Postingan

Menampilkan postingan dengan label seruan

Terbanglah Wahai Jiwa

Gambar
Foto oleh Rejaul Karim dari Unsplash Mengapakah jiwa tak terbang mengangkasa, ketika dari Hadirat yang Agung,    sebuah ajakan nan ramah: 'Naiklah!'    tertuju padanya?    Mengapa seekor ikan    tak melompat dengan gesit,    dari tanah yang kerontang ke dalam air,    ketika sampai ke telinganya,    suara debur ombak    dari lautan yang dingin ? Mengapakah seekor elang tak melesat    dari sarangnya, menuju lengan Sang Raja;    ketika didengarnya suara genderang,    memberi perintah, 'kembalilah' ? Mengapakah tak setiap pejalan menari, bagaikan pendaran zarah, di hadapan Matahari Keabadian; yang menyelamatkannya dari kelapukan? Di hadapan yang Maha Agung dan Maha Indah, yang Maha Cantik,   Sang Penganugerah kehidupan. Sungguh kejahilan dan kemalangan, jika terlepas dari-Nya. Terbang, terbanglah wahai burung, menuju ke rumah sejatimu. Karena telah terlep...

Rintihan Seruling Bambu

Gambar
Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber dari api, bukannya angin. Apa gunanya hidup seseorang yang tak lagi ada apinya? Adalah api cinta yang menghidupkan nyanyian sang seruling. Adalah ragi cinta yang membuat anggur teras...

Seandainya Sempat Kau Kenali

Gambar
Seandainya sempat kau kenali dirimu sendiri, walau sekejap. Seandainya sempat kau tatap --walau sekilas-- keindahan wajah sejatimu sendiri. Maka takkan lagi kau tertidur didalam campuran lempung dan air ini, bagaikan seekor hewan; kau kan bertolak ke rumah kebahagiaan bersama jiwa-jiwa nan indah. Kau harus telusuri jalan sampai ke sudut-sudut terjauh dirimu sendiri, agar diri sejatimu terejawantahkan; karena Khazanah Tersembunyi masih tersimpan di dalam dirimu. Seandainya engkau hanya terdiri atas sesosok tubuh, maka takkan pernah kau dengar kabar mengenai jiwa seandainya engkau hanya jiwa saja maka engkau sudah dalam kebahagiaan bersama dirimu sendiri. Seperti orang lain kau berhadapan dengan kebaikan dan kejahatan; kau hadapi semua itu  dengan apa yang ada pada dirimu. Seandainya engkau itu suatu jenis sayuran, maka kau miliki suatu cita-rasa khas; seandainya engkau itu sebuah periuk maka ada panas yang pas  untuk membuatmu men...

Sebuah Panggilan dari Semesta tak Kasat Mata

Seekor merpati, yang masih belajar terbang, mendadak membelah udara, melesat ke angkasa --ketika didengarnya sebuah siulan: sebuah panggilan dari semesta tak-kasat mata. Ketika Sang Kekasih, dambaan segenap semesta mengirimkan utusan yang berkata, "Kembali lah kepada-Ku," tak pelak lagi jiwa si murid langsung terbang. Tak mampu dia tahan lonjakan ke atas, ketika sayapnya diberi tarikan seperti itu; tak mampu dia cegah, ditembusnya hijab raga ketika datang pesan seperti itu. Sungguh mencengangkan, Rembulan yang menarik semua jiwa itu. Sungguh mencengangkan, Jalan rahasia, yang melaluinya, jiwa-jiwa itu dilintaskan. Kasih sayang Ilahiah berkirim pesan, "Kembali lah kemari, karena di dalam penjara sempit itu jiwamu berguncang gelisah. Tapi seperti di dalam rumah tanpa pintu, kau bagaikan burung tanpa sayap; kau yang seharusnya melayang di udara telah terjatuh begitu rendah. Akhirnya, kegelisahan membuka pintu welas-asih: terus kepakkan sayapm...

Kegaduhan Sebelum Waktu Sahur

Seorang lelaki memukul-mukulkan tongkat ke gerbang pagar, di depan sebuah rumah-gedung besar, sambil berseru,  "sahur, sahur..." Sedang dia asyik menabuh besi pagar, seorang tetangga berkata kepadanya: "Wahai peminta-minta, sekarang belum masuk waktu sahur, jadi jangan gaduh; Lagi pula, wahai fakir, perhatikan lah, tiada orang menghuni rumah itu, isinya cuma setan dan hantu, percuma saja kegaduhanmu. Tak ada disitu telinga, yang dapat mendengar tabuhanmu; tak ada disitu akal, yang dapat mengerti tujuanmu." Lelaki pembuat kegaduhan itu menjawab, "Kudengar perkataanmu, kini perkenankan kujawab, agar engkau tak heran atau bingung. Walaupun menurutmu kini masih tengah-malam, tapi kulihat fajar segera merekah. Kulihat segala kekalahan segera berubah menjadi kemenangan, di mataku, semua malam segera kan berubah menjadi siang. Bagimu air Sungai Nil memerah, bagiku itu bukan darah, tapi air segar. Menurutmu, pagar besi ini keras; tapi ...

