Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kekasih

Mengapa Sedemikian Betah?

Gambar
  Sang Kekasih menatapku penuh sayang, dan berkata, "bisakah kau hidup tanpa Aku?" Kujawab tegas, "tanpa-Mu, bagiku bagai ikan tanpa air." "Jika begitu," Ia bertanya, "mengapa sedemikian betah kau tinggal di padang kering ini?" Sumber: Rumi: Rubaiyat #334. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star dan Shahram Shiva, dalam A Garden Beyond Paradise, Bantam Books, 1992.

Agar Sang Kekasih Berkenan

Gambar
  Siapakah yang akan menulis, pada lembaran yang telah dipenuhi tulisan? Siapakah yang akan menyemai, di lahan yang telah dipenuhi tanaman? Yang diperlukan adalah lembaran yang bersih dan lahan yang kosong. Jadilah bagai bumi yang lapang, agar Sang Kekasih berkenan menanam benihnya. Jadilah bagai sebuah halaman kertas kosong, sehingga kalam-Nya menuliskan tentang engkau. . Sumber: Rumi: Matsnavi   V: 1961 - 1963 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam buku Rumi's Little Book of Life: The Garden of Soul. the Heart and the Spirit, Hampton Road Publishing, Inc, 2012. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Gambar
Sumber Kaligrafi: gramatologia: Leão Tengah tercengkeram engkau dalam cakar seekor singa: sahabatku, janganlah kau harapkan kebahagiaan. Hanya kekerasan yang dapat tundukkan musuh tersembunyi dalam dirimu. Tidaklah seorang pembersih yang sedang memukuli karpet, mengarahkan pukulan tongkatnya padamu melainkan kepada debu di dalamnya. Egomu tersembunyi di balik berlapis hijab debu tak bisa semuanya dibersihkan sekaligus. Bersama setiap pukulan sedikit demi sedikit tanggal hijab dari wajah qalb -mu. Janganlah kau coba mengelak dengan menyelinap ke dalam tidurmu, cakar tajam Sang Kekasih akan mengejarmu sampai ke dalam khayal -mu. Tidaklah seorang pengrajin mengukir sebatang kayu dengan keji, tapi dalam rangka membentuk sebuah karya yang indah. Keras tangan Sang Kekasih adalah sebuah rahmat, sahabatku: Ia akan menghaluskanmu, dan pada akhirnya, memurnikanmu. Catatan: Pada sebuah bagian Masnawi -nya,  Rumi menyampaikan: Takdir itu bagaikan Singa, yang menyeret diri kita,  yang se...

Wahai Airmata yang Berlinang

Gambar
Wahai airmata yang berlinang, utarakanlah tentang cintaku  yang semakin berkembang: kepada taman itu, mata air itu, dan semua hal yang telah kusaksikan. Dan jika pada suatu malam, Kau ingat malam-malam itu: Tolong lupakanlah tentang  rendahnya adabku. Catatan: [1]    "Sesungguhnya al-mutaqiin itu didalam taman-taman dan mata-mata air. " (QS al-Hijr [15]: 45) [2]    Ini adab seorang arif billah, yang takut jika cintanya kepada ciptaan yang disediakan-Nya bagi orang yang bertakwa (taman dan mata-air surgawi) menghijabnya dari cinta kepada Sang Pencipta. Wallahu'alam. Sumber: Rumi: Rubaiyat #17 dari  Kolliyaat-e Shams-e Tabrizi Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,  Teheran, Amir Kabir, 1988. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Tenggelam dalam Rabb

Gambar
Bendunglah aliran gairah ketika arusnya membanjir, sehingga tak memalukan dan meruntuhkanmu. Tetapi, mengapa aku takut runtuh? Bukankah dibawah puing-puing keruntuhan diri,  khazanah tersembunyi telah lama menanti? Sang pencinta yang telah tenggelam dalam Rabb,   berharap agar tenggelam lebih dalam lagi. Sementara jiwanya naik turun dihempas gelombang,  masih dia sempat bertanya,  "Dimanakah yang lebih menyenangkan,  di puncak gelombang, atau di dasar laut?" Wahai qalb, kau akan pecah berkeping-keping oleh prasangka-buruk, jika masih  mengenali perbedaan rasa bahagia dan sengsara. Walaupun kehendakmu terasa manis; bukankah Sang Kekasih menghendakimu tanpa kehendak? Setiap bintang dari sisi-Nya  setara dengan nilai harta-tebusan seratus bulan baru: adalah hak-Nya memotong semua urusan duniawimu demi urusan dari-Nya. Agar mendapatkan ganjaran dan tebusan-Nya,...

Jika Tumbuh Gandum di Makamku

Gambar
Jika tumbuh gandum di makamku, dan darinya kau bakar roti, maka kan meningkat mabukmu. Adonan beserta pembuat rotinya akan jadi seperti gila; ovennya akan lantunkan puisi bagai seorang pemabuk. Jika kau ziarahi kuburku, batu nisanku akan mengajakmu menari, jadi bawalah serta gendangmu. Janganlah kau bersedih. Kau tengah diundang ke meja perjamuan Tuhan. Bahkan kematian tak mampu cegah dambaku akan kecupan manis Sang Kekasih. Jika kau robek kain kafanku lalu kau kenakan sebagai baju, maka gerbang akan terbuka dan akan kau dengar musik, yang berasal dari jiwamu,  memenuhi semesta. Aku diciptakan dari asyik-masyuknya cinta dan ketika ku wafat maka inti-sari diriku akan terbebaskan bagaikan wanginya mawar ketika kelopaknya diremas. Jiwaku segera melambung dan bergabung dengan tegak-melangitnya jiwa Syams at-Tabriz. Sumber: Rumi: Divan-ii Syamsi Tabriz, ghazal #683 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Az...

Jangan Takut

Gambar
Berpeganglah pada tali-kekang sang Kekasih dan jangan lah kau takut. Berpeganglah pada yang haqq di seberang yang batil dan janganlah kau takut. Ketahuilah,      untuk temukan Kekasih yang kau cari       kau harus temukan terlebih dulu dirimu sendiri. Berpeganglah pada kebenaran ini, dan jangan lah kau takut. Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#985  Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 2008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Shahram Shiva. 

Masih kah Mendua?

Gambar
Diberi engkau: dua tangan.  dua kaki  dan dua mata; tetapi jika yang hatimu dambakan dan yang Sang Kekasih kehendaki bagimu dua hal yang berbeda, maka apa manfaatnya itu bagimu?  Kau sebut dirimu seorang pencinta,  tapi ucapanmu itu hanya penghias bibir; jika kau pandang seorang pencinta sejati dan Sang Kekasih sebagai dua hal yang berbeda maka penglihatanmu mendua,  atau kau salah menghitung.  Sumber: Rumi: Rubaiyat #18.  Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 20008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris  oleh Shahram Shiva. 

Rintihan Seruling Bambu

Gambar
Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber dari api, bukannya angin. Apa gunanya hidup seseorang yang tak lagi ada apinya? Adalah api cinta yang menghidupkan nyanyian sang seruling. Adalah ragi cinta yang membuat anggur teras...

Siapakah Dia?

Gambar
di pantai Sancang, Garut Selatan, Juli 2024 Siapakah Dia? Yang memenuhi dada dengan kesedihan; lalu ketika engkau mengeluh-mengaduh pada-Nya, diubahnya kepahitanmu menjadi manis. Awalnya Dia tampil layaknya pengawas nan teliti; sampai akhirnya kau kan dapati Dia bagaikan sebuah Gudang Mutiara.                                 [1] Kekasih yang Maha Lembut: Engkau lah yang dalam sekejap mengubah keburukan menjadi kebaikan.    [2] Walau awalnya jiwa si hamba serendah setan, digubah-Nya jadi secantik bidadari.              [3] Sebuah pemakaman dibuat-Nya menjadi seindah pesta perkawinan.                [4] Dan Dia lah yang membuat orang yang mengetahui dan menguasai dunia terbutakan dari saat dia segumpal janin dalam rahim ibunya.               ...

Ku kan Berlari Cepat

Gambar
Ku kan berlari cepat, dan takkan ku berhenti, sampai aku bergabung dengan kafilahku.  [1] Ku kan lebur bagai udara dan musnah, hingga Sang Kekasih meraihku. Menyala gembira hatiku, bagai api yang memusnahkan rumahku, lalu berkelana aku ke gurun. Aku akan menjadi debu di tanah padang yang tandus sampai Kau buat aku menghijau teduh.  [2] Aku akan mengalir merendah bagaikan air bersujud sepanjang jalan menuju ke taman-mawar-Mu. Sejak aku jatuh dari langit             [3] gemetaran aku bagai butiran debu. Aku baru aman dan tenang           [4] jika kucapai Tujuan.                   Kudapati langit penuh hal mengerikan dan bumi tempat kehancuran; aku kan selamat dari ke dua bahaya ini ketika kuraih Sang Sultan.             [5] Di alam-dunia yang tersusun dari tanah dan air ini bercampur-baur kekufuran dan kehancuran, kulewati ...

Lukanya tak Tampak

Sang Kekasih adalah seorang Raja tapi singgasananya tersembunyi. Al-Qur'an sampaikan Kebenaran tapi keajaibannya terbungkus rapi. Anak-panah Cinta menembus hati setiap pencinta, Darahnya menetes, senantiasa, tapi lukanya tak tampak. Sumber: Rumi: Rubaiyat #210 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafi, dalam Rumi: Whispers of the Beloved, HarperCollins Publisher Ltd, 1999.

Cinta itu Lautan Tak Bertepi

Gambar
Cinta itu lautan tak bertepi, di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf. Ketahui lah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku. Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan? Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh? Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam? Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang. Setiap  zarah  tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas. Bergegasnya mereka adalah sebuah  takbir   batiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh. Sumber: Rumi:   Matsnavi  V: 3853 - 3859 Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.

Sebuah Do'a Pemberian-Mu

Gambar
Wahai  Rabb, sungguh Rahmat-Mu tercurah bukan karena amal kami, tapi karena limpahan-Mu yang penuh rahasia.         [1] Genggam lah ke dua tangan kami, selamatkan kami  dari apa-apa  yang ke dua tangan kami telah lakukan; angkat lah hijab kami kepada-Mu, dan jaga lah hijab kami  agar tak  robek, itu akan  mempermalukan kami.   [2] Selamatkan kami dari keakuan diri; tajamnya bagai ujung pisau yang menusuk ke tulang kami. Wahai Sang Raja, yang tak bermahkota, tak bertahta, siapa kah  yang  dapat lepaskan  rantai pengikat ini,                   [3] dari diri kami yang tak berdaya? Siapa kah yang se-Pemurah Engkau, wahai Maha Pengasih, yang dapat membebaskan kami dari penjara sekuat ini?            [4] Palingkan lah wajah kami dari menghadap ke diri sendiri menjadi menghadap  kepada-Mu; karena sesungguhnya Engka...

Sebuah Panggilan dari Semesta tak Kasat Mata

Seekor merpati, yang masih belajar terbang, mendadak membelah udara, melesat ke angkasa --ketika didengarnya sebuah siulan: sebuah panggilan dari semesta tak-kasat mata. Ketika Sang Kekasih, dambaan segenap semesta mengirimkan utusan yang berkata, "Kembali lah kepada-Ku," tak pelak lagi jiwa si murid langsung terbang. Tak mampu dia tahan lonjakan ke atas, ketika sayapnya diberi tarikan seperti itu; tak mampu dia cegah, ditembusnya hijab raga ketika datang pesan seperti itu. Sungguh mencengangkan, Rembulan yang menarik semua jiwa itu. Sungguh mencengangkan, Jalan rahasia, yang melaluinya, jiwa-jiwa itu dilintaskan. Kasih sayang Ilahiah berkirim pesan, "Kembali lah kemari, karena di dalam penjara sempit itu jiwamu berguncang gelisah. Tapi seperti di dalam rumah tanpa pintu, kau bagaikan burung tanpa sayap; kau yang seharusnya melayang di udara telah terjatuh begitu rendah. Akhirnya, kegelisahan membuka pintu welas-asih: terus kepakkan sayapm...