Postingan

Menampilkan postingan dengan label jalan

Ketika Disempitkan

  Ketahuilah, wahai pencari, ketika kau dapati jiwamu menyempit, itu bagi kebaikanmu sendiri, jangan kau biarkan hatimu terbakar kesedihan. Di saat perluasan, dirimu melakukan pengeluaran, dan hal itu memerlukan pemasukan, berupa pencarian-diri yang menyakitkan. Jika hanya ada musim panas, maka akar akan kering, dan takkan pernah taman menghijau. Musim dingin tampaknya pahit, tapi menyegarkan. Ketika kau alami penyempitan, kawanku, nantikanlah pengembangan dalam dirimu, bergembiralah, jangan mengeluh. Tatapan anak kecil mengarah pada keinginan jangka pendek; sementara pandangan seorang bijak, tertuju pada hasil akhirnya. Ketika kau menutup mulut, maka terbuka kehausan dalam dirimu, yang lalu lahap menyerap kesegaran rahasia-rahasia ruhaniah. Manisnya kebahagiaan itu bagaikan buah, yang berasal dari taman kepahitan; kebahagiaan itu seperti luka, sedangkan kesedihan adalah pembalutnya. Belajarlah untuk memeluk kesedihan luruskan tatapanmu tepat ke wajah-Nya, maka kebaha...

Hembusan dari Sumber yang Tak Tampak

Gambar
  Foto oleh Sebastian Bill di Unsplash Angin apa ini, yang tengah membadai dari langit? sampai perahu-perahu di laut berguncang dan berayun dengan kerasnya. Karena anginlah perahu berlayar, dan karena angin pula perahu tenggelam. Tuhan mengendalikan angin, seperti kita mengendalikan nafas kita ketika memuji atau mencela. Berbeda-beda jenis angin, semuanya bertiup dari sumber yang tak tampak: ada yang membawa pertolongan, ada pula yang membawa kehancuran. Angin itu terasa, tapi sumbernya tersembunyi. Para pemilik hati yang murni memahami sumbernya dan terpandu oleh cahayanya. Keyakinan mereka tak goyah, mulut mereka tertutup, tetap menatap jalan, seraya tak jeda menghimpun kebijaksanaan. Mereka yang tak paham sumber angin menjadi pemuja bentuk-bentuk, mempertaruhkan hidup mereka. Duduk mereka di kaki para syaikh: membeo ucapan-ucapan bijak, sambil memperdebatkan keyakinan, mencari-cari asap sebagai bukti api. Tirulah sikap matahari, sang Raja tanpa dayang-dayang, diam membisu...

Pandangan Seorang Pencari

Gambar
  Seorang pencari al-Haq      memandang melampaui apa yang tampak,      dan merenungkan yang tersembunyi. Apa yang ditangkap panca indera      hanyalah suatu pertanda. Kita semua mencari sesuatu      yang belum muncul:      pengemis mencari recehan,      penjual mengusahakan keuntungan,      petani menantikan panen,      pelajar mencari pengetahuan,      dan pejalan mencari pencerahan. Ketiadaan adalah tempat Tuhan menyimpan      khazanah berharga-Nya;      ia tengah bergerak, mewujud. . Sumber: Rumi Matsnavi  VI:   1360 -1367 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin, dalam, "Rumi's Little Book of Life" Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Sumber foto: https://www.wallpaperbetter.com/nature-and-landscape-wallpaper/footprints-in-the-sand-202390

Jangan Takut

Gambar
Berpeganglah pada tali-kekang sang Kekasih dan jangan lah kau takut. Berpeganglah pada yang haqq di seberang yang batil dan janganlah kau takut. Ketahuilah,      untuk temukan Kekasih yang kau cari       kau harus temukan terlebih dulu dirimu sendiri. Berpeganglah pada kebenaran ini, dan jangan lah kau takut. Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#985  Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 2008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Shahram Shiva. 

