Postingan

Menampilkan postingan dengan label hidangan

Harapan telah Tiba

Gambar
Wahai jiwaku, janganlah berputus-asa, harapan telah tiba. Yang Maha Pengasih, harapan setiap jiwa, telah tampil dari semesta tak-nampak. Janganlah berputus-asa, walau Siti Maryam tak lagi genggam jemarimu, cahaya yang menarik Isa ke langit telah tiba. Jangan lah berputus-asa, wahai jiwaku, walau pun gelap sumur-penjara-mu kini, sang Raja yang membebaskan Yusuf telah datang. Ya'qub telah membuka hijab uzlah nya. Yusuf yang menyingkap hijab Zulaikha telah tiba. Wahai engkau yang habiskan malam hingga fajar, dalam rintihan, "Wahai Rabb;" yang Maha Pengasih mendengar permohonanmu itu, dan telah datang. Wahai sakit, yang telah menua bersamamu, bergembiralah, obatmu telah tiba. Wahai gerbang nan rapat terkunci, terbukalah, karena rahasia telah tersingkap. Engkau yang telah berpuasa, menahan diri dari Meja Perjamuan, berbuklah dengan gembira, karena hari pertama pesta telah tiba. Diamlah,  dan tetaplah di...

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Gambar
Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jaga lah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jaga lah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan yang akan menanti di kebangkitanmu dan bukannya Akal Sejati-mu, di rumah berhala dan bukannya di Ka'bah. Ketika engkau berpuasa, akhlak yang baik berkumpul di sekitarmu, bagaikan pembantu, budak dan penjaga. Teruskan lah berpuasa, karena ia adalah segel Sulaiman. Jangan serahkan segel itu ...

Do'a Berwujud Penghambaan

Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna. Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda,  "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran --kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Catatan: [1]  Merujuk pada saat jelang lahirnya Isa ibn Maryam, ketika dengan merendah Maryam berkata, "... Wahai betapa baiknya jika aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."  (QS Maryam [19]: 23) Lalu: "Maka dia (Jibril) berseru dari tempat yang rendah, 'jangan lah engkau bersedih hati, sesungguhnya Rabb-mu telah jadikan anak sunga...

Harapan telah Menyingsing

Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan,  "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuh lah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbuka lah, karena kuncimu telah ditemukan. Wahai diri yang berpuasa, menahan-diri dari hidangan di Meja Terhormat, berbuka lah dengan gembira, karena hari raya pertama telah dimulai. Kini, hening lah, hening lah: karena kebajikan dari perintah  "kun,"  telah membuat hening...

Selamatkan Diri dengan Berniaga

Gambar
Wahai makhluk duniawi yang suka berniaga, dapatkah kau menjual sesuatu manakala tak ada pembelinya? Banyak pengunjung pasar yang hanya melihat-lihat, tapi tak mampu membeli. Mereka mondar-mandir, pura-pura menawar, hanya untuk habiskan waktu, atau sekedar iseng. Karena tengah bosan, mereka berpura-pura tertarik daganganmu, menanyakan padamu berapa harganya; tapi sebenarnya tak ada yang mereka cari. Barang dagangan diperiksanya berkali-kali, tapi selalu dikembalikan kepadamu; panjang-lebar kain dia ukur, tapi tak ubahnya dia mengukur angin. Sungguh jauh bedanya pendekatan dan tawar-menawar seorang pembeli, dengan keisengan seorang yang sedang bosan. Karena tak dimilikinya harta sedikitpun, ucapannya ingin membeli selembar baju hanya bualan saja. Dia tak punya modal untuk berjual-beli, lalu apa bedanya orang malang ini dengan sesosok bayangan? Modal berjual-beli di pasar alam-dunia ini adalah emas; sedangkan modal untuk alam-akhirat adalah cinta...

Mereka yang Merendahkan Pandangannya

Pengalaman  ruhaniyah  itu bagaikan para bidadari yang merendahkan pandangannya, mereka tak menampakkan diri kecuali kepada pemiliknya.    [1] Anggur  yang membawa kepada pengalaman itu,    [2] bagaikan  para bidadari yang merendahkan pandangannya, sementara wahana-wahana yang menghijabnya dari penglihatan bagaikan  tenda-tenda     [1] Sungai-besar itu bagaikan tenda,    [3] di dalamnya terdapat kehidupan bagi unggas-air,  dan kematian bagi burung gagak. Racun itu bagai gula-gula bagi ular tapi penderitaan dan kematian bagi yang lain. Bentuk dari setiap keberuntungan dan bencana itu bagaikan surga bagi seseorang atau neraka bagi orang lain. Karena itu, sungguhpun kau tatap berbagai bentuk dan benda, dan terdapat hidangan atau racun di dalam semua ciptaan itu-- kau tidak melihatnya. Setiap orang itu bagaikan cangkir atau cawan, di dalamnya terdapat makanan bergizi dan hal yang membawa terbakarnya...

Adab Bersantap

Gambar
Sang  Quthb  itu bagaikan singa, berburu merupakan urusannya; yang lainnya--para pejalan-- memakan sisa-sisanya. Sejauh kemampuanmu, upayakanlah memuaskan sang  Quthb, sehingga dia mendapat kekuatan dan memburu binatang-binatang buas. Ketika dia sakit, mereka jadi tak ternafkahi, karena semua makanan yang disediakan bagi kerongkongan datang dari tangan sang Akal. Mengingat pengalaman  ruhaniyah yang terjadi pada orang-orang lain hanyalah sisa-sisanya, maka camkanlah hal ini; jika hatimu juga mengidamkan hidangan ruhaniyah. Dia bagaikan sang Akal, sedangkan para pejalan itu bagaikan anggota-anggota tubuh: pengaturan tubuh itu bergantung kepada sang Akal. Kelemahan sang  Quthb terletak pada tubuhnya, dan bukan bersifat  ruhaniyah; kelemahan itu pada bahtera, bukannya pada Nuh. Sang  Quthb  berputar mengedari dirinya sendiri, sementara di sekitarnya berputar benda-benda angkasa. Ulurkanlah bantuan untuk memperbaik...

Mari Bermohon Agar Dianugerahi Adab

Marilah kita mohon, agar Tuhan menolong kita mengendalikan diri: orang yang tak mengendalikan diri dijauhkan dari karunia Rabb. Orang yang tak beradab tidak hanya merusak dirinya sendiri, tetapi dia juga membakar seluruh dunia. Semeja-penuh hidangan turun dari langit tanpa diupayakan, dan tanpa jual-beli, Ketika sebagian kaum Musa a.s. —yang berwajah bagaikan rembulan— berseru tanpa-hormat: “Manakah bawang-putih dan kacang adasnya?” [1] Seketika roti dan hidangan dari langit terhenti: sejak itu yang tersisa bagi mereka adalah beban menanam dan berpeluh dengan beliung dan sabit. Kemudian, ketika Isa a.s. memohon, Tuhan mengirimkan berbaki-baki makanan dan kelimpahan dari langit. Tapi, sekali lagi, sebagian kaum yang tak-beradab, tak memperlihatkan rasa hormat: dan bagaikan pengemis, merampas hidangan, Walaupun Isa a.s. mencegah mereka dengan berkata, “Ini akan terus berlangsung dan tak akan menghilang dari muka bumi.” Bersikap curiga dan rakus di meja Yang Maha Agung sungguh tida...