Postingan

Menampilkan postingan dengan label bencana

Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya. Tetapi takkan sesuatu dikenali kecuali jika ada lawannya, dan Raja tak-Tertandingi itu tak terbandingkan. Maka diangkatnya seorang khalifah, seorang insan pemilik  qalb, agar menjadi cermin yang menampikan kedaulatan-Nya. Lalu dilimpahkan padanya kemurnian tak-terhingga, dan dari kebalikannya ditampilkan lawannya, yang berasal dari kegelapan. Berkibar dua panji berlawanan, putih dan hitam: yang pertama Adam; dan lainya  Syaithan,  sang penghalang jalan menuju kepada-Nya.                        [1] Diantara ke dua kubu ini, berlangsung pertentangan dan perang; dan melalui hal-hal itu terjadilah apa-apa yang harus terjadi. Demikianlah, pada generasi berikutnya tampillah Habil; sedangkan saudaranya, Khabil, menentang cahaya murninya.         ...

Semua bagi Sang Jiwa

Wahai pencari, wahai ksatria berhati singa, Yang Maha Tinggi menggilirkan untukmu: panas dan dingin, sedih dan perih, takut dan lapar, sakit dan fakir, semuanya bagi sang jiwa;   agar nilai sejati jiwamu terungkap, dan dapat digunakan.  Sumber: Rumi: Matsnavi  II: 2963 - 2964 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Pukulan dari Langit

Gambar
Ketika sebuah pukulan dari Langit menghantam dirimu, bersiap-siaplah, karena setelah itu akan kau terima hadiah penghormatan. Karena tak mungkin Sang Raja menamparmu, tanpa memberimu sebuah mahkota dan sebuah tahta untuk diduduki. Seluruh alam-dunia hanya senilai  sebelah sayap kutu, tapi satu tamparan dapat memberimu ganjaran tak terperi. Cepatlah lepaskan lehermu dari rantai emas, yaitu dunia ini, dan terimalah tamparan dari Rabb. Para nabi telah menerima pukulan seperti itu di leher mereka, karenanya, kepala mereka tegak. Karenanya, wahai pencari, siapkan dirimu, selalu penuh perhatian: hadirkan dirimu, agar Dia temukan engkau di tempatmu. Jika tidak, Dia akan ambil kembali hadiah penghormatan itu, seraya berkata,  "tak Ku-temukan seorangpun disini." Sumber: Rumi , Matsnavi VI: 1638 - 1643 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson . Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski , dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Boo...

Melekat pada Kepahitan

Jangan pandang, aneka kepahitan hidup, yang diungkap Sang Waktu. Jangan hiraukan sederhananya makananmu  dan terbatasnya nafkahmu. Jangan pedulikan wabah, ketakutan dan goncangan. Renungkanlah: dengan semua kepahitannya, tetap saja engkau erat-melekat tanpa malu, pada dunia. Pahamilah,  perihnya ujian adalah sebuah Rahmat. Ketahuilah,  Kerajaan Marv dan Balkh adalah sebuah hukuman. Kejamnya Sang Waktu  dan semua derita yang  mewujud itu lebih ringan daripada jarak  kepada Rabb dan pengingkaran. Karena derita itu akan berlalu, tetapi  tidak demikian dengan jarak kepada Rabb. Ibrahim tidak menghindar dari  api dan diselamatkan; Ibrahim yang lain menghindar dari  kehormatan dunia dan menemukan  jalan penyelamatan. Yang pertama tidak terbakar, [1] yang satunya lagi terbakar habis. [2] Betapa indahnya:  didalam Jalan pencarian Dia, semua jadi terbolak-balik! Catatan: [1] Ibrahim Khalilullah a.s; d...

Yang Terluput Darimu

Apa-apa yang terluput darimu, karena suatu penetapan Ilahiah;  ketahuilah, itu melepaskan dirimu  dari kesulitan. Ketika orang bertanya, "Apa itu Sufisme?" Sang Syaikh menjawab, "Rasa bahagia dalam  Qalb ketika kesedihan datang." Anggaplah cobaan yang datang dari-Nya sebagai  elang yang membawa sepatu dari sang Nabi,  yang akan menyelamatkan dari gigitan ular. Berbahagialah mereka yang hikmahnya tak berdebu atau berkarat. Rabb  berfirman,  "... jangan berduka-cita atas apa-apa yang terluput darimu...;"         [1] bahkan jika serigala datang  dan memangsa domba-dombamu. Karena guncangan yang dikirim-Nya mencegah  datangnya guncangan yang lebih dahsyat; dan kehilanganmu itu mencegah kehilangan yang lebih besar. Catatan: [1] QS al-Hadid [57]: 23 Sumber :  Rumi ,  Matsnavi  III, 3260 - 3265                 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh  Nichols...

