Mi'raj ke dalam Perut Paus
Ketika Sang Kekasih menjadi sahabat, tempat manapun menjadi "bagaikan di langit;" dan bukan "terbenam ke bumi." Sang Nabi saw, berkata, "Jangan menyangka mi'raj -ku lebih unggul daripada apa yang terjadi pada Yunus; [1] aku diangkat ke langit; dia ditenggelamkan ke dalam perut paus; [2] kedekatan pada al-Haqq itu di luar perhitungan." Kedekatan itu bukan soal naik atau turun: kedekatan pada al-Haqq itu artinya kemerdekaan dari penjara keberadaan. Tiada tempat bagi gerak "ke atas" atau "ke bawah" dalam ketiadaan. Ketiadaan tak mengenal "nanti," "jauh," atau "terlambat." Sumber ilmu dan khazanah al-Haqq berada di ketiadaan. Karena keberadaan ini saja telah menipumu, bagaimana mungkin kau pahami apa itu ketiadaan? [3] Kekurangan adalah bagian dunia yang telah ditentukan bagi...