Siapakah yang Tuli?

Yang berpanjang angan itu seperti orang tuli: sering didengarnya tentang kematian, tapi itu tak membuatnya sadar tentang kematiannya sendiri, atau bersiap menghadapi ajalnya. Tamak membuat orang buta: kelemahan orang lain dicermati dengan teliti, lalu disiarkan kemana-mana; seraya sedikit pun tak menyadari kelemahan dirinya sendiri. Alangkah anehnya, jika ada orang telanjang tapi takut bajunya robek. Pencinta dunia itu orang rudin dan ketakutan, sejatinya tak sesuatu pun dimilikinya, tapi dia takut hartanya disasar pencuri. Orang lahir dengan polos dan pergi dengan telanjang; diantara dua kejadian itu, kehidupan dunia dilaluinya dengan cemas, takut hartanya hilang. Saat saat ajal tiba, ketika ratusan orang meratap, jiwanya sendiri mentertawakan ketakutannya. Ketika itu, pecinta dunia baru sadar: tak sedikit pun dia miliki emas-permata; demikian pula, seorang yang cerdik sekali pun, tahu dia tak bisa menyiasati. Amatilah anak kecil yang bermai...

Rintihan Tawanan Dunia

Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini. Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian. Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata. Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana;                      [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu.                [2] Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagia kan datang menggantikan kesedihanku. Wahai  qalb: mengingat ini tentang kita berdua semata, tentang warta yang datang padamu di tengah malam: akan kuikuti pesan itu, sebagaimana yang kau pahami. Jika nanti sayapku telah kembali tumbuh menggantikan k...

Bantuan Berupa Penundaan

Gambar
Bicarung, Pasir Angling, 2024 Tak terhitung banyaknya hamba yang taat, menjerit dalam do'a, sehingga kabut ketulusan membubung ke langit. Dan dari rintihan penyesalan dosa, naik wewangian melampaui atap langit. Sehingga para malaikat yang patuh memohon kepada Rabb, seraya berkata, "Wahai Engkau yang menjawab semua do'a wahai Engkau yang perlindungannya didambakan, Seorang hamba-Mu yang taat tengah memohon dengan berendah hati, tak digantungkannya harapan kecuali kepada-Mu. Engkau Sang Penganugerah limpahan bahkan kepada mereka yang asing pada-Mu, setiap pendamba memperoleh dambaannya dari-Mu." Rabb  bersabda, "Bukanlah karena dia tercela, sehingga anugerah-Ku baginya ditunda: penundaan itu adalah sebuah bantuan. Kebutuhannya membawa dia dari kelalaiannya kepada-Ku, terseok-seok merayap dia ke jalan-Ku. Seandainya langsung Ku-penuhi keperluannya, segera dia berbalik: tenggelam kembali dalam permainan hidupnya. Walaupun dia merintih, dar...

Sesuai Ciri Masing-masing

Nuh a.s, terus-menerus menyeru umatnya kepada Allah selama sembilan-ratus tahun; tetapi, hari demi hari, penolakan mereka semakin meningkat. Apakah pernah dia menarik kembali seruannya? Apakah lalu dia berpangku-tangan, menyepi masuk gua? (Dia a.s. seperti berkata:) “apakah sebuah karavan tak melanjutkan perjalanan karena gonggongan dan dengkingan anjing? Pada malam terang-purnama, apakah raungan anjing dapat menunda perjalanan rembulan?” Rembulan memantulkan cahayanya; anjing menggonggong: setiap hal berlangsung sesuai dengan ciri masing-masing. Sumber: Rumi, Matsnavi V 10 -14 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson .

Aku di Sini (labbayka)

Gambar
Suatu malam, seorang lelaki merintihkan,  "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban,  'Aku di sini,'  untuk semua rintihan,  'Yaa Allah- mu?' Tiada satupun jawaban datang dari  'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan  'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali  dzikir- mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban  'labbayka'  (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari gerbang-Nya." Nabi Khidir menjawab, "Allah bersabda: rintihan  'Allah'- mu itu adalah  'labbayka' -Ku, dan permohonan, duka serta semangatmu adalah utusan-Ku kepadamu. Gerakan dan upayamu untuk meng...