Kamis, 29 November 2012

Ke Arah Mana Hasratmu?


Sebagian kita betah berada di rumah,
sementara yang lainnya senang bepergian.

Hening menyepi di gunung,
nyaman bagi sebagian orang,
tapi membosankan buat yang lain.

Setiap kita diciptakan
untuk sebuah amal tertentu,
dan hasrat akan amal itu
ditaruh dalam hati kita.

Tak mungkin tangan dan kaki bekerja
tanpa digerakkan hasrat.

Jika kau dapati hasratmu mengarah ke Langit,
kepakkan sayapmu dan jangkaulah.

Tapi jika hasratmu mengarah pada sesuatu di bumi,
teruslah rintihkan permohonan ampun.

Orang bijak menangis, pada bagian awal jalan;
sementara orang bodoh menyesal pada bagian akhir.

Cermati baik-baik sejak awal,
akhir seperti apa yang kau hasrati,
sehingga tak ada penyesalan
pada Hari Perhitungan.


Sumber:
Rumi: Matsnavi  III: 1616 - 1619
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

1 komentar:

KISAH SUKSES IBU HERAWATI mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.