Dalam Dekapan Sang Kekasih
Akhirnya, berangkat engkau, bertolak ke alam tak-kasat mata. Sungguh mengagumkan, caramu tinggalkan alam-dunia. Kau kibaskan sayap dan bulumu, kau lepaskan diri dari sangkarmu. Mengangkasa engkau ke langit, kau capai alam jiwa. Pernah engkau bagai elang ningrat, dikurung seorang wanita tua. [1] Lalu kau dengar genderang penyeru, [2] dan melesatlah engkau lintasi ruang dan waktu. Sebagai burung bulbul yang merindu, pernah kau terbang bersama para burung hantu. [3] Ketika harum semerbak berhembus dari taman mawar, segera engkau bertolak, menjemput Sang Mawar. Anggur dari alam fana ini, [4] terkadang membuat pening kepalamu. Akhirnya, kau masuki Kedai Keabadian. Bagaikan sebatang panah [5] melesat engkau dari busur, tepat menghunjam ke inti kebahagiaan. Alam bayangan ini memberimu bermacam isyarat palsu. Tapi telah berpaling engkau dari maya, dan melangkah ke hadirat kesejatia...