Postingan

Menampilkan postingan dengan label kerajaan

Seandainya Sempat Kau Kenali

Gambar
Seandainya sempat kau kenali dirimu sendiri, walau sekejap. Seandainya sempat kau tatap --walau sekilas-- keindahan wajah sejatimu sendiri. Maka takkan lagi kau tertidur didalam campuran lempung dan air ini, bagaikan seekor hewan; kau kan bertolak ke rumah kebahagiaan bersama jiwa-jiwa nan indah. Kau harus telusuri jalan sampai ke sudut-sudut terjauh dirimu sendiri, agar diri sejatimu terejawantahkan; karena Khazanah Tersembunyi masih tersimpan di dalam dirimu. Seandainya engkau hanya terdiri atas sesosok tubuh, maka takkan pernah kau dengar kabar mengenai jiwa seandainya engkau hanya jiwa saja maka engkau sudah dalam kebahagiaan bersama dirimu sendiri. Seperti orang lain kau berhadapan dengan kebaikan dan kejahatan; kau hadapi semua itu  dengan apa yang ada pada dirimu. Seandainya engkau itu suatu jenis sayuran, maka kau miliki suatu cita-rasa khas; seandainya engkau itu sebuah periuk maka ada panas yang pas  untuk membuatmu men...

Kegaduhan Sebelum Waktu Sahur

Seorang lelaki memukul-mukulkan tongkat ke gerbang pagar, di depan sebuah rumah-gedung besar, sambil berseru,  "sahur, sahur..." Sedang dia asyik menabuh besi pagar, seorang tetangga berkata kepadanya: "Wahai peminta-minta, sekarang belum masuk waktu sahur, jadi jangan gaduh; Lagi pula, wahai fakir, perhatikan lah, tiada orang menghuni rumah itu, isinya cuma setan dan hantu, percuma saja kegaduhanmu. Tak ada disitu telinga, yang dapat mendengar tabuhanmu; tak ada disitu akal, yang dapat mengerti tujuanmu." Lelaki pembuat kegaduhan itu menjawab, "Kudengar perkataanmu, kini perkenankan kujawab, agar engkau tak heran atau bingung. Walaupun menurutmu kini masih tengah-malam, tapi kulihat fajar segera merekah. Kulihat segala kekalahan segera berubah menjadi kemenangan, di mataku, semua malam segera kan berubah menjadi siang. Bagimu air Sungai Nil memerah, bagiku itu bukan darah, tapi air segar. Menurutmu, pagar besi ini keras; tapi ...

Telah Disandingkan ash-Shabr dengan al-Haqq

Luqman mengunjungi Dawud,              [1] dan didapatinya sang pemilik qalb murni, sedang sibuk membuat cincin-cincin dari besi. Lalu dilihatnya Sang Raja yang Mulia itu menyatukan cincin-cincin itu satu sama lain. Tak pernah sebelumnya dia lihat karya sang penakluk besi, dia takjub menyaksikan itu semua, dan sangat ingin tahu. "Benda apakah itu? Akan kutanyakan kepadanya, apa yang akan dibuatnya dari cincin-cincin besi yang disatukan itu?" Tapi dia menahan diri, seraya berkata di dalam hati, "lebih baik aku bersabar: kesabaran adalah pemandu tercepat menuju sasaran pencarian." Jika engkau tak mengajukan pertanyaan, rahasia terungkap padamu lebih cepat, kesabaran itu bagaikan burung yang paling cepat terbangnya. Jika engkau memilih untuk bertanya, lebih lambat sasaran tercapai, apa yang semula mudah, jadi lebih sulit diraih, karena ketergesaanmu. Karena Luqman tetap berdiam-diri, sang penakluk besi yang piawai bekerja...

Masukilah Gerbangnya Sambil Bersujud

Tak engkau miliki daulat atas janggutmu sendiri, lalu bagaimana engkau merasa punya wewenang soal benar atau salah. Janggutmu memutih diluar kehendakmu: malulah kepada janggutmu sendiri, wahai engkau yang masih sibuk berangan-angan membesar-besarkan diri. Dia lah Pemilik Kerajaan: barangsiapa sungguh bersujud pada-Nya, diberi-Nya seratus kerajaan di seberang alam dunia ini. A kan tetapi, cita-rasa dzawq dari satu sujud sejati pada-Nya lebih manis bagimu dibandingkan dengan dua-ratus kerajaan; Sehingga dengan rendah hati engkau akan merintih: tak satu pun kerajaan itu hamba inginkan: tetapkanlah kepada hamba kerajaan sujud seperti ini... Catatan: [1] Judul ini berasal dari QS Al Baqarah [2]: 58. Sumber: Rumi: Matsnavi IV, 661 - 666 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson .