Postingan

Menampilkan postingan dengan label dzikr

Dengarkanlah dalam Diam

Gambar
Jika kau miliki telinga, dengarkanlah, Terimalah pesanku dengan jernih; Dengan Dia memenuhi seluruh isi hatimu Berpisahlah kau dari dirimu sendiri. Tutup mulutmu, ketika terangnya penglihatanmu mencerap visi yang muncul: Tak perlu kau tambahkan pendapatmu Karena semua telah kau saksikan di sana. Sumber: Rumi: Rubaiyat Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949.

Cinta itu Lautan Tak Bertepi

Gambar
Cinta itu lautan tak bertepi, di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf. Ketahui lah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku. Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan? Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh? Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam? Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang. Setiap  zarah  tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas. Bergegasnya mereka adalah sebuah  takbir   batiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh. Sumber: Rumi:   Matsnavi  V: 3853 - 3859 Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.

Sebuah Do'a Pemberian-Mu

Gambar
Wahai  Rabb, sungguh Rahmat-Mu tercurah bukan karena amal kami, tapi karena limpahan-Mu yang penuh rahasia.         [1] Genggam lah ke dua tangan kami, selamatkan kami  dari apa-apa  yang ke dua tangan kami telah lakukan; angkat lah hijab kami kepada-Mu, dan jaga lah hijab kami  agar tak  robek, itu akan  mempermalukan kami.   [2] Selamatkan kami dari keakuan diri; tajamnya bagai ujung pisau yang menusuk ke tulang kami. Wahai Sang Raja, yang tak bermahkota, tak bertahta, siapa kah  yang  dapat lepaskan  rantai pengikat ini,                   [3] dari diri kami yang tak berdaya? Siapa kah yang se-Pemurah Engkau, wahai Maha Pengasih, yang dapat membebaskan kami dari penjara sekuat ini?            [4] Palingkan lah wajah kami dari menghadap ke diri sendiri menjadi menghadap  kepada-Mu; karena sesungguhnya Engka...

Alunan Musik Tersembunyi

Jangan lah kau cemas jika seutas dawai harpamu putus, karena akan muncul ribuan pengganti. Dalam genggaman jemari Cinta semuanya menjadi musik indah. Wahai kawanku, jika semua harpa dan seruling dunia terbakar, masih ada sebuah harpa tersembunyi. Nada dan iramanya melayang sampai ke surga, tapi tak sedikit pun terdengar oleh telinga yang tuli. Jangan lah kau khawatir jika semua lampu dan lilin dunia padam, karena batu-api sumbernya tetap terjaga. Musik yang kita dengar itu ibarat buih yang mengapung di permukaan samudera wujud, sementara sang mutiara tetap tersembunyi di kedalaman. Tapi kelembutan dalam musik bersumber dari mutiara tersembunyi itu-- karena pendar cahayanya juga menyinari kita. Alunan musik hanyalah suatu ranting dari kerinduan akan penyatuan-- dan tidak lah ranting dan akar setara. Karenanya, katupkan mulutmu, hentikan lah aliran kata-katamu; buka lah jendela hatimu: dan bercakap lah dengan jiwa-jiwa suci. Sumber: Rum...

Merdeka Ketika Berserah Diri

Semula ingin kuceritakan padamu kisah hidupku, tetapi gelombang kepedihan tenggelamkan suaraku. Kucoba utarakan sesuatu, tetapi pikiranku rawan dan remuk, laksana kaca. Bahkan kapal paling megah bisa karam dalam gelombang-badai Laut Cinta apalagi biduk rapuhku, remuk berkeping-keping: tinggalkan ku sendiri, hanyut, hanya berpegangan ke sepotong papan. Kecil dan tak berdaya timbul tenggelam dalam terpaan ombak, sampai tak kuketahui apakah aku ada atau tiada. Ketika menurutku aku ada, kudapati diriku tak berharga. Saat ku tiada, kudapati nilai-nilai sejati diriku. Seturut pasang-surut akalku, tiap hari mati aku, dan dihidupkan lagi; karenanya tak kuragukan sedikit pun adanya Hari Kebangkitan. Ketika telah lelah, ku berburu cinta di alam dunia ini, akhirnya di Lembah Cinta ku berserah-diri: dan aku merdeka. Sumber: Rumi:   Divan-i Syamsi Tabriz,   ghazal 1419. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafi, da...

Berlapis Makna

Gambar
Ketika  al-Qur'an  diturunkan, ramai kaum tak beriman mencemoohkan. (Mereka mengatakan): "Itu hanya kisah dan cerita masa lalu; bukan penelitian yang baru, bukan pemikiran yang canggih; Bahkan anak kecil pun bisa memahaminya: hanya tentang hal-hal yang diperintahkan dan hal-hal yang dilarang. Kisah tentang Yusuf-- tentang betapa tampannya dia, kisah ayahnya Ya'qub, Zulaikha dan gairahnya. Naskah biasa saja, semua orang dapat memahami maknanya: tidak terdapat bagian yang membingungkan akal." Dia berkata: "Jika menurutmu mudah, buatlah satu surat saja yang semisal                    [1] dan semudah al-Qur'an ini. Kerahkanlah jin, manusia dan cerdik-pandai diantaramu, menandingi dengan satu ayat yang semisal." Ketahuilah,  kalimah  dalam al-Qur'an itu memiliki pengertian literal dan makna-dalam yang sangat agung. Dan dibalik makna-dalam itu, terdapat lapisan makna ketiga yang didalamnya se...

