Postingan

Menampilkan postingan dengan label ciptaan

Prasangka Kemandirian Diri

Gambar
Seandainya kepandaian dan hikmah sungguh-sungguh milikku sendiri, tentu seluruh pertimbangan dan rencana dalam hidupku dapat kukendalikan sepenuhnya. Di malam hari, takkan kesadaranku menghilang diluar kemauanku; dan semua inderaku takkan lepas melayang karena seluruhnya dapat kuamankan didalam sangkar kemauanku. Akan kusadari semua tahap perjalanan yang ditempuh oleh jiwaku; baik saat ku tak sadar, dalam tidur, atau saat bala-bencana tiba. Tapi karena tanganku telah dikosongkan dari kemampuan melepas atau menggenggam, oleh kuasa-Nya yang Maha Berdaulat; maka aku terheran-heran,  darimana datangnya prasangka akan kemandirianku itu? Sumber: Rumi: Matsnavi   VI: 2324 - 2327 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski dari The Rumi Collection ,  Threshold Books, 1998.

Ketundukan Nuh

Gambar
Nuh,  alaihi salam, berkata: "Tak kutujukan tatapanku selain pada-Mu; jika aku sedang tampak demikian, itu hanya sarana, karena sebenarya hanya Engkau sasaran sejati pandangan-Ku. Aku cinta pada penciptaan-Mu: baik pada saat penuh rasa syukur, maupun ketika sabar sedang diperlukan. Bagaimana mungkin kuikuti mereka yang tak beriman,  dengan terhijab pada mencintai ciptaan-Mu." Terpujilah mereka yang mencintai penciptaan-Nya; sedangkan yang hanya mencintai ciptaan-Nya tergolong kaum yang tengah kehilangan keyakinan. Catatan: "Dan buatlah bahtera bersama pengawasan Kami dan wahyu Kami..." (QS Huud [11]: 37). Sumber: Rumi: Matsnavi  III: 1359 - 1361. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski, dalam "Rumi: Jewels of Rememberance," Threshold Book, 1996, dari Terjemahan Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Yahya Monastra. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.

Jika Kau Dambakan

Gambar
Jika kau dambakan dirimu yang sejati, keluarlah dari jasadmu. Tinggalkan di belakang  aliran kalimu yang dangkal dan mengaruslah engkau ke dalam sungai yang dalam dan lebar. Jangan rela sekedar menjadi seekor kerbau yang menghela bajak di sawah, ber- thawaf -lah engkau bersama bintang-bintang yang bertasbih-berputar di atasmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#62 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski.

Sebuah Do'a Pemberian-Mu

Gambar
Wahai  Rabb, sungguh Rahmat-Mu tercurah bukan karena amal kami, tapi karena limpahan-Mu yang penuh rahasia.         [1] Genggam lah ke dua tangan kami, selamatkan kami  dari apa-apa  yang ke dua tangan kami telah lakukan; angkat lah hijab kami kepada-Mu, dan jaga lah hijab kami  agar tak  robek, itu akan  mempermalukan kami.   [2] Selamatkan kami dari keakuan diri; tajamnya bagai ujung pisau yang menusuk ke tulang kami. Wahai Sang Raja, yang tak bermahkota, tak bertahta, siapa kah  yang  dapat lepaskan  rantai pengikat ini,                   [3] dari diri kami yang tak berdaya? Siapa kah yang se-Pemurah Engkau, wahai Maha Pengasih, yang dapat membebaskan kami dari penjara sekuat ini?            [4] Palingkan lah wajah kami dari menghadap ke diri sendiri menjadi menghadap  kepada-Mu; karena sesungguhnya Engka...

Rahmat-Nya yang Tersembunyi

Gambar
"Pelana" G. Gede, Juli 2023 Engkau bagai Langit dan aku seperti Bumi, yang terpesona pada apa-apa yang Kau tumbuhkan dalam hatiku. Haus aku, kering bibirku, hanya rahmat-Mu berupa hujan yang dapat mengubah bumi  menjadi sebuah taman mawar. Karena-Mu ia mengandung sesuatu dan Engkau lah yang tahu bebannya. Ia bergetar, ia berputar, ia merintih, ia melahirkan suatu dambaan Ilahiah. Sang Kekasih merawat pecinta-Nya dan melimpahi mereka bermacam hidangan. Terkadang diikat-Nya mereka dengan tali nalar fikiran; kali lain dibebaskannya mereka agar menari. Pandang lah taman penuh aneka bunga, tak mampu mereka menahan luapan kegembiraan. Pandang lah kuasa Ilahiah Sang Tunggal mengubah tanah lempung hina  menjadi bentuk yang anggun. Semua yang kita tatap ini adalah hijab dari Matahari yang tak pernah tenggelam itu; Matahari yang sudah ada sejak awal, dan dengan diam-diam --pada saatnya--akan Dia ungkapkan apa-apa yang telah ditanam. Sumber: Rumi:   Divan-i Syamsi Tabriz, ...

Istimewanya Al-Fatihah

Gambar
Al-Fatihah itu istimewa didalam  menarik kebaikan dan menghindarkan kejahatan. Jika apa saja selain Tuhan tampil padamu, itu dampak dari  khayal -Nya; dan jika apa saja yang selain Tuhan lenyap dari pandanganmu, itu karena dibangunkan-Nya engkau kepada apa yang  haqq . Sumber: Rumi:   Matsnavi   VI: 3355 - 3356 Terjemahan Camille dan Kabir Helminski dalam  Rumi: Jewels of Rememberance" Threshold Books, 1996 Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra.

