Postingan

Menampilkan postingan dengan label runtuh

Agar Sang Kekasih Berkenan

Gambar
  Siapakah yang akan menulis, pada lembaran yang telah dipenuhi tulisan? Siapakah yang akan menyemai, di lahan yang telah dipenuhi tanaman? Yang diperlukan adalah lembaran yang bersih dan lahan yang kosong. Jadilah bagai bumi yang lapang, agar Sang Kekasih berkenan menanam benihnya. Jadilah bagai sebuah halaman kertas kosong, sehingga kalam-Nya menuliskan tentang engkau. . Sumber: Rumi: Matsnavi   V: 1961 - 1963 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam buku Rumi's Little Book of Life: The Garden of Soul. the Heart and the Spirit, Hampton Road Publishing, Inc, 2012. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Tangga ke Langit

Gambar
Indera ragawi adalah tangga  ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih  mengalir ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian biarkan kulit segar tumbuh menutupi luka. Runtuhkan dan rebutlah benteng dari orang kafir, kemudian bangunlah di atasnya ratusan menara dan kubu pertahanan....

Tenggelam dalam Rabb

Gambar
Bendunglah aliran gairah ketika arusnya membanjir, sehingga tak memalukan dan meruntuhkanmu. Tetapi, mengapa aku takut runtuh? Bukankah dibawah puing-puing keruntuhan diri,  khazanah tersembunyi telah lama menanti? Sang pencinta yang telah tenggelam dalam Rabb,   berharap agar tenggelam lebih dalam lagi. Sementara jiwanya naik turun dihempas gelombang,  masih dia sempat bertanya,  "Dimanakah yang lebih menyenangkan,  di puncak gelombang, atau di dasar laut?" Wahai qalb, kau akan pecah berkeping-keping oleh prasangka-buruk, jika masih  mengenali perbedaan rasa bahagia dan sengsara. Walaupun kehendakmu terasa manis; bukankah Sang Kekasih menghendakimu tanpa kehendak? Setiap bintang dari sisi-Nya  setara dengan nilai harta-tebusan seratus bulan baru: adalah hak-Nya memotong semua urusan duniawimu demi urusan dari-Nya. Agar mendapatkan ganjaran dan tebusan-Nya,...