Postingan

Menampilkan postingan dengan label al-Kautsar

Mencermati Ketiadaan

Gambar
Semua yang mempesonamu,  pada wajah-wajah cantik, adalah Cahaya Sang Matahari  terpantul pada kaca prisma. Beragam corak kaca  membuat Cahaya tampil beraneka-warna. Ketika prisma kaca beraneka-warna tak lagi ada, barulah Cahaya tanpa-warna mempesonamu. Bangunlah kebiasaan  menatap Cahaya tanpa prisma kaca, sehingga ketika prisma kaca itu remuk, tak lagi engkau buta. Selama ini engkau puas dengan pengetahuan yang kau dapat dari orang lain: matamu dapat memandang karena adanya cahaya lampu orang itu. Dia mengambil lampu itu, agar kau ketahui bahwa engkau seorang peminjam bukan pemberi yang murah hati. Jika semua pemberian itu telah engkau syukuri dengan sungguh-sungguh beramal, tak perlu kau tangisi kehilangan itu; karena Dia akan menggantinya seratus kali lipat. Tetapi jika selama ini kau tak pandai bersyukur, kini saatnya meneteskan air mata darah, karena keunggulan jiwa dihapuskan dari mereka yang tak bersyukur. Dia menghapus ...

Tiada Sedikit pun Mencukupi tanpa Kehendak Allah

Telah panjang-lebar kita berbicara, tetapi sungguh penyiapan diri kita untuk menempuh jalan yang membentang di depan tidaklah cukup: tiada sedikit pun mencukupi tanpa kehendak Allah! Tanpa kehendak Allah dan mereka yang dipilih-Nya, siapa pun diri kita, lembaran kita tetaplah hitam. Yaa Allah, kelimpahan-Mu memenuhi setiap kebutuhan, tidaklah diizinkan untuk menyebutkan sesuatu pun di sisi-Mu. Alangkah berlimpahnya petunjuk yang telah Kau anugerahkan; selama ini telah Engkau tutupi begitu banyak aib dan cacat-cela kami. Karena setitik pengetahuan yang telah Engkau berikan sebelum kami disini— sampai kini rindu kami bersatu dengan lautan-Mu. Setitik pengetahuan yang berada di dalam jiwa kami ini: bebaskan dia dari syahwat dan kungkungan tanah-liat ini. Sebelum tanah-liat ini menghirupnya-habis, sebelum angin ini menyapunya. Sungguhpun, ketika dia tertiup j...