Hanya Kisah Aneh dari Zaman Dahulu

Gambar
Khayalanmu yang menggunung,  bobotnya tak sampai se remah roti.  Hilir–mudikmu  tak lebih hanya sebuah dalih.  Sepanjang hayatmu, telah kau dengar beragam cerita tentang perjalanan hatiku.  Tapi semua itu bagimu tak lebih dari kisah–kisah aneh dari zaman dahulu.  Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#704 Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE, Penguin Group (USA), 20008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris  oleh Shahram Shiva.

Rahasia Kebenaran

Gambar
Rahasia kebenaran takkan terbuka karena banyaknya mengajukan pertanyaan; tak pula karena menyerahkan seluruh harta dan kehormatan; tapi hanya ketika telah lewat usiamu lima-puluh tahun; saat hati dan matamu telah memerah-darah. Dari semua perbincangan ini, tak seorang pun menemukan jalan menuju peleburan. Sumber: Rumi: Rubaiyat F#1088 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski.

Rayakanlah

Gambar
Ramadhan telah tiba: Rayakan lah! Perjalanan menyenangkan menuju Yang Esa,   Dia lah yang menemani mereka yang sedang berpuasa. Kupanjat atap, agar dapat kulihat Rembulan.   Karena kurindukan berpuasa dengan hati dan jiwa. Hilang akalku saat kutatap Rembulan.   Sang Sultan, rajanya puasa, membuatku mabuk. Wahai saudaraku kaum Muslim,   aku telah mabuk sejak hari aku kehilangan akal. Sungguh khasanah nan indah   tersimpan di dalam puasa.   Sungguh terdapat padanya  kemenangan yang mencengangkan. Ada Rembulan lain yang dirahasiakan   selain rembulan yang ini.   Ia tersembunyi di dalam tenda puasa  bagaikan seorang Turki. Siapa saja yang berkehendak   mendapatkan panen puasa bulan ini,   carilah jalan menuju Rembulan yang itu. Yang wajahnya sampai pucat, bagaikan satin,   memakai puasa sebagai pakaian sutranya. Bulan ini do'a dikabulkan.   Desah mere...

Bagai Seorang Penyelam

Gambar
Ragamu ada disini bersama orang-orang lain, tapi  qalb -mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru.   Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam:  ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya  dari nadi yang terang. Bahkan jika kau angkat selubungmu dapat kutunjukkan padamu hal itu. Dirimu yang sebenarnya tersembunyi bagai darah di dalam nadi, dan engkau menghindar karena malu, bila kusentuh. Nadi-nadi itu bagai seruling yang perdengarkan nada manis nan pilu: musik dari lautan tak berpantai, yang gelombangnya menggemuruh ...

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

Gambar
Sang penjelajah langit berlalu; Debu naik dan mengambang di udara; Dia melaju; tapi debu yang dia tinggalkan Masih mengambang di sini. Pusatkan penglihatanmu ke muka, Tak perlu menoleh ke kiri atau ke kanan; Debunya mengambang disini, tapi dia Berada di ketak-terbatasan. Sumber: Rumi: Rubaiyat Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949

Jalan Keyakinan

Gambar
Ketika Kau tuntun aku menapaki Jalan keyakinan Kau taruh amanah di pundakku Agar ditegakkan hingga ajal. "Tak kuat aku," kadang ku menjerit, "Beban ini terlalu berat"; Bersama-Mu aku diperkuat, Agar mampu memikul tugas. Sumber: Rumi: Rubaiyat Terjemahan oleh A.J. Arberry, 1949.

