Postingan

Menampilkan postingan dengan label jebakan

Lupa Negeri Kelahiran

Gambar
Wahai insan,  kau miliki sebuah negeri  di balik lelangit, tapi pada tanah dan debu kau tujukan dirimu. Telah kau hujamkan citra dirimu pada permukaan bumi; melupakan negeri yang jauh tempat kelahiranmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh  A.J. Arberry,   Dalam  The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi,   1949.

Jebakan Melekat

Gambar
Tidakkah kau ingin bergabung bersama sepuluh sahabat Nabi yang telah menerima kabar gembira; mereka yang telah disucikan bagai emas murni.                         [1] Dalam persaudaraan ditemukan kesempurnaan, karena seorang lelaki itu satu kesatuan dengan sahabat-sahabatnya. Mereka akan bersama di alam ini dan di alam-alam berikutnya; inilah yang dimaksud dalam hadits dari Musthapa yang berakhlak sempurna. (Ketika Beliau berkata) "Seorang lelaki itu bersama dengan orang yang dicintainya:" qalb  itu tak terpisahkan dari sasaran cintanya. Jangan mau tinggal di tempat yang ada umpan dan jebakannya: wahai mereka yang memandang orang lain hanya sebagai korban yang lemah; perhatikanlah, bagaimana kesudahan para pemangsa manusia. Wahai mereka yang hanya bisa melihat kelemahan dari orang-orang lemah: mereka yang bergantung pada kebaikanmu; ketahui...

Anak Panah dari Busur yang Lebih Besar

Gambar
Aku seorang pencinta, dan dari cinta-Nya, aku tak menghindar. Aku seorang ksatria, dan dari medan perang, aku tak menghindar. Layaknya seekor singa, kuserang para singa lain. Tapi bagai seekor rubah, dari jepitan kepungan, aku tak menghindar. Walaupun lengkung lelangit tujuanku, dari jebakan alam-dunia, aku tak menghindar. Walaupun aku ini obat bagi bermacam penyakit, tapi dari rasa-sakit orang lain, aku tak menghindar. Kuikuti para nabi dengan seluruh jiwaku, tapi dari rekan yang jahat, aku tak menghindar. Aku hidup dalam wadah kecil, bernama kehidupanku ini; aku masih tinggal disini,  karena jiwaku tak menghindar. Satu-satunya sebab diterpanya aku oleh anak-panah lirikan-Nya,  adalah karena dari anak-panah yang berasal dari busur yang lebih-besar itu, aku tak menghindar. Luka-luka akibat perang, berubah menjadi kemenangan, karena dari rasa sakit, aku tak menghindar. Aku mengapung dalam lautan madu, berisikan segala jeni...