Postingan

120 Hari

Ketika tiba saatnya embrio menerima ruh, saat itulah Matahari menjadi penolongnya. Embrio bergerak karena Matahari, karena Mataharilah yang menganugerahinya ruh. Dari bintang-bintang lain, embrio menerima jejak cahaya, sang Mataharilah yang terang menyinarinya. Bagaimanakah caranya embrio dalam rahim terhubung dengan Matahari yang cantik. Dengan cara tersembunyi yang tak terbayangkan oleh persepsi indera kita. Matahari di langit punya banyak jalan: Seperti caranya emas menerima nafkahnya, seperti caranya batu tak berharga diubah jadi zircon. Dan seperti caranya Ia membuat rubi berwarna merah,  dan seperti caranya Ia memberikan kilat pada ladam kuda. Dan seperti caranya Ia mematangkan buah, dan seperti caranya Ia menenangkan kalbu yang ketakutan. Sumber:  Rumi, Matsnavi   I, 3775 - 3782              Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson

Ketika Rasa Sakit Tiba

Rasa sakit akan timbul ketika dengan sadar diri dicermati: rasa sakit itulah yang akan mengeluarkan seseorang dari hijab bangga-diri. Tanpa sang ibu dikuasai rasa-sakit yang sangat, ketika melahirkan, bayi tidak akan menemukan jalan lahir. Amanah dari Sang Pencipta tersimpan dalam qalb; [1] qalb lah yang mengandungnya: sementara nasehat dari para nabi dan rasul itu bagaikan bidan. Bisa saja bidan membujuk sang ibu bahwa sakit melahirkan itu tidak seberapa; tapi rasa sakit itu tetap perlu. Sakit itulah yang memberi jalan kelahiran bagi sang bayi. Yang tak punya rasa sakit itu adalah seorang penyamun, karena tanpa rasa sakit itu sama dengan mengatakan, Akulah Rabb. Menyerukan "Aku" pada saat yang salah adalah sebuah kutukan bagi yang mengatakannya; sebaliknya mengatakan "Aku" pada saat yang tepat adalah sebuah Rahmat Tuhan. "Aku" ketika disampaikan oleh Manshur jelaslah sebuah Rahmat, sementara "Aku...

Masukilah Gerbangnya Sambil Bersujud

Tak engkau miliki daulat atas janggutmu sendiri, lalu bagaimana engkau merasa punya wewenang soal benar atau salah. Janggutmu memutih diluar kehendakmu: malulah kepada janggutmu sendiri, wahai engkau yang masih sibuk berangan-angan membesar-besarkan diri. Dia lah Pemilik Kerajaan: barangsiapa sungguh bersujud pada-Nya, diberi-Nya seratus kerajaan di seberang alam dunia ini. A kan tetapi, cita-rasa dzawq dari satu sujud sejati pada-Nya lebih manis bagimu dibandingkan dengan dua-ratus kerajaan; Sehingga dengan rendah hati engkau akan merintih: tak satu pun kerajaan itu hamba inginkan: tetapkanlah kepada hamba kerajaan sujud seperti ini... Catatan: [1] Judul ini berasal dari QS Al Baqarah [2]: 58. Sumber: Rumi: Matsnavi IV, 661 - 666 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson .

Mi'raj ke dalam Perut Paus

Ketika Sang Kekasih menjadi sahabat, tempat manapun menjadi "bagaikan di langit;" dan bukan "terbenam ke bumi." Sang Nabi saw, berkata, "Jangan menyangka  mi'raj -ku lebih unggul daripada apa yang terjadi pada Yunus;        [1] aku diangkat ke langit; dia ditenggelamkan ke dalam perut paus;    [2] kedekatan pada  al-Haqq  itu di luar perhitungan." Kedekatan itu bukan soal naik atau turun: kedekatan pada  al-Haqq  itu artinya  kemerdekaan dari penjara keberadaan. Tiada tempat bagi gerak  "ke atas" atau  "ke bawah"  dalam ketiadaan. Ketiadaan tak mengenal  "nanti," "jauh,"  atau  "terlambat." Sumber ilmu dan khazanah  al-Haqq berada di ketiadaan. Karena keberadaan ini saja telah menipumu, bagaimana mungkin kau pahami apa itu ketiadaan?                        [3] Kekurangan adalah bagian dunia yang telah ditentukan bagi...

