Postingan

Gemericik Suara Air

Amal Sejati itu milik Lelaki yang mengidamkan Dia, dan demi kepentingan amal dari sisi-Nya, telah diceraikannya semua amal yang lain. Mereka yang tidak seperti dia, tak lebih bagaikan kanak-kanak  yang tengah bermain-bersama, di beberapa hari yang singkat; sampai malam menjelang, dan mereka mangkat. Atau bagaikan orang yang baru terbangun, lalu bangkit, sambil masih mengantuk, tapi dibujuk untuk tidur kembali, oleh rayuan si perawat jahat; yang berbisik: "Tidurlah kembali, sayangku, tak kan kubiarkan seorang pun mengganggu nyenyaknya tidurmu." Jika engkau bijak, maka engkau, engkau sedirilah, yang akan mencabut tidurmu sampai ke akar-akarnya; bagaikan orang kehausan yang mendengar gemericik suara air. Tuhan berkata kepadamu, "Akulah gemericik suara air di telinga mereka yang haus; Akulah hujan yang tercurah dari langit, bangkitlah pencinta: tunjukkan gairahmu! Jangan sampai engkau kembali tertidur, ketika telah kau dengar gemericik suara air....

Gonggongan Bayi-Anjing dari Dalam Perut Induknya

Ketika tengah menjalani khalwat , 40 hari lamanya, seorang yang shalih menyaksikan, dengan mata-batinnya, seekor induk anjing sedang hamil. Tiba-tiba didengarnya gonggongan anak-anak anjing, padahal mereka masih tersembunyi di dalam kandungan sang induk. Lolongan itu membuatnya terheran-heran: bagaimana mungkin, pikirnya, bayi anjing dapat menggonggong dari dalam kandungan. Bayi anjing menggonggong dari dalam rahim? Sungguh, pikirnya seraya takjub, ini kejadian langka. Ketika dia tersadar dari fana' -nya itu, semakin bertambah bingunglah dia. Di dalam khalwat, tak ada yang dapat dimintai tolong mengurai simpul teka-teki itu, kecuali ke Hadhirat yang Maha Agung, Maha Mulia. Diapun bermohon, "Yaa Rabbi,  karena sebab ini hamba terlalaikan dari ber- dzikr kepada-Mu, padahal hamba sedang ber- khalwat . Lepaskanlah beban hamba, sehingga dapat hamba terbang, memasuki taman dzikr dan menyusuri jalan-teduh ma'rifat ." Segera sebuah ...

Seekor Beo Belajar Bercakap

Seekor beo melihat bayangannya sendiri, di dalam cermin, berhadapan dengannya. Sang Guru tersembunyi di balik cermin: Pemilik yang sangat berpengetahun dan fasih itulah yang sebenarnya berbicara. Si beo kecil mengira bahwa kata yang disampaikan perlahan itu diucapkan oleh beo dalam cermin. Demikianlah, dia belajar ucapan bahasa manusia dari 'sejenisnya sendiri;' tanpa menyadari yang sebenarnya terjadi. (Sang Pemilik) mengajarinya dari balik cermin; jika tidak demikian, si beo tidak pernah bercakap, dia tidak mau belajar kecuali dari yang sejenis dengannya. Sebenarnya dia belajar bercakap dari seorang yang berpengetahuan, tapi dia tidak paham cara dan rahasia dibaliknya. Dia mendengar ucapan, kata demi kata, dari sang Lelaki Pemilik; tapi apa ada cara belajar lain, bagi seekor beo kecil? Seperti itulah, murid yang masih mementingkan diri sendiri, tak melihat dalam cermin raga Sang Guru, kecuali dirinya-sendiri. Bagaimana mungkin dia melihat Akal Sejati di balik cermin, ketika di...

Datang lah

Datang, datang lah, tak akan engkau temukan satu pun kawan sepertiku. Dimana lagi, di seluruh semesta, ada Kekasih, yang seperti Aku. Datang, datang lah, jangan habiskan umurmu hilir-mudik kesana kemari. Tiada pasar lain, dimanapun, yang mau  menerima uangmu. Engkau segersang lembah, dan Aku seperti hujan. Engkau bagaikan kota yang runtuh, dan Aku bagaikan Sang Arsitek. Terkecuali pelayanan-Ku, yang bagaikan terbitnya matahari kebahagiaan, lelaki sejati tidak pernah, dan tidak-akan pernah  merasakan, kebahagiaan sejati. Kau tatap ribuan gambaran-bergerak dalam mimpi-mimpimu; Ketika mimpi-mimpi itu berlalu, tidaklah kau lihat  satu pun yang seperti itu. Tutuplah mata jasmaniah yang lemah ini, dan  bukalah mata 'aql; Karena indera ragawi itu bagaikan keledai, yang tali-kekangnya adalah nafsu-jahat. Carilah minuman segar di taman Cinta, karena alam adalah seorang penjual cuka, dan  penghancur ...

Kisah Pencari Harta Karun

Dia sedang tenggelam dalam permohonannya, ketika sebuah suara terdengar kepadanya, dan kesulitannya Tuhan selesaikan. (Suara itu berkata): "Engkau memang telah disuruh menaruh  anak panak ke busurnya, tetapi   kapankah engkau diminta menarik kuat-kuat busur itu? Petunjuk itu bukan untuk menarik busur itu kuat-kuat: engkau disuruh menaruh anak panah ke busurnya, bukannya melepaskannya sekuat tenagamu. Dengan kesombonganmu, telah kau rentangkan busurmu tinggi-tinggi, dan kau pamerkan ketrampilanmu dalam seni memanah. Lepaskanlah ketrampilanmu dalam merentang busur: taruhlah anak panah ke busur itu, namun janganlah engkau menariknya sekuat tenagamu. Di tempat panah jatuh, gali dan carilah: tanggalkanlah kekuatan, dan carilah emas itu dengan permohonan yang menghiba." Yang haqq itu lebih dekat daripada urat-lehermu, sedangkan anak panah pikiranmu engkau lesatkan menjauh. Wahai manusia yang telah melengkapi dirimu dengan busur dan anak panah: mangsa itu dekat;...

Baru Saja Pengetahuan Datang

Baru saja pengetahuan datang: mungkin sebelumnya tak kau miliki pengetahuan. Hati tengah cemburu berdarah-darah: mungkin sebelumnya tak kau miliki hati. Rembulan telah memperlihatkan wajahnya dan membuka sayap-sayap cahayanya: Jika tak kau miliki jiwa dan penglihatan, pinjamlah dari dia. Siang dan malam, melesat sebatang anak-panah bersayap, dari busur yang tersembunyi: Serahkanlah hidup-nyamanmu; apalagi yang bisa engkau lakukan, tak engkau miliki perisai. Masih belum jugakah tembaga keberadaanmu diubah oleh kimia-Nya, menjadi emas, seperti Musa? Tidak jadi soal, jika tidak engkau miliki sekantung emas, seperti Qarun. Ada negeri Mesir dalam dirimu, dan engkau adalah taman tebunya. Tidak jadi soal, jika tidak engkau peroleh manisnya dunia di luar dirimu. Malahan engkau menjadi seorang budak bentuk-bentuk, bagaikan para penyembah berhala. Engkau mirip Yusuf, tetapi tak pernah engkau lirik dirimu sendiri. Demi Rabb, ketika engkau tatap, kecantikan dirimu sendiri, di dalam cