Postingan

Datang lah

Datang, datang lah, tak akan engkau temukan satu pun kawan sepertiku. Dimana lagi, di seluruh semesta, ada Kekasih, yang seperti Aku. Datang, datang lah, jangan habiskan umurmu hilir-mudik kesana kemari. Tiada pasar lain, dimanapun, yang mau  menerima uangmu. Engkau segersang lembah, dan Aku seperti hujan. Engkau bagaikan kota yang runtuh, dan Aku bagaikan Sang Arsitek. Terkecuali pelayanan-Ku, yang bagaikan terbitnya matahari kebahagiaan, lelaki sejati tidak pernah, dan tidak-akan pernah  merasakan, kebahagiaan sejati. Kau tatap ribuan gambaran-bergerak dalam mimpi-mimpimu; Ketika mimpi-mimpi itu berlalu, tidaklah kau lihat  satu pun yang seperti itu. Tutuplah mata jasmaniah yang lemah ini, dan  bukalah mata 'aql; Karena indera ragawi itu bagaikan keledai, yang tali-kekangnya adalah nafsu-jahat. Carilah minuman segar di taman Cinta, karena alam adalah seorang penjual cuka, dan  penghancur ...

Kisah Pencari Harta Karun

Dia sedang tenggelam dalam permohonannya, ketika sebuah suara terdengar kepadanya, dan kesulitannya Tuhan selesaikan. (Suara itu berkata): "Engkau memang telah disuruh menaruh  anak panak ke busurnya, tetapi   kapankah engkau diminta menarik kuat-kuat busur itu? Petunjuk itu bukan untuk menarik busur itu kuat-kuat: engkau disuruh menaruh anak panah ke busurnya, bukannya melepaskannya sekuat tenagamu. Dengan kesombonganmu, telah kau rentangkan busurmu tinggi-tinggi, dan kau pamerkan ketrampilanmu dalam seni memanah. Lepaskanlah ketrampilanmu dalam merentang busur: taruhlah anak panah ke busur itu, namun janganlah engkau menariknya sekuat tenagamu. Di tempat panah jatuh, gali dan carilah: tanggalkanlah kekuatan, dan carilah emas itu dengan permohonan yang menghiba." Yang haqq itu lebih dekat daripada urat-lehermu, sedangkan anak panah pikiranmu engkau lesatkan menjauh. Wahai manusia yang telah melengkapi dirimu dengan busur dan anak panah: mangsa itu dekat;...

Baru Saja Pengetahuan Datang

Baru saja pengetahuan datang: mungkin sebelumnya tak kau miliki pengetahuan. Hati tengah cemburu berdarah-darah: mungkin sebelumnya tak kau miliki hati. Rembulan telah memperlihatkan wajahnya dan membuka sayap-sayap cahayanya: Jika tak kau miliki jiwa dan penglihatan, pinjamlah dari dia. Siang dan malam, melesat sebatang anak-panah bersayap, dari busur yang tersembunyi: Serahkanlah hidup-nyamanmu; apalagi yang bisa engkau lakukan, tak engkau miliki perisai. Masih belum jugakah tembaga keberadaanmu diubah oleh kimia-Nya, menjadi emas, seperti Musa? Tidak jadi soal, jika tidak engkau miliki sekantung emas, seperti Qarun. Ada negeri Mesir dalam dirimu, dan engkau adalah taman tebunya. Tidak jadi soal, jika tidak engkau peroleh manisnya dunia di luar dirimu. Malahan engkau menjadi seorang budak bentuk-bentuk, bagaikan para penyembah berhala. Engkau mirip Yusuf, tetapi tak pernah engkau lirik dirimu sendiri. Demi Rabb, ketika engkau tatap, kecantikan dirimu sendiri, di dalam cermin, Engkau ...

