Postingan

Menampilkan postingan dengan label khalwat

Harapan telah Menyingsing

Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan,  "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuh lah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbuka lah, karena kuncimu telah ditemukan. Wahai diri yang berpuasa, menahan-diri dari hidangan di Meja Terhormat, berbuka lah dengan gembira, karena hari raya pertama telah dimulai. Kini, hening lah, hening lah: karena kebajikan dari perintah  "kun,"  telah membuat hening...

Di Lembah Cinta

Tengah malam, aku bertanya,  siapa ini yang ada di dalam rumah qalb-ku? Dia menjawab,  Inilah Aku, yang cemerlangnya membuat matahari dan rembulan jadi tertunduk malu. Dia bertanya,  Mengapa rumah ini penuh dengan aneka macam lukisan? Aku menjawab, Ini semua adalah bayangan dari-Mu, wahai Engkau yang wajah-Mu membuat iri warga Chigil.                               [1] Dia bertanya,  Dan apa ini: qalb yang berdarah-darah? Aku menjawab, Ini adalah gambaran diriku: hati terluka, dan kaki dalam lumpur. Kuikat leher dari jiwaku, dan menyeretnya kehadapan-Nya sebagai persembahan: Inilah dia yang telah berkali-kali memunggungi Cinta, kali ini jangalah Kau lepaskan. Dia serahkan satu ujung tali, ujung yang penuh kecurangan dan pengkhianatan, Peganglah ujung yang ini, Aku kan menghela dari ujung yang lain, mari berharap tali ini tidak putus. Kuraih tangan-Nya, Dia men...

Bahkan Isa putra Maryam pun Menyingkir

Gambar
Inilah kisah tentang Isa putra Maryam, ketika dia menghindar dari orang-orang dungu, menjauh, hendak mengungsi, ke puncak sebuah gunung. Isa putra Maryam bergegas-cepat mendaki sebuah gunung. Sedemikian bergegas, bagaikan dikejar seekor singa. Seseorang mengejarnya, dan menyapanya, “Salam untukmu. Tak kulihat sesuatu pun mengejarmu, mengapa engkau begitu terburu-buru?” Tetapi Beliau tetap berlari, sedemikian terburu-buru, tak mau berhenti untuk menjawab. Sang penanya bersikeras, terus dikejarnya Sang Nabi itu. Lalu, dia bertanya lagi, kali ini sampai harus berteriak: “Demi Tuhan,” serunya, “berhentilah sebentar!” “Sungguh aku bingung, apa yang membuatmu melarikan diri?” “Wahai Nabi nan mulia dan pemurah, Apa yang membuatmu bergegas-lari? Tak ada singa mengejarmu. Tiada pula ancaman atau wabah?” Sang Nabi menjawab, “Aku melarikan diri dari seorang yang tolol. Pergilah! Sedang kukhawatirkan keselamatanku, janganlah kau tahan aku lagi!” Orang itu bertanya lagi, “Tapi, bukankah engkau al-...

Salah Mengeluh

Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan, mengeluh, dengan berbagai cara,  kepada Rabb -nya. Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a dengan berendah-hati kepada-Ku; Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua  kelimpahan yang engkau terima,  yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku." Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu: dia ramuan-penyembuhmu,  dia hadiah untukmu,  dia yang menguasai hatimu; karena dia,  engkau bergegas ber- khalwat bersama Rabb -mu dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya. Sumber: Rumi, Matsnavi IV: 91 - 95 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Gonggongan Bayi-Anjing dari Dalam Perut Induknya

Ketika tengah menjalani khalwat , 40 hari lamanya, seorang yang shalih menyaksikan, dengan mata-batinnya, seekor induk anjing sedang hamil. Tiba-tiba didengarnya gonggongan anak-anak anjing, padahal mereka masih tersembunyi di dalam kandungan sang induk. Lolongan itu membuatnya terheran-heran: bagaimana mungkin, pikirnya, bayi anjing dapat menggonggong dari dalam kandungan. Bayi anjing menggonggong dari dalam rahim? Sungguh, pikirnya seraya takjub, ini kejadian langka. Ketika dia tersadar dari fana' -nya itu, semakin bertambah bingunglah dia. Di dalam khalwat, tak ada yang dapat dimintai tolong mengurai simpul teka-teki itu, kecuali ke Hadhirat yang Maha Agung, Maha Mulia. Diapun bermohon, "Yaa Rabbi,  karena sebab ini hamba terlalaikan dari ber- dzikr kepada-Mu, padahal hamba sedang ber- khalwat . Lepaskanlah beban hamba, sehingga dapat hamba terbang, memasuki taman dzikr dan menyusuri jalan-teduh ma'rifat ." Segera sebuah ...