Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pembeli

Selamatkan Diri dengan Berniaga

Gambar
Wahai makhluk duniawi yang suka berniaga, dapatkah kau menjual sesuatu manakala tak ada pembelinya? Banyak pengunjung pasar yang hanya melihat-lihat, tapi tak mampu membeli. Mereka mondar-mandir, pura-pura menawar, hanya untuk habiskan waktu, atau sekedar iseng. Karena tengah bosan, mereka berpura-pura tertarik daganganmu, menanyakan padamu berapa harganya; tapi sebenarnya tak ada yang mereka cari. Barang dagangan diperiksanya berkali-kali, tapi selalu dikembalikan kepadamu; panjang-lebar kain dia ukur, tapi tak ubahnya dia mengukur angin. Sungguh jauh bedanya pendekatan dan tawar-menawar seorang pembeli, dengan keisengan seorang yang sedang bosan. Karena tak dimilikinya harta sedikitpun, ucapannya ingin membeli selembar baju hanya bualan saja. Dia tak punya modal untuk berjual-beli, lalu apa bedanya orang malang ini dengan sesosok bayangan? Modal berjual-beli di pasar alam-dunia ini adalah emas; sedangkan modal untuk alam-akhirat adalah cinta...

Pintu-pintu Dunia Ditutup, agar Gerbang Jalan Terbuka

Gambar
"Jika sungguh-sungguh engkau menempuh Jalan, Jalan akan tersingkap padamu; dan jika sungguh-sungguh engkau lebur-musnah, al-Haqq akan menghampir kepadamu." [1] "Dan jika sungguh-sungguh engkau berendah-hati, dunia ini tak akan bisa mengurungmu; lalu kepadamu akan diperlihatkan dirimu bersama dengan Dirimu yang Sejati , tanpa dirimu yang palsu." [2] Walaupun semua pintu keluar telah Zulaikha tutup, Yusuf tetap menemukan jalan,  ketika sungguh-sungguh berusaha. Ketika Yusuf bersandar kepada-Nya, kunci bergerak, pintu terbuka, dan dia lolos. Sungguhpun tampak tak ada pintu keluar dari alam dunia, mestilah seorang pencari sekuat-tenaga berlari kesana-kemari; bagaikan Yusuf. Agar terbuka kunci dan tampak jelas gerbang, dan alam tak-beruang menjadi kediamanmu. Wahai makhluk yang malang, engkau telah hadir di sini, di alam dunia ini, pernahkah kau lihat jalan darimana engkau dahulu datang? Engkau datang dari sebuah tempat, sebuah semesta, tahuk...

Dia Sama Sekali Tak Mencari Untung

Apa yang menyita waktumu? Untuk keperluan apa engkau berjual-beli? Ibarat burung,  dari jenis apakah engkau? Apa makananmu? Lintasi saja kedai para pembual, dan carilah Kedai Kelimpahan, dimana Allah sendiri yang menjadi Pembeli.  [1] Disana, Sang Pengasih membeli barang usang,  yang orang tak sudi lirik. Bersama Sang Pembeli itu,  tak dikenal dagangan yang terlalu buruk,  karena dalam jual-beli ini, Dia sama sekali tak mencari untung. Catatan: [1]  QS At-Taubah [9]: 111 Sumber: Matsnavi VI: 1264 - 1267 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson . Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski , dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books, 1996 Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra . 

Kedai Ilmu

Ilmu biasa, hasil belajar, selalu untuk dijual, ketika ditemukannya pembeli, dia bergairah. Peminat ilmu hakiki adalah al-Haqq sendiri: kedai ilmu seperti itu selalu semarak. Pemilik ilmu hakiki, terkunci lisannya, dan senantiasa terpesona sendiri  oleh  perdagangannya:  p ermintaan tak  mengenal jeda;  karena,   Allah telah membeli...                    [1] Catatan: [1] QS [9]: 111 Konon turunnya ayat ini menggerakkan sayidina Abu Bakr menyedekahkan seluruh hartanya. Sedangkan  bagi keluarganya, beliau "... membawa pulang Allah dan  Rasul-Nya..." Sumber: Rumi, Mathsavi  II: 3265 - 3267              Terjemahan Bahasa Inggris oleh              Camille dan Kabir Helminski,              Rumi: Daylight, Threshold Books, 1994        ...

Gonggongan Bayi-Anjing dari Dalam Perut Induknya

Ketika tengah menjalani khalwat , 40 hari lamanya, seorang yang shalih menyaksikan, dengan mata-batinnya, seekor induk anjing sedang hamil. Tiba-tiba didengarnya gonggongan anak-anak anjing, padahal mereka masih tersembunyi di dalam kandungan sang induk. Lolongan itu membuatnya terheran-heran: bagaimana mungkin, pikirnya, bayi anjing dapat menggonggong dari dalam kandungan. Bayi anjing menggonggong dari dalam rahim? Sungguh, pikirnya seraya takjub, ini kejadian langka. Ketika dia tersadar dari fana' -nya itu, semakin bertambah bingunglah dia. Di dalam khalwat, tak ada yang dapat dimintai tolong mengurai simpul teka-teki itu, kecuali ke Hadhirat yang Maha Agung, Maha Mulia. Diapun bermohon, "Yaa Rabbi,  karena sebab ini hamba terlalaikan dari ber- dzikr kepada-Mu, padahal hamba sedang ber- khalwat . Lepaskanlah beban hamba, sehingga dapat hamba terbang, memasuki taman dzikr dan menyusuri jalan-teduh ma'rifat ." Segera sebuah ...

Datang lah

Datang, datang lah, tak akan engkau temukan satu pun kawan sepertiku. Dimana lagi, di seluruh semesta, ada Kekasih, yang seperti Aku. Datang, datang lah, jangan habiskan umurmu hilir-mudik kesana kemari. Tiada pasar lain, dimanapun, yang mau  menerima uangmu. Engkau segersang lembah, dan Aku seperti hujan. Engkau bagaikan kota yang runtuh, dan Aku bagaikan Sang Arsitek. Terkecuali pelayanan-Ku, yang bagaikan terbitnya matahari kebahagiaan, lelaki sejati tidak pernah, dan tidak-akan pernah  merasakan, kebahagiaan sejati. Kau tatap ribuan gambaran-bergerak dalam mimpi-mimpimu; Ketika mimpi-mimpi itu berlalu, tidaklah kau lihat  satu pun yang seperti itu. Tutuplah mata jasmaniah yang lemah ini, dan  bukalah mata 'aql; Karena indera ragawi itu bagaikan keledai, yang tali-kekangnya adalah nafsu-jahat. Carilah minuman segar di taman Cinta, karena alam adalah seorang penjual cuka, dan  penghancur ...