Bahkan Isa putra Maryam pun Menyingkir

Gambar
Inilah kisah tentang Isa putra Maryam, ketika dia menghindar dari orang-orang dungu, menjauh, hendak mengungsi, ke puncak sebuah gunung. Isa putra Maryam bergegas-cepat mendaki sebuah gunung. Sedemikian bergegas, bagaikan dikejar seekor singa. Seseorang mengejarnya, dan menyapanya, “Salam untukmu. Tak kulihat sesuatu pun mengejarmu, mengapa engkau begitu terburu-buru?” Tetapi Beliau tetap berlari, sedemikian terburu-buru, tak mau berhenti untuk menjawab. Sang penanya bersikeras, terus dikejarnya Sang Nabi itu. Lalu, dia bertanya lagi, kali ini sampai harus berteriak: “Demi Tuhan,” serunya, “berhentilah sebentar!” “Sungguh aku bingung, apa yang membuatmu melarikan diri?” “Wahai Nabi nan mulia dan pemurah, Apa yang membuatmu bergegas-lari? Tak ada singa mengejarmu. Tiada pula ancaman atau wabah?” Sang Nabi menjawab, “Aku melarikan diri dari seorang yang tolol. Pergilah! Sedang kukhawatirkan keselamatanku, janganlah kau tahan aku lagi!” Orang itu bertanya lagi, “Tapi, bukankah engkau al-...

Dalam Sunyi

Seorang Pemandu telah memasuki hidup ini, dalam sunyi. Pesannya hanya dapat terdengar, dalam sunyi. Minumlah seteguk anggurnya, dan lepaskan dirimu. Jangan pernah cela kebesaran cintanya, karena ditolongnya semua yang menderita, dalam sunyi. Gosok cerminmu, diantara tarikan nafasmu. Ikutilah dia,   lampaui kata-kata. Dia tahu semua perbuatanmu. Dia lah yang memutar roda-roda langit, dalam sunyi. Ubahlah setiap pikiranmu menjadi seekor burung, dan lepaskan ke semesta yang lain. Ada yang menjadi seekor burung-hantu,   ada yang menjadi seekor elang, ada yang menjadi seekor gagak. Mereka berbeda satu sama lain, tapi semuanya sama, dalam sunyi. Untuk bisa melihat Rembulan yang tak bisa dipandang, lihatlah ke dalam dirimu sendiri, dalam sunyi. Jangan katakan sesuatupun   tentang apa-apa yang terdapat dalam semesta yang ini atau di semesta yang itu. Biarkan dia tunjukkan segalanya padamu, bercahaya sebagai suatu kesatuan, dalam sunyi. ...

Aku di Sini (labbayka)

Gambar
Suatu malam, seorang lelaki merintihkan,  "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban,  'Aku di sini,'  untuk semua rintihan,  'Yaa Allah- mu?' Tiada satupun jawaban datang dari  'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan  'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali  dzikir- mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban  'labbayka'  (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari gerbang-Nya." Nabi Khidir menjawab, "Allah bersabda: rintihan  'Allah'- mu itu adalah  'labbayka' -Ku, dan permohonan, duka serta semangatmu adalah utusan-Ku kepadamu. Gerakan dan upayamu untuk meng...

Khazanah Tersembunyi

Gambar
"Wahai Rabb," Nabi Dawud as, bertanya, "Karena Engkau sedikitpun tidak membutuhkan kami, maka jelaskanlah mengapa Engkau ciptakan ke dua alam?"   [1] Rabb menjawab, "Wahai insan, Aku adalah sebuah khazanah tersembunyi,   Ku-cinta jika khazanah kasih-sayang dan kepemurahan diungkapkan.   [2] Kutampilkan sebuah cermin: bagian mukanya adalah qalb, bagian belakangnya adalah alam dunia; Jika bagian mukanya tak engkau ketahui, maka bagian belakangnya tampak lebih baik."   [3] Jika jerami masih bercampur dengan tanah-liat, bagaimana mungkin cermin dapat berfungsi. Ketika engkau pisahkan jerami dari tanah-liat, cermin menjadi jernih. Buah-anggur tidak berubah menjadi minuman, seandainya tidak diragikan di dalam guci; Jika ingin qalb-mu tumbuh cemerlang, perlu engkau lakukan sedikit upaya. Kepada jiwa yang keluar dari tubuh, berkata Sang Raja: "Engkau datang sebagaimana eng...

Buncis Rebus

Lihatlah buncis dalam periuk, betapa ia meloncat-loncat ketika dipanaskan api. Sewaktu direbus, selalu ia timbul ke permukaan, seraya merintih tiada henti. Sambil mengeluh, "Mengapa kau letakkan  api di bawahku? Engkau telah membeliku, mengapa kini engkau malah menyiksaku?" Sang istri memukulnya dengan penyendok, [1] "Nah, sekarang," katanya, "sungguh-sungguh matang lah engkau, dan jangan meloncat lari dari yang menyalakan api. Tidaklah aku merebusmu karena membencimu; sebaliknya, ini lah yang akan membuatmu lezat dan harum. Dan menjadi nutrisi dan bercampur dengan jiwa yang hidup: kesengsaraanmu ini bukanlah penghinaan. Ketika masih hijau dan segar, engkau hirup air di kebun: air yang engkau serap itu demi api ini. Rahmat-Nya terlebih dahulu daripada murka-Nya, [2] tujuannya agar dengan Rahmat-Nya engkau menderita kesengsaraan. Rahmat-Nya telah mendahului murka-Nya, agar  yang-diperdagangk...