Hanya Engkau

Dari seluruh semesta, hanya Engkau saja yang kupilih, Apakah Engkau akan membiarkanku duduk bersedih? Hatiku bagaikan pena, dalam genggaman tanganmu. Engkaulah sebab gembiraku, atau sedihku. Kecuali yang Engkau kehendaki, apakah yang kumiliki? Kecuali yang Engkau perlihatkan, apakah yang kulihat? Engkaulah yang menumbuhkanku: ketika aku sebatang duri, ketika aku sekuntum mawar; ketika aku seharum mawar, ketika duri-duriku dicabut. Jika Engkau tetapkan aku demikian, maka demikianlah aku. Jika Engkau kehendaki aku seperti ini, maka seperti inilah aku. Di dalam wahana, tempat Engkau mewarnai jiwaku, siapakah aku? apakah yang kusukai? apakah yang kubenci? Engkaulah yang Awal,  dan kiranya, Engkau akan menjadi yang Akhir; jadikanlah akhirku lebih baik, daripada awalku. Ketika Engkau tersembunyi, aku seorang yang kufur; Ketika Engkau tampak, aku seorang yang beriman. Tak ada sesuatupun yang kumiliki, kecuali yang Engkau anugerahkan; ...

Matilah Sebelum Engkau Mati

Gambar
[Mengenai sabda Rasulullah saw, ‘ Matilah sebelum  engkau mati:’ “Wahai sahabat, matilah sebelum  engkau mati, jika yang paling engkau kehendaki  adalah hidup; karena dengan mati seperti itu,  Idris, as, lebih dulu  menjadi seorang penghuni  al-Jannah,  daripada kita semua.”]   E ngkau telah banyak menderita, tetapi engkau masih tetap terhijab, karena kematian itu suatu pokok yang mendasar, dan engkau belum mencapainya.  Deritamu tidak akan berakhir sampai engkau mati: engkau tidak dapat menjangkau atap tanpa menyelesaikan tangga panjatan.  Walau hanya tersisa dua buah dari seratus anak-tangga, sang pemanjat yang telah keras berjuang tetap terhalang dari menjejakkan kaki di atas atap.  Walau tambang hanya kurang satu dari seratus depa, bagaimanakah caranya air-sumur masuk ke dalam timba. Wahai pejalan, takkan pernah kau alami kehancuran kapal keberadaan-diri ini, sampai engkau meletakkan pemberat terakhir.  Ketahuilah pembera...

Ketika Diusung Kerandaku

Ketika diusung kerandaku di hari kematian, janganlah menyangka hatiku berada di alam-dunia ini. Janganlah menangisiku, dan menjerit, "kemalangan,kemalangan!" Bisa-jadi malah engkau terjatuh kedalam jebakan syaithan: itu baru kemalangan. Ketika engkau lihat jenazahku, janganlah engkau berseru, "perpisahan, perpisahan!" Pertemuan dan penyatuan adalah milikku saat itu. Ketika engkau masukkan aku ke liang lahat, janganlah engkau ucapkan, "selamat tinggal, selamat tinggal!" Karena kubur bagiku hanyalah selembar hijab, yang menyembunyikan pelukan al-Jannah . Setelah diturunkan ke lubang, tataplah kebangkitan; Tidaklah ditenggelamkan itu menyakiti matahari dan rembulan. Tampak bagimu ia tenggelam, padahal itu suatu kebangkitan: Bagimu kubur adalah penjara, padahal itu pembebasan jiwa. Bukankah bibit ditanamkan ke dalam bumi agar ia tumbuh? Mengapa engkau ragukan harkat bibit insan? Bukankah timba diturunkan, agar ia muncul-kembali: penuh berisi air? Tid...

Semuanya Beringsut dengan Enggan di Sepanjang Jalan ini, Kecuali ...

Sang Nabi SAW berkata bahwa para ahli surga itu lemah dalam berdebat karena keagungan pencapaian mereka; Karena sempurnanya kehati-hatian mereka  dan menganggap  rendah diri sendiri,  bukan karena lemah-akal, pengecut  atau lemah-iman. Dengan memberikan keuntungan kepada lawan mereka, diam-diam mereka mendengar hikmah ayat "... dan kalau tidaklah terdapat disana para lelaki beriman ..." [1] Maka, tidak menyentuh kaum kafir yang tercela itu menjadi suatu tugas, demi membebaskan kaum beriman. Bacalah kisah perjanjian Hudaibiya: "... adalah Dia yang menahan tanganmu dari mereka..." ; dari sabda itu pahamilah keseluruhan kisah. [2] Bahkan dalam kemenangan, sang Nabi SAW memandang dirinya sendiri dikendalikan oleh buhul-tali Keagungan Ilahiah. (Beliau SAW bersabda,) "Bukanlah aku tertawa karena aku menyergapmu di waktu fajar sehingga berhasil menangkap dan mengikatmu; Aku tertawa karena aku menyeretmu dengan rantai dan belengu men...