Postingan

Menampilkan postingan dengan label sedekah

Selamatkan Diri dengan Berniaga

Gambar
Wahai makhluk duniawi yang suka berniaga, dapatkah kau menjual sesuatu manakala tak ada pembelinya? Banyak pengunjung pasar yang hanya melihat-lihat, tapi tak mampu membeli. Mereka mondar-mandir, pura-pura menawar, hanya untuk habiskan waktu, atau sekedar iseng. Karena tengah bosan, mereka berpura-pura tertarik daganganmu, menanyakan padamu berapa harganya; tapi sebenarnya tak ada yang mereka cari. Barang dagangan diperiksanya berkali-kali, tapi selalu dikembalikan kepadamu; panjang-lebar kain dia ukur, tapi tak ubahnya dia mengukur angin. Sungguh jauh bedanya pendekatan dan tawar-menawar seorang pembeli, dengan keisengan seorang yang sedang bosan. Karena tak dimilikinya harta sedikitpun, ucapannya ingin membeli selembar baju hanya bualan saja. Dia tak punya modal untuk berjual-beli, lalu apa bedanya orang malang ini dengan sesosok bayangan? Modal berjual-beli di pasar alam-dunia ini adalah emas; sedangkan modal untuk alam-akhirat adalah cinta...

Mencermati Ketiadaan

Gambar
Semua yang mempesonamu,  pada wajah-wajah cantik, adalah Cahaya Sang Matahari  terpantul pada kaca prisma. Beragam corak kaca  membuat Cahaya tampil beraneka-warna. Ketika prisma kaca beraneka-warna tak lagi ada, barulah Cahaya tanpa-warna mempesonamu. Bangunlah kebiasaan  menatap Cahaya tanpa prisma kaca, sehingga ketika prisma kaca itu remuk, tak lagi engkau buta. Selama ini engkau puas dengan pengetahuan yang kau dapat dari orang lain: matamu dapat memandang karena adanya cahaya lampu orang itu. Dia mengambil lampu itu, agar kau ketahui bahwa engkau seorang peminjam bukan pemberi yang murah hati. Jika semua pemberian itu telah engkau syukuri dengan sungguh-sungguh beramal, tak perlu kau tangisi kehilangan itu; karena Dia akan menggantinya seratus kali lipat. Tetapi jika selama ini kau tak pandai bersyukur, kini saatnya meneteskan air mata darah, karena keunggulan jiwa dihapuskan dari mereka yang tak bersyukur. Dia menghapus ...

Menyerahkan Hidupmu

Sungguh pantas orang yang murah hati bersedekah, tetapi kemurahan hati sang pencinta itu dengan menyerahkan jiwanya. Jika engkau berikan sepotong roti, atas nama Rabb, engkau akan diganjar dengan melimpahnya roti. Jika engkau serahkan hidupmu bagi Rabb, kepadamu akan diberikan Hidup Sejati. Sumber: Rumi, Matsnavi  III: 2895 - 2897 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.