Postingan

Menampilkan postingan dengan label tahta

Melesatlah dengan Sujud

Jika telah kau tapaki jalan kebenaran melesat cepat engkau menuju ke rumah; ingatlah, jiwamu itu cahaya langit: ke langit engkau seyogyanya menuju. Singgasana langit tempat istirahmu: jangan malu, berdo'alah. Bagaikan bayangan yang menempel, seringlah lekatkan wajahmu ke tanah. Sumber: Rumi: Rubaiyat dari terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry dalam Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.

Dengan Cinta

Dengan cinta, dengan mahabbah, yang pahit jadi manis. Dengan cinta, tembaga jadi emas. Dengan cinta, yang keruh jadi jernih. Dengan cinta, yang sakit jadi sembuh. Dengan cinta, yang mati jadi hidup. Dengan cinta, sang raja jadi seorang hamba. Cinta, mahabbah, adalah buah pengetahuan. Tak pernah kebodohan dapat menaruh seorang pun di tahta itu. Sumber: Matsnavi II 1529 – 1530 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski, dalam Rumi: Daylight, Threshold Book, 1994. Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra.

Pukulan dari Langit

Gambar
Ketika sebuah pukulan dari Langit menghantam dirimu, bersiap-siaplah, karena setelah itu akan kau terima hadiah penghormatan. Karena tak mungkin Sang Raja menamparmu, tanpa memberimu sebuah mahkota dan sebuah tahta untuk diduduki. Seluruh alam-dunia hanya senilai  sebelah sayap kutu, tapi satu tamparan dapat memberimu ganjaran tak terperi. Cepatlah lepaskan lehermu dari rantai emas, yaitu dunia ini, dan terimalah tamparan dari Rabb. Para nabi telah menerima pukulan seperti itu di leher mereka, karenanya, kepala mereka tegak. Karenanya, wahai pencari, siapkan dirimu, selalu penuh perhatian: hadirkan dirimu, agar Dia temukan engkau di tempatmu. Jika tidak, Dia akan ambil kembali hadiah penghormatan itu, seraya berkata,  "tak Ku-temukan seorangpun disini." Sumber: Rumi , Matsnavi VI: 1638 - 1643 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson . Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski , dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Boo...