Postingan

Menampilkan postingan dengan label jiwa

Terbanglah Wahai Jiwa

Gambar
Foto oleh Rejaul Karim dari Unsplash Mengapakah jiwa tak terbang mengangkasa, ketika dari Hadirat yang Agung,    sebuah ajakan nan ramah: 'Naiklah!'    tertuju padanya?    Mengapa seekor ikan    tak melompat dengan gesit,    dari tanah yang kerontang ke dalam air,    ketika sampai ke telinganya,    suara debur ombak    dari lautan yang dingin ? Mengapakah seekor elang tak melesat    dari sarangnya, menuju lengan Sang Raja;    ketika didengarnya suara genderang,    memberi perintah, 'kembalilah' ? Mengapakah tak setiap pejalan menari, bagaikan pendaran zarah, di hadapan Matahari Keabadian; yang menyelamatkannya dari kelapukan? Di hadapan yang Maha Agung dan Maha Indah, yang Maha Cantik,   Sang Penganugerah kehidupan. Sungguh kejahilan dan kemalangan, jika terlepas dari-Nya. Terbang, terbanglah wahai burung, menuju ke rumah sejatimu. Karena telah terlep...

Bagai Purnama

Gambar
foto dari wallpaperaccess.com Wahai jiwa yang berharga, jangan tunda lagi: tempuhlah perjalanan yang mencengangkan, menuju Lautan Makna. Ingatlah telah kau lalui banyak tahapan. Jangan kau lawan, berserahlah pada pencarian. Basuhlah sayapmu dari lumpur duniawi dan ikuti jejak para pendahulumu. Jangan tinggal di bengkel perajin tanah liat pecahkanlah kendimu, dan mengalirlah bersama arus kehidupan. Meluncurlah dari pegunungan ke laut, karena tak ada jaminan keamanan di gunung. Jangan berpaling ke timur atau ke barat mengarahlah langung ke matahari. Dari cahayanya, kau kan seperti rembulan: mulai bagai bulan mati, lalu bagai purnama. Sumber: Rumi: Diwan  #2873 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam buku Rumi's Little Book of Life: The Garden of Soul. the Heart and the Spirit, Hampton Road Publishing, Inc, 2012. Terjemahan ke Bahsa Indonesia oleh ngRumi.

Berlindung pada Kesucian

Gambar
Jangan bawa pedang kayu ke medan perang. Berupayalah mencari pedang baja; lalu majulah dengan gembira. Perlindungan seorang suci bagaikan pedang  al-Haqq: waktu yang kau curahkan bersamanya setara nilainya dengan secangkir air kehidupan. Semua orang bijak sepakat: seorang yang  'arif billah adalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya. Kebersamaan dengan seorang suci membuatmu bagaikan seperti dirinya. Walau kau sebelumnya bagaikan batu atau granit, kau akan menjadi bagai sebutir permata, saat kau menemukan seorang pemilik  qalb. Tanamkanlah kecintaaan kepada orang suci dalam-dalam di dalam jiwamu; jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun, tetapi cintailah mereka, yang  qalb -nya membawa berita gembira. Janganlah kau hampiri keputus-asaan, dekaplah harapan. Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan, matahari ruhaniah itu sungguh ada. Aspirasi hatimu akan memandumu ke arah seorang pemilik  qalb, sementara  syahwat mu menghelamu ke arah penjara; ya...

Tenggelam dalam Rabb

Gambar
Bendunglah aliran gairah ketika arusnya membanjir, sehingga tak memalukan dan meruntuhkanmu. Tetapi, mengapa aku takut runtuh? Bukankah dibawah puing-puing keruntuhan diri,  khazanah tersembunyi telah lama menanti? Sang pencinta yang telah tenggelam dalam Rabb,   berharap agar tenggelam lebih dalam lagi. Sementara jiwanya naik turun dihempas gelombang,  masih dia sempat bertanya,  "Dimanakah yang lebih menyenangkan,  di puncak gelombang, atau di dasar laut?" Wahai qalb, kau akan pecah berkeping-keping oleh prasangka-buruk, jika masih  mengenali perbedaan rasa bahagia dan sengsara. Walaupun kehendakmu terasa manis; bukankah Sang Kekasih menghendakimu tanpa kehendak? Setiap bintang dari sisi-Nya  setara dengan nilai harta-tebusan seratus bulan baru: adalah hak-Nya memotong semua urusan duniawimu demi urusan dari-Nya. Agar mendapatkan ganjaran dan tebusan-Nya,...

Prasangka Kemandirian Diri

Gambar
Seandainya kepandaian dan hikmah sungguh-sungguh milikku sendiri, tentu seluruh pertimbangan dan rencana dalam hidupku dapat kukendalikan sepenuhnya. Di malam hari, takkan kesadaranku menghilang diluar kemauanku; dan semua inderaku takkan lepas melayang karena seluruhnya dapat kuamankan didalam sangkar kemauanku. Akan kusadari semua tahap perjalanan yang ditempuh oleh jiwaku; baik saat ku tak sadar, dalam tidur, atau saat bala-bencana tiba. Tapi karena tanganku telah dikosongkan dari kemampuan melepas atau menggenggam, oleh kuasa-Nya yang Maha Berdaulat; maka aku terheran-heran,  darimana datangnya prasangka akan kemandirianku itu? Sumber: Rumi: Matsnavi   VI: 2324 - 2327 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski dari The Rumi Collection ,  Threshold Books, 1998.

Suatu Fajar Bersama Sang Rembulan

Gambar
Rembulan muncul di langit fajar. Mengambang turun ia, seraya menatapku. Lalu, bagai seekor elang menyambar mangsanya,      ia mencengkeramku      dan menyeretku ke angkasa. Walau kucoba sekuat tenaga, tak mampu aku melihat diriku sendiri. Berkat keajaiban cahaya rembulan, telah lebur diriku kedalam jiwa murni. Dalam bentuk itu lah pengelanaanku berlangsung, bersatu dalam cahaya tak-terbatas. Lalu, rahasia dari pertunjukan abadi tergelar jelas di hadapanku. Ke sembilan sfera langit, terliputi oleh cahaya. Wahana-jiwaku, melayang di Samudera tanpa pantai. Tiba-tiba samudera wujud beralih bentuk menjadi gelombang demi gelombang. Fikiran timbul: imaji bentuk bagai gelombang memecah di pantai. Lalu semuanya kembali seperti semula: bersatu dalam jiwa yang murni. Keberuntungan berupa penglihatan ini berasal dari Syamsudin al-Haqq dari Tabriz. Tanpa kepemurahannya, tak ada yang dapat me...

Jika Kau Dambakan

Gambar
Jika kau dambakan dirimu yang sejati, keluarlah dari jasadmu. Tinggalkan di belakang  aliran kalimu yang dangkal dan mengaruslah engkau ke dalam sungai yang dalam dan lebar. Jangan rela sekedar menjadi seekor kerbau yang menghela bajak di sawah, ber- thawaf -lah engkau bersama bintang-bintang yang bertasbih-berputar di atasmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#62 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski.

Putuskan Semua Rantai Pengikat

Gambar
Dia inginkan aku beranjak, keluar dari diriku sendiri. Dia inginkan aku tinggal didalam kemerdekaan. Sebelumnya, tak putus aku terbelit ambisi membesarkan eksistensi diri. Dan kini Dia kehendaki aku putuskan semua rantai pengikat. Sumber: Rumi: Rubaiyat F#1129 Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski. Foto: Dari bawah sebuah pohon besar di P. Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon, 28 Mei 2016.

Rintihan Seruling Bambu

Gambar
Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber dari api, bukannya angin. Apa gunanya hidup seseorang yang tak lagi ada apinya? Adalah api cinta yang menghidupkan nyanyian sang seruling. Adalah ragi cinta yang membuat anggur teras...

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Gambar
Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jaga lah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jaga lah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan yang akan menanti di kebangkitanmu dan bukannya Akal Sejati-mu, di rumah berhala dan bukannya di Ka'bah. Ketika engkau berpuasa, akhlak yang baik berkumpul di sekitarmu, bagaikan pembantu, budak dan penjaga. Teruskan lah berpuasa, karena ia adalah segel Sulaiman. Jangan serahkan segel itu ...

Rayakanlah

Gambar
Ramadhan telah tiba: Rayakan lah! Perjalanan menyenangkan menuju Yang Esa,   Dia lah yang menemani mereka yang sedang berpuasa. Kupanjat atap, agar dapat kulihat Rembulan.   Karena kurindukan berpuasa dengan hati dan jiwa. Hilang akalku saat kutatap Rembulan.   Sang Sultan, rajanya puasa, membuatku mabuk. Wahai saudaraku kaum Muslim,   aku telah mabuk sejak hari aku kehilangan akal. Sungguh khasanah nan indah   tersimpan di dalam puasa.   Sungguh terdapat padanya  kemenangan yang mencengangkan. Ada Rembulan lain yang dirahasiakan   selain rembulan yang ini.   Ia tersembunyi di dalam tenda puasa  bagaikan seorang Turki. Siapa saja yang berkehendak   mendapatkan panen puasa bulan ini,   carilah jalan menuju Rembulan yang itu. Yang wajahnya sampai pucat, bagaikan satin,   memakai puasa sebagai pakaian sutranya. Bulan ini do'a dikabulkan.   Desah mere...