Postingan

Menampilkan postingan dengan label syukur

Telah Disandingkan ash-Shabr dengan al-Haqq

Luqman mengunjungi Dawud,              [1] dan didapatinya sang pemilik qalb murni, sedang sibuk membuat cincin-cincin dari besi. Lalu dilihatnya Sang Raja yang Mulia itu menyatukan cincin-cincin itu satu sama lain. Tak pernah sebelumnya dia lihat karya sang penakluk besi, dia takjub menyaksikan itu semua, dan sangat ingin tahu. "Benda apakah itu? Akan kutanyakan kepadanya, apa yang akan dibuatnya dari cincin-cincin besi yang disatukan itu?" Tapi dia menahan diri, seraya berkata di dalam hati, "lebih baik aku bersabar: kesabaran adalah pemandu tercepat menuju sasaran pencarian." Jika engkau tak mengajukan pertanyaan, rahasia terungkap padamu lebih cepat, kesabaran itu bagaikan burung yang paling cepat terbangnya. Jika engkau memilih untuk bertanya, lebih lambat sasaran tercapai, apa yang semula mudah, jadi lebih sulit diraih, karena ketergesaanmu. Karena Luqman tetap berdiam-diri, sang penakluk besi yang piawai bekerja...

Mencermati Ketiadaan

Gambar
Semua yang mempesonamu,  pada wajah-wajah cantik, adalah Cahaya Sang Matahari  terpantul pada kaca prisma. Beragam corak kaca  membuat Cahaya tampil beraneka-warna. Ketika prisma kaca beraneka-warna tak lagi ada, barulah Cahaya tanpa-warna mempesonamu. Bangunlah kebiasaan  menatap Cahaya tanpa prisma kaca, sehingga ketika prisma kaca itu remuk, tak lagi engkau buta. Selama ini engkau puas dengan pengetahuan yang kau dapat dari orang lain: matamu dapat memandang karena adanya cahaya lampu orang itu. Dia mengambil lampu itu, agar kau ketahui bahwa engkau seorang peminjam bukan pemberi yang murah hati. Jika semua pemberian itu telah engkau syukuri dengan sungguh-sungguh beramal, tak perlu kau tangisi kehilangan itu; karena Dia akan menggantinya seratus kali lipat. Tetapi jika selama ini kau tak pandai bersyukur, kini saatnya meneteskan air mata darah, karena keunggulan jiwa dihapuskan dari mereka yang tak bersyukur. Dia menghapus ...

Belajar Bersyukur

Gambar
Bersyukur atas nikmat yang melimpah lebih penting daripada kelimpahan itu sendiri; Apakah pantas bagi pencari, yang telah terserap oleh Yang Maha Pemurah, teralihkan oleh pemberian-Nya? Bersyukur itu jiwa dari kepemurahan, kelimpahan hanya wewanginya saja; karena kebersyukuran akan membawamu ke tempat Sang Kekasih. Kelimpahan bisa membuatmu lalai, bersyukur menjagamu tetap waspada. Tangkaplah karunia-Nya dengan jaring kebersyukuran. Catatan: [1]  "... Sesungguhnya jika engkau bersyukur niscaya Kami tambahkan (nikmat) kepadamu.." (QS Ibrahiim [14] 7) [2] "Dan seandainya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya itu dengan suatu takaran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. Dan Dia-lah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, serta menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dia-lah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji." (QS Asy-Syura...