Salah Mengeluh

Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan, mengeluh, dengan berbagai cara,  kepada Rabb -nya. Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a dengan berendah-hati kepada-Ku; Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua  kelimpahan yang engkau terima,  yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku." Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu: dia ramuan-penyembuhmu,  dia hadiah untukmu,  dia yang menguasai hatimu; karena dia,  engkau bergegas ber- khalwat bersama Rabb -mu dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya. Sumber: Rumi, Matsnavi IV: 91 - 95 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Nama Sejati

Gambar
Saat matahari terbit di Pemakaman Baqi, Maret 2024 Penghulu umat manusia, Adam: kepadanya Allah mengajarkan nama-nama seluruhnya; dia memiliki ribuan ilmu di setiap pembuluh darahnya. Pada jiwanya terhimpun pengetahuan mengenai nama dari segala sesuatu ciptaan sampai akhir zaman: dari yang telah, sampai yang akan, mewujud. Tidak ada panggilan yang telah diberikannya kepada sesuatu kemudian berubah, apa yang disebutnya  cepat tidak akan lalu menjadi lambat . Siapa yang pada akhirnya menjadi seorang beriman, telah diketahuinya sejak awal;  siapa saja yang akhirnya menjadi seorang yang kufur, sejak awal jelas belaka baginya. Apakah telah kau dengar nama dari segala sesuatu dari dia yang telah diberi ilmu mengenai hal itu; dengarlah makna terdalam dari rahasia Dan telah diajarkan kepada Adam, al-asma 'akullaha... . [1] Bersama kita, nama dari sesuatu adalah tampilan lahiriahnya; bersama Sang Pencipta nama dari sesua...

Buncis Rebus

Lihatlah buncis dalam periuk, betapa ia meloncat-loncat ketika dipanaskan api. Sewaktu direbus, selalu ia timbul ke permukaan, seraya merintih tiada henti. Sambil mengeluh, "Mengapa kau letakkan  api di bawahku? Engkau telah membeliku, mengapa kini engkau malah menyiksaku?" Sang istri memukulnya dengan penyendok, [1] "Nah, sekarang," katanya, "sungguh-sungguh matang lah engkau, dan jangan meloncat lari dari yang menyalakan api. Tidaklah aku merebusmu karena membencimu; sebaliknya, ini lah yang akan membuatmu lezat dan harum. Dan menjadi nutrisi dan bercampur dengan jiwa yang hidup: kesengsaraanmu ini bukanlah penghinaan. Ketika masih hijau dan segar, engkau hirup air di kebun: air yang engkau serap itu demi api ini. Rahmat-Nya terlebih dahulu daripada murka-Nya, [2] tujuannya agar dengan Rahmat-Nya engkau menderita kesengsaraan. Rahmat-Nya telah mendahului murka-Nya, agar  yang-diperdagangk...

Ketika Dibuat Paham

Ada seorang ibu, yang hamil setiap tahun, tapi tidak ada anaknya yang hidup lebih lama daripada enam bulan. Ketika mencapai tiga atau empat bulan, mereka meninggal. Sehingga sang ibu menjerit, “Wahai Tuhan, Sembilan bulan lamanya, kutanggung beban kehamilan, tapi kemudian hanya tiga bulan lamanya hidupku senang: kebahagiaanku lebih singkat daripada terbentangnya pelangi.” Perempuan itu, karena kesedihan yang amat sangat, mengeluhkan nasib malangnya kepada para lelaki milik Tuhan. Karena telah dua puluh orang anaknya dikubur: bagaikan jilatan api cepatnya kehancuran hidup mereka. Sampai suatu malam diperlihatkan kepadanya sebuah taman yang tak-terhingga, luas, hijau, indah, tanpa-cela sedikit pun. Kusebut “Ganjaran Mutlak” sebuah taman , karena dia merupakan sumber semua ganjaran dan gabungan semua taman; Jika tidak demikian, sebenarnya tiada mata pernah memandang ...