Nama Sejati

Gambar
Saat matahari terbit di Pemakaman Baqi, Maret 2024 Penghulu umat manusia, Adam: kepadanya Allah mengajarkan nama-nama seluruhnya; dia memiliki ribuan ilmu di setiap pembuluh darahnya. Pada jiwanya terhimpun pengetahuan mengenai nama dari segala sesuatu ciptaan sampai akhir zaman: dari yang telah, sampai yang akan, mewujud. Tidak ada panggilan yang telah diberikannya kepada sesuatu kemudian berubah, apa yang disebutnya  cepat tidak akan lalu menjadi lambat . Siapa yang pada akhirnya menjadi seorang beriman, telah diketahuinya sejak awal;  siapa saja yang akhirnya menjadi seorang yang kufur, sejak awal jelas belaka baginya. Apakah telah kau dengar nama dari segala sesuatu dari dia yang telah diberi ilmu mengenai hal itu; dengarlah makna terdalam dari rahasia Dan telah diajarkan kepada Adam, al-asma 'akullaha... . [1] Bersama kita, nama dari sesuatu adalah tampilan lahiriahnya; bersama Sang Pencipta nama dari sesua...

Buncis Rebus

Lihatlah buncis dalam periuk, betapa ia meloncat-loncat ketika dipanaskan api. Sewaktu direbus, selalu ia timbul ke permukaan, seraya merintih tiada henti. Sambil mengeluh, "Mengapa kau letakkan  api di bawahku? Engkau telah membeliku, mengapa kini engkau malah menyiksaku?" Sang istri memukulnya dengan penyendok, [1] "Nah, sekarang," katanya, "sungguh-sungguh matang lah engkau, dan jangan meloncat lari dari yang menyalakan api. Tidaklah aku merebusmu karena membencimu; sebaliknya, ini lah yang akan membuatmu lezat dan harum. Dan menjadi nutrisi dan bercampur dengan jiwa yang hidup: kesengsaraanmu ini bukanlah penghinaan. Ketika masih hijau dan segar, engkau hirup air di kebun: air yang engkau serap itu demi api ini. Rahmat-Nya terlebih dahulu daripada murka-Nya, [2] tujuannya agar dengan Rahmat-Nya engkau menderita kesengsaraan. Rahmat-Nya telah mendahului murka-Nya, agar  yang-diperdagangk...

Wahai Pencari yang Haus, Kemarilah

Waktu terbatas; air yang melimpah mengalir menjauh. [1] Minumlah, sebelum engkau pecah, berkeping-keping. [2] Ada sebuah aliran yang sangat terkenal, penuh dengan Air Kehidupan. [3] Reguklah Air itu, agar engkau bisa berbuah. [4] Minumlah Air Khidr a.s, dari sungai sabda para Waliyullah: wahai pencari yang haus, kemarilah! [5] Bahkan jika tak engkau lihat aliran itu, dengan ketrampilan layaknya seorang yang buta, bawalah cangkirmu ke sungai itu, dan isilah. [6] Catatan: [1] Waktu di alam dunia bagaikan terbang. Kesempatan terbatas. Ketika ada kesempatan langka berjumpa seorang Guru Sejati, banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan menanyakan hanya masalah duniawi. Padahal raga sangat pendek usia pakainya. [2] Tanpa jiwa yang dibangkitkan kembali dengan Air Kehidupan, yang tegak dari manusia hanyalah raganya, yang terbentuk dari "tanah liat kering dari lumpur hitam" (QS [15]: 26). [3] 'Air Kehidupan,' "yang tawar lagi segar " (QS ...