Postingan

Menampilkan postingan dengan label pohon

Do'a Berwujud Penghambaan

Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna. Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda,  "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran --kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Catatan: [1]  Merujuk pada saat jelang lahirnya Isa ibn Maryam, ketika dengan merendah Maryam berkata, "... Wahai betapa baiknya jika aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."  (QS Maryam [19]: 23) Lalu: "Maka dia (Jibril) berseru dari tempat yang rendah, 'jangan lah engkau bersedih hati, sesungguhnya Rabb-mu telah jadikan anak sunga...

Tongkat Musa

Gambar
Pernah kuberada di taman-Mu, di bawah pohon, yang kabulkan semua keinginan. Sepenuh diriku terbakar, sehingga ku menari tanpa musik. Kini aku sesosok bayangan, kumenari seiring cahaya Matahari: kadang kuberbaring di tanah, kadang kuberdiri-terbalik, di atas kepalaku; kadang aku memanjang, kadang aku memendek. Bagai gerakan cahaya dan bayangan, melintas permukaan bumi, kujelajahi zaman. Aku lah pangeran Mesir, dan pemandu Bangsa Israil. Bagi para ulama, aku lah sang Pembawa Sabda. Terkadang aku jadi Kalam. Terkadang aku jadi tongkat di tangan Musa. Terkadang aku jadi naga, membelah jalanku menerobos gurun. Jangan pernah cari Cinta, dengan bersandar pada tongkat-kayu fikiran; guna tongkat-kayu itu, hanya untuk memandu jalan orang buta. Yang kudamba hanyalah isyarat-Mu: satu anggukan dari-Mu, maka jiwaku kan bebas. Tidaklah dari sini kuberasal, aku pengelana yang singgah sejenak. Tersaruk berjalan, buta, tak tentu arah. Mendamba uluran tangan-Mu, membimbingku, melangkah. Sumbe...