Postingan

Menampilkan postingan dengan label dagang

Dia Sama Sekali Tak Mencari Untung

Apa yang menyita waktumu? Untuk keperluan apa engkau berjual-beli? Ibarat burung,  dari jenis apakah engkau? Apa makananmu? Lintasi saja kedai para pembual, dan carilah Kedai Kelimpahan, dimana Allah sendiri yang menjadi Pembeli.  [1] Disana, Sang Pengasih membeli barang usang,  yang orang tak sudi lirik. Bersama Sang Pembeli itu,  tak dikenal dagangan yang terlalu buruk,  karena dalam jual-beli ini, Dia sama sekali tak mencari untung. Catatan: [1]  QS At-Taubah [9]: 111 Sumber: Matsnavi VI: 1264 - 1267 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson . Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski , dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books, 1996 Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra . 

Datang lah

Datang, datang lah, tak akan engkau temukan satu pun kawan sepertiku. Dimana lagi, di seluruh semesta, ada Kekasih, yang seperti Aku. Datang, datang lah, jangan habiskan umurmu hilir-mudik kesana kemari. Tiada pasar lain, dimanapun, yang mau  menerima uangmu. Engkau segersang lembah, dan Aku seperti hujan. Engkau bagaikan kota yang runtuh, dan Aku bagaikan Sang Arsitek. Terkecuali pelayanan-Ku, yang bagaikan terbitnya matahari kebahagiaan, lelaki sejati tidak pernah, dan tidak-akan pernah  merasakan, kebahagiaan sejati. Kau tatap ribuan gambaran-bergerak dalam mimpi-mimpimu; Ketika mimpi-mimpi itu berlalu, tidaklah kau lihat  satu pun yang seperti itu. Tutuplah mata jasmaniah yang lemah ini, dan  bukalah mata 'aql; Karena indera ragawi itu bagaikan keledai, yang tali-kekangnya adalah nafsu-jahat. Carilah minuman segar di taman Cinta, karena alam adalah seorang penjual cuka, dan  penghancur ...

Hanya Harapan yang Diperbolehkan Mengetuk Pintu

Gambar
Di dalam hati mereka, para Nabi bertanya: “Sampai kapan kami terus menyeru dan menasehati si fulan dan si fulanah? Sampai kapan kami harus membentuk sepotong besi dingin? Sampai kapan kami harus terus membisiki werangka yang kosong ini?” Setiap gerakan makhluk berlangsung karena ketetapan dan penunjukan Ilahiah: tajamnya gigitan berlangsung karena panasnya rasa-lapar di perut. Jiwa Pertama mendorong dan jiwa ke dua merespon: berubahnya bau ikan dimulai dari kepala, bukan dari ekornya. Kenalilah ini, dan tetaplah melesat bagai anak-panah, karena Allah telah bersabda: “Sampaikanlah;” tidaklah mungkin menghindar dari melakukannya. Dan tidaklah engkau mengetahui, engkau itu termasuk golongan yang mana: karenanya teruslah berjuang selama masih perlu bagimu memilah siapa sesungguhnya dirimu. Ketika engkau memunggah muatan ke atas sebuah kapal, engkau melakukannya atas dasar kepercayaan. Sebab engkau tidak tahu termasuk golongan yang ...