahan itu diucapkan oleh beo dalam cermin. Demikianlah, dia belajar ucapan bahasa manusia dari 'sejenisnya sendiri;' tanpa menyadari yang sebenarnya terjadi. (Sang Pemilik) mengajarinya dari balik cermin; jika tidak demikian, si beo tidak pernah bercakap, dia tidak mau belajar kecuali dari yang sejenis dengannya. Sebenarnya dia belajar bercakap dari seorang yang berpengetahuan, tapi dia tidak paham cara dan rahasia dibaliknya. Dia mendengar ucapan, kata demi kata, dari sang Lelaki Pemilik; tapi apa ada cara belajar lain, bagi seekor beo kecil? Seperti itulah, murid yang masih mementingkan diri sendiri, tak melihat dalam cermin raga Sang Guru, kecuali dirinya-sendiri. Bagaimana mungkin dia melihat Akal Sejati di balik cermin, ketika di...