Postingan

Menampilkan postingan dengan label paus

Mi'raj ke dalam Perut Paus

Ketika Sang Kekasih menjadi sahabat, tempat manapun menjadi "bagaikan di langit;" dan bukan "terbenam ke bumi." Sang Nabi saw, berkata, "Jangan menyangka  mi'raj -ku lebih unggul daripada apa yang terjadi pada Yunus;        [1] aku diangkat ke langit; dia ditenggelamkan ke dalam perut paus;    [2] kedekatan pada  al-Haqq  itu di luar perhitungan." Kedekatan itu bukan soal naik atau turun: kedekatan pada  al-Haqq  itu artinya  kemerdekaan dari penjara keberadaan. Tiada tempat bagi gerak  "ke atas" atau  "ke bawah"  dalam ketiadaan. Ketiadaan tak mengenal  "nanti," "jauh,"  atau  "terlambat." Sumber ilmu dan khazanah  al-Haqq berada di ketiadaan. Karena keberadaan ini saja telah menipumu, bagaimana mungkin kau pahami apa itu ketiadaan?                        [3] Kekurangan adalah bagian dunia yang telah ditentukan bagi...