Jebakan dengan Umpan Hasratmu Sendiri

Mengikuti hasratmu sendiri artinya melarikan diri dari Tuhan, dan menumpahkan darah ruhaniyah di hadirat Keadilan-Nya. Dunia ini sebuah jebakan dan hasratmu itu umpannya; hindari jebakan, hadapkan lah wajahmu kepada-Nya. Jika kau ikuti Jalan, ratusan keberkahan bersamamu; sedangkah jika kau menuju arah sebaliknya, buruk nasibmu. Karenanya, sang Nabi berkata, "dengarkan nuranimu walaupun para ahli agama menasehatimu untuk urusan duniamu." Tanggalkan hasratmu, agar terungkap Rahmat-Nya. Dari pengalamanmu sendiri jelas lah bahwa semua kebaikan menuntut pengorbanan. Karena kau tak mungkin menghindar dari dunia, jadi lah hamba-Nya; dan keluarlah dari penjara-Nya menuju taman-Nya. Ketika terus kau awasi pikiran dan tindakanmu, akan selalu kau saksikan Keadilan dan Sang Hakim; Walaupun kelalaian masih menutup pandanganmu tidaklah itu mencegah Sang Matahari bersinar. Sumber: Rumi:   Matsnavi   VI: 3777 - 3784. Terjemahan ke Bahasa Inggris ole...

Heninglah di tengah Perdebatan

Gambar
Kiprah ke tujuh-puluh dua golongan akan tetap ada di alam dunia ini sampai Hari Kebangkitan Dunia ini alam yang berisikan kegelapan dan pemberhalaan: Bumi ini tempatnya bayang-bayang. Ke tujuh-puluh dua golongan itu akan tetap ada sampai Hari Kebangkitan: bantahan dan alasan orang  bid'ah akan tetap keras. Banyaknya kunci atas harta-simpanan menunjukkan ketinggian nilainya. Jalan yang berliku-liku, lintasan curam pendakian gunung, tebing-jurang di kanan-kiri, banyaknya penyamun menghadang, semuanya petunjuk agungnya tujuan sang pencari. Kebesaran  Ka'bah  dan tempat  thawaf, ditunjukkan oleh hadangan penyamun, dan luasnya gurun yang harus dilintasi ketika pergi berhaji. Setiap ajaran palsu itu bagaikan lintasan jalan di gunung: curam, bertebing, berpenyamun. Semua ajaran berhadapan, dan menjadi lawan yang keras, dari ajaran lainnya: setiap pengikut masing-masing ajaran menjadi bingung. Karena dilihatnya semua lawan bersikukuh pada doktrin ma...

Sang Pemilik Kasih Tersembunyi

Sungguh hikmah yang mencengangkan: Dia, Sang Kekasih dambaan hati, telah membuatku tinggalkan kampung-halaman, bergegas aku berjalan, tapi malah kehilangan arah, sehingga semakin menjauh dari tujuan; lalu,  Rabb  dalam kasih-sayang-Nya, membuat tersesatnya aku itu, sebuah sarana untuk menapaki jalan yang benar dan menemukan  khazanah  sangat bernilai. Dia membuat kehilangan arah sebuah jalan untuk mencapai keyakinan sejati. Dia membuat tersasarnya seseorang sebuah ladang perjuangan, agar panen kebajikan dapat dituai; sehingga tak ada hambanya yang shaleh, merasa gentar; sehingga tak ada yang sedang men dzhalimi dirinya sendiri, kehilangan harapan. Sang Maha Kasih telah anugerahkan penawar racun, sehingga mereka yang paham menyebutnya: Rabb   sang pemilik Kasih Tersembunyi. Sumber: Rumi:   Matsnavi   VI: 4339 - 4344 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson. Juga terdapat pada terjemahan versi Camille dan Kabir...

Tingkatkan Pencarianmu

Gambar
Jika terus kau jaga harapanmu, yang merindu pada Langit, walau sampai gemetaran engkau bagai daun diterpa angin, maka air dan api  ruhaniyah  akan muncul, dan meningkatkan kesejatianmu. Tak diragukan lagi, rindumu itu yang kan membawamu sampai ke sana. Jangan hiraukan kelemahanmu, yang harus kau jaga itu kedalaman rindumu. Sesungguhnya pencarian ini adalah janji Tuhan dalam dirimu, karena setiap pencari layak dapatkan apa yang dicarinya. Tingkatkan pencarianmu, sampai  qalb -mu merdeka dari penjara --yaitu ragamu sendiri. Biarkan saja orang awam mengatakan, "sungguh malang nasibnya, dia telah mati," mereka tak mendengar jawabanmu, "sesungguhnya aku hidup, wahai orang lalai, Walaupun, seperti raga yang lain, tubuhku telah dikuburkan, ke delapan surga memekar dalam qalb-ku." Ketika jiwa bercengkerama di taman penuh berbagai bunga indah, tak perlu dirisaukan raga yang berkalang tanah. Bagi jiwa yang telah tersucikan, sama sekali tidak menjadi soal jika raganya dim...

