Postingan

Menampilkan postingan dengan label ruh

Rintihan Seruling Bambu

Gambar
Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber dari api, bukannya angin. Apa gunanya hidup seseorang yang tak lagi ada apinya? Adalah api cinta yang menghidupkan nyanyian sang seruling. Adalah ragi cinta yang membuat anggur teras...

Cinta itu Lautan Tak Bertepi

Gambar
Cinta itu lautan tak bertepi, di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf. Ketahui lah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku. Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan? Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh? Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam? Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang. Setiap  zarah  tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas. Bergegasnya mereka adalah sebuah  takbir   batiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh. Sumber: Rumi:   Matsnavi  V: 3853 - 3859 Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.

Do'a Berwujud Penghambaan

Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna. Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda,  "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran --kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Catatan: [1]  Merujuk pada saat jelang lahirnya Isa ibn Maryam, ketika dengan merendah Maryam berkata, "... Wahai betapa baiknya jika aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."  (QS Maryam [19]: 23) Lalu: "Maka dia (Jibril) berseru dari tempat yang rendah, 'jangan lah engkau bersedih hati, sesungguhnya Rabb-mu telah jadikan anak sunga...

Lepaskanlah Beban

Gambar
foto oleh Pommelien da Costa Cosme dari Unsplash Lepaskanlah beban kehidupan ini, agar dapat kukunjungi taman kaum yang shaleh. Lalu, bagai  ashabul-kahfi, kutelusuri jalan penuh karunia ketika tak lagi kuterjaga, bukan pula kutertidur. Ku kan berbaring ke sebelah kanan, atau ke sebelah kiri; tak akan aku berguling bagai bola, kecuali tak sengaja. Seperti itulah, wahai  Al-Hakim, Engkau membolak-balikkan aku kadang ke kanan, kadang ke kiri.  [1] Ratusan ribu tahun aku melayang kesana-kemari, bak debu di udara.  [2] Telah kulupakan keadaan saat itu, tapi ketika jiwaku tengah lebur, dibawa aku kembali ke sana, dan perlahan ingatanku pulih. Setiap malam kudamba kemerdekaan dari salib bercabang empat ini,  [3] dan melesat dari wadah sementara yang sesak ini, menuju padang  ruhaniyah  nan lapang. Bersama sang juru-rawatku: tidur yang lebur, kuhirup kembali susu berupa pengetahuan masa-masaku yang telah berlalu, yaa  R...

Apa yang Kan Terjadi?

Jika bercerai engkau, dengan keruwetan pikiranmu, walau hanya satu jam saja; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika kau biarkan dirimu tenggelam, bagaikan seekor ikan kedalam lautan cinta Kami; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau hanyalah sepotong jerami; dan Kami Nyala Abadi. Jika  melompat  engkau  keluar, dari gubugmu yang hina untuk bersatu dengan nyala; menurutmu, apa yang kan terjadi? Telah ratusan kali kau nyatakan janji untuk berhenti membesar-besarkan diri, untuk merendah bagaikan Bumi. Jika sekali saja, engkau patuhi janjimu sendiri; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau bagaikan permata berharga, terkubur, tersembunyi di dalam kubangan lumpur. Jika engkau basuh semua ketidak-murnian dari wajahmu, yang sejatinya sangat elok; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika sebentar saja engkau tinggalkan keakuan dan kerakusanmu, kau pecahkan tamengmu sendiri, bangkit dalam sebuah pencarian untuk menyatu dengan yang ...

Lemparkanlah Tongkatmu

Sang Raja nan Maha Indah dan Penyayang telah berkenan menerimaku. Dia Sang Saksi cahaya hati, Sang Penyejuk dan Sahabat jiwa, Ruh bagi segenap semesta. Kujumpai Dia yang telah menganugerahkan hikmah kepada para bijak-bestari, kemurnian kepada orang-orang suci. Dia yang dipuja rembulan dan bintang-bintang. Dia yang kepadanya menghormat sekalian wali. Seluruh sel pada diriku berseru: Alhamdulillah, Allahu Akbar. Ketika Musa melihat pohon yang menyala, [1] dia berkata: "setelah menemukan anugerah ini, tak lagi kubutuhkan sesuatu yang lain." Tuhan berkata, "Wahai Musa, penjelajahanmu telah selesai. Lemparkanlah tongkatmu." [2] Pada saat itu Musa mengenyahkan dari hatinya semua teman, saudara, dan kerabat. Inilah makna dari tanggalkan ke dua terompahmu: [3] Hilangkan dari hatimu hasrat akan sesuatu pun di kedua alam. Sejatinya, ruang qalb itu diperuntukkan bagi-Nya semata. Hanya akan kauketahui hal ini melalui pertolongan para nabi. Tuhan berka...