Dengarkan lah, ke Arah Mana Ia Berayun

Terpuji lah yang Maha Suci, sang Pencipta yang Gaib: dibangunnya istana Sabda. Ketahuilah, sabda itu bagaikan suara pintu yang terdengar dari istana rahasia; coba lah untuk mencermati, apakah itu suara pintu yang tengah membuka atau menutup. Suara pintunya dapat didengar tapi pintunya sendiri tak tampak: kau dengar suara pintu itu tapi pintunya sendiri tak terlihat. Ketika alunan nada dari harpa kebijaksanaan mulai terdengar berdenting, cermati baik-baik: ke arah mana Pintu Surga tengah berayun. Karena letakmu jauh dari pintu itu, dengarkan lah suaranya dengan penuh perhatian. Sumber: Rumi: Matsnavi  VI: 3481 - 3485 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski, dalam Rumi; Jewels of Rememberance Threshold Books, 1996 berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra.

Kebajikan Air

Gambar
Diturunkan air berbentuk hujan dari langit penuh bintang,           [1] agar ia membersihkan kotoran dan ketidak-murnian. Pandang lah bagaimana air membasuh ketidak-sucian; dan bagaimana Allah Maha Tinggi memurnikan air itu sendiri dan ketidak-murniannya. Tak diragukan lagi, Allah Maha Tinggi itu paling Murni dan Suci. Ketika air memerangi ketidak-murnian dan menjadi kotor - sedemikian rupa         [2] sehingga tak bisa lagi ia membersihkan - Allah Maha Penyayang membawanya ke Samudera Kebenaran: disana Hakikat Air memurnikannya kembali.       [3] Tahun berikutnya, dia akan datang kembali, memakai jubah yang bersih,         [4] panjang menjuntai. Bertanya Bumi kepadanya, "Kemana saja engkau pergi?" Dan dia menjawab, "Ke dalam Samudera Kebaikan yang manis. Kotor aku ketika bertolak dari tempat ini, Lalu aku dimurnikan. Dipakaikan padaku jubah kehormatan....

Bersama dengan-Mu

Gambar
Bersama dengan-Mu adalah satu-satunya sumber kebahagiaanku. Karena semua selain Engkau adalah bentuk, tapi hanya Engkau yang sungguh  Haqq . Jangan pernah pisahkan aku dari-Mu, karena tak mungkin sebuah kapal berlayar tanpa air. Aku sebuah kitab yang cacat, tapi ketika Engkau yang membaca, Kau pulihkan aku. Yusuf selamat                    [1] walau dikepung seratus serigala ketika Engkau yang menjadi gembala. Setiap kali Engkau bertanya, "Bagaimana kabarmu?" wajahku memucat dan air-mataku bercucuran. Ke dua hal itu hanya lah tanda bagi mereka yang kasar dan rendah; apa lah artinya tanda-tanda bagi-Mu, yang tak memerlukan satu pun tanda. Kau dengar bisikan tak terucapkan, Kau baca niat tak tertulis. Kau perlihatkan visi di luar tidur; tanpa air Kau perjalankan kapal. Wahai diriku: diam lah, karena dari ketiadaan telah ti...

Cadar Raga

Janganlah kau bosan bersamaku, sungguh aku seorang saksi yang indah. Sang Maha Pencemburu telah sembunyikanku di balik sebuah cadar. Pada hari kutanggalkan cadar raga ini, akan kau saksikan bagaimana cemburunya rembulan dan bintang-bintang padaku. Basuhlah wajahmu dan murnikan dirimu sehingga kau bisa saksikan aku. Atau menjauhlah engkau dariku, karena aku adalah saksi bagi diriku sendiri. Aku bukanlah saksi yang esok akan pikun atau bungkuk karena tua. Aku kan selalu muda, menyegarkan, dan sedap dipandang. Jika cadar raga ini melapuk, sang saksi takkan beranjak menua; masa pakai cadar kan berakhir, tapi kami selamanya hidup. Ketika Iblis melihat cadar raga Adam, dia menolaknya. Adam berkata padanya, "Engkaulah yang tertolak, bukan aku." Sementara para malaikat bersujud dan berkata, "Kami telah temukan seorang saksi. Dibalik cadarnya terdapat sesosok pujaan yang sifat-sifatnya mempesona akal kami, maka kami bersujud padanya. Jika ke...

Saksi Terkasih

Gambar
Muhammad (saw) itu pemberi  syafa'at atas segala jenis aib, karena tatapannya tak pernah teralihkan  pada hal lain: senantiasa tertuju pada wajah  Rabb. Di tengah kegelapan malam alam dunia ini, dimana matahari  al-Haqq  terhijab, dia menatap  Rabb, dan meletakkan harapannya kepada-Nya. Pandangannya senantiasa disegarkan oleh makna sejati  "bukankah telah Kami lapangkan dadamu?"   [1] dilihatnya hal-hal yang tak mampu Jibril tatap. Sang yatim, yang kepadanya  Rabb  limpahkan kesegaran pandangan, menjadi mutiara yatim  tunggal, yang dianugerahi panduan Ilahiah. Cemerlang cahayanya mengatasi mutiara lain, karena yang dikehendakinya adalah kehendak yang paling mulia. Seluruh kedudukan  ruhaniah  para abdi Allah jelas belaka bagi sang Nabi, karenanya  Rabb  menggelarinya: sang Saksi .   [2] Senjata sang Saksi adalah lisan yang tulus dan pandangan yang tajam-- yang dari penjagaan...