Wafatnya Seorang Suci

Jiwamu kan terbang, melesat tinggalkan penjara sempit, menembus langit demi langit, kau masuki suatu kehidupan baru, tinggalkan hidup yang ini; takkan pernah lagi kau merasa bosan. Jika sebelumnya kau kenakan raga yang bagaikan seragam seorang hamba-sahaya, kini kau tampil sangat bergaya. Bagimu kematian adalah kehidupan; --yang jika dibandingkan dengannya-- kehidupan ini bagaikan kematian; mereka yang terhijab takkan paham. Semua jiwa yang tinggalkan raga, tetaplah hidup, namun tersembunyi; jiwa yang tersucikan itu indah, bagaikan malaikat. Ketika raga menua dan ambruk, janganlah engkau meratap. Sadarilah, selama ini engkau terpenjara: ketika kau temukan jalan untuk lolos, dari sel di dasar sumur, engkau tegak, gagah dan ningrat, bagaikan seorang Jusuf. Sumber: Rumi:   Divan-i Syamsi Tabriz,   ghazal 3172 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Franklin D. Lewis, dalam  Rumi, Past and Present, East and West, Oneworld Publications, Oxford, 2000. ...

Selamatkan Diri dengan Berniaga

Gambar
Wahai makhluk duniawi yang suka berniaga, dapatkah kau menjual sesuatu manakala tak ada pembelinya? Banyak pengunjung pasar yang hanya melihat-lihat, tapi tak mampu membeli. Mereka mondar-mandir, pura-pura menawar, hanya untuk habiskan waktu, atau sekedar iseng. Karena tengah bosan, mereka berpura-pura tertarik daganganmu, menanyakan padamu berapa harganya; tapi sebenarnya tak ada yang mereka cari. Barang dagangan diperiksanya berkali-kali, tapi selalu dikembalikan kepadamu; panjang-lebar kain dia ukur, tapi tak ubahnya dia mengukur angin. Sungguh jauh bedanya pendekatan dan tawar-menawar seorang pembeli, dengan keisengan seorang yang sedang bosan. Karena tak dimilikinya harta sedikitpun, ucapannya ingin membeli selembar baju hanya bualan saja. Dia tak punya modal untuk berjual-beli, lalu apa bedanya orang malang ini dengan sesosok bayangan? Modal berjual-beli di pasar alam-dunia ini adalah emas; sedangkan modal untuk alam-akhirat adalah cinta...

Mereka yang Merendahkan Pandangannya

Pengalaman  ruhaniyah  itu bagaikan para bidadari yang merendahkan pandangannya, mereka tak menampakkan diri kecuali kepada pemiliknya.    [1] Anggur  yang membawa kepada pengalaman itu,    [2] bagaikan  para bidadari yang merendahkan pandangannya, sementara wahana-wahana yang menghijabnya dari penglihatan bagaikan  tenda-tenda     [1] Sungai-besar itu bagaikan tenda,    [3] di dalamnya terdapat kehidupan bagi unggas-air,  dan kematian bagi burung gagak. Racun itu bagai gula-gula bagi ular tapi penderitaan dan kematian bagi yang lain. Bentuk dari setiap keberuntungan dan bencana itu bagaikan surga bagi seseorang atau neraka bagi orang lain. Karena itu, sungguhpun kau tatap berbagai bentuk dan benda, dan terdapat hidangan atau racun di dalam semua ciptaan itu-- kau tidak melihatnya. Setiap orang itu bagaikan cangkir atau cawan, di dalamnya terdapat makanan bergizi dan hal yang membawa terbakarnya...