Bahkan Isa putra Maryam pun Menyingkir

Gambar
Inilah kisah tentang Isa putra Maryam, ketika dia menghindar dari orang-orang dungu, menjauh, hendak mengungsi, ke puncak sebuah gunung. Isa putra Maryam bergegas-cepat mendaki sebuah gunung. Sedemikian bergegas, bagaikan dikejar seekor singa. Seseorang mengejarnya, dan menyapanya, “Salam untukmu. Tak kulihat sesuatu pun mengejarmu, mengapa engkau begitu terburu-buru?” Tetapi Beliau tetap berlari, sedemikian terburu-buru, tak mau berhenti untuk menjawab. Sang penanya bersikeras, terus dikejarnya Sang Nabi itu. Lalu, dia bertanya lagi, kali ini sampai harus berteriak: “Demi Tuhan,” serunya, “berhentilah sebentar!” “Sungguh aku bingung, apa yang membuatmu melarikan diri?” “Wahai Nabi nan mulia dan pemurah, Apa yang membuatmu bergegas-lari? Tak ada singa mengejarmu. Tiada pula ancaman atau wabah?” Sang Nabi menjawab, “Aku melarikan diri dari seorang yang tolol. Pergilah! Sedang kukhawatirkan keselamatanku, janganlah kau tahan aku lagi!” Orang itu bertanya lagi, “Tapi, bukankah engkau al-...

Dalam Dekapan Sang Kekasih

Akhirnya, berangkat engkau, bertolak ke alam tak-kasat mata. Sungguh mengagumkan, caramu tinggalkan alam-dunia. Kau kibaskan sayap dan bulumu, kau lepaskan diri dari sangkarmu. Mengangkasa engkau ke langit, kau capai alam jiwa. Pernah engkau bagai elang ningrat, dikurung seorang wanita tua.         [1] Lalu kau dengar genderang penyeru, [2] dan melesatlah engkau lintasi ruang dan waktu. Sebagai burung bulbul yang merindu, pernah kau terbang bersama para burung hantu. [3] Ketika harum semerbak berhembus dari taman mawar, segera engkau bertolak, menjemput Sang Mawar. Anggur dari alam fana ini, [4] terkadang membuat pening kepalamu. Akhirnya, kau masuki Kedai Keabadian. Bagaikan sebatang panah [5] melesat engkau dari busur, tepat menghunjam ke inti kebahagiaan. Alam bayangan ini memberimu bermacam isyarat palsu. Tapi telah berpaling engkau dari maya, dan melangkah ke hadirat kesejatia...

Yang Dapat Membuatkan Anak Kunci Untukmu

Ketika kucapai negeri-Mu ini, sengaja Engkau menjauh dariku. Ketika kubertolak dari negeri-Mu ini, tak sedikitpun Kau sudi melirik. [1] Apapun yang Kau berikan, ketika Engkau ramah, atau merendahkan: selalu itu sesuai keperluanku, Engkaulah kelezatan hidangan. Cemburu-Mu, karena Engkau tersembunyi; [2] atau, dengan kata lain: Sementara Engkau memanifestasi pada setiap zarah, Engkau tersembunyi bagaikan matahari. Ketika Engkau tersembunyi, bukankah Engkau pujaan para Pangeran? [3] Dan jika Kau singkap hijab-Mu, sebenarnya telah Kau singkap hijab semua makhluk. Engkaulah yang mempermalukan hati kaum kufur, [4] khamr -Mu lah yang memabukkan [5] mereka yang beriman. Engkaulah yang menanggalkan seluruh indera, Engkaulah yang meleburkan semua yang Kau tarik kepada-Mu. [6] Semua mawar mangsa bagi musim dingin, semua kecerdasan mangsa bagi khamr; [7] telah Kau tebus keduanya dari genggaman Sang Maut. Tiada mawar yang...

Khazanah Tersembunyi

Gambar
"Wahai Rabb," Nabi Dawud as, bertanya, "Karena Engkau sedikitpun tidak membutuhkan kami, maka jelaskanlah mengapa Engkau ciptakan ke dua alam?"   [1] Rabb menjawab, "Wahai insan, Aku adalah sebuah khazanah tersembunyi,   Ku-cinta jika khazanah kasih-sayang dan kepemurahan diungkapkan.   [2] Kutampilkan sebuah cermin: bagian mukanya adalah qalb, bagian belakangnya adalah alam dunia; Jika bagian mukanya tak engkau ketahui, maka bagian belakangnya tampak lebih baik."   [3] Jika jerami masih bercampur dengan tanah-liat, bagaimana mungkin cermin dapat berfungsi. Ketika engkau pisahkan jerami dari tanah-liat, cermin menjadi jernih. Buah-anggur tidak berubah menjadi minuman, seandainya tidak diragikan di dalam guci; Jika ingin qalb-mu tumbuh cemerlang, perlu engkau lakukan sedikit upaya. Kepada jiwa yang keluar dari tubuh, berkata Sang Raja: "Engkau datang sebagaimana eng...