Selasa, 19 Oktober 2010

Hawa Nafsu: Induk Segala Berhala

Hawa-nafsumu adalah induk segala berhala:
berhala jasmaniah itu bagaikan ular,
sedangkan berhala batiniah itu bagaikan naga.

Hawa nafsu itu bagaikan besi dan batu 
untuk menghasilkan api: 
berhala jasmaniah itu nyala-api, 
yang akan padam jika disiram air.

Tetapi tidaklah mungkin menundukkan 
besi dan batu dengan air. 
Bagaimana insan yang sadar akan
keberadaan hawa-nafsunya pernah merasa aman?

Jika berhala jasmaniah itu bagaikan 
air-hitam di dalam kendi;
hawa-nafsu itu adalah pancuran
yang mengeluarkan air-hitam.

Jika berhala jasmaniah itu seperti aliran air-hitam,
hawa-nafsu penghasil-berhala itu bagaikan mata-air
yang penuh.

Hanya diperlukan sebutir batu untuk memecahkan kendi,
tapi bagaimana dengan pancuran yang terus 
memancarkan air-hitam itu?

Sangat mudah menghancurkan berhala jasmaniah, 
namun menganggap gampang menaklukkan hawa-nafsu,
itu prasangka yang bodoh, bodoh sekali.

Wahai anakku, jika engkau ingin tahu bentuk-bentuk
dari hawa-nafsu, pelajarilah tentang Neraka,
dengan ke tujuh pintunya.

Setiap saat, hawa-nafu mengeluarkan tipu-muslihat;
dalam setiap tipu-muslihat itu tenggelam
seratus Fir'aun bersama bala-tentaranya.

Melesatlah kepada Musa dan Rabb-nya Musa,
jangan sampai kesombonganmu meluap, 
dan menumpahkan air keimanan.

Wahai pencari, genggamlah tuntunan Allah 
dan teladan Mustafa, 
merdekakan dirimu dari Abu Jahal: 
jasmanimu sendiri.

Sumber: Rumi, Matsnavi  I, 772 - 782
               Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson


3 komentar:

Anonim mengatakan...

Para murid Nabi Isa as. menjawab, "Sungguh kami telah memahami, dan kami heran setelah mengetahui bahwa di bumi ini tiada yang tidak menyembah berhala kecuali sedikit saja"

http://www.facebook.com/note.php?note_id=183134435750&id=1081089078

teguh hariyanto mengatakan...

Trima kasih mas,

teguh hariyanto mengatakan...

Selalu terasa tenang tentram membaca tulisan anda dgn trjmah syair mbah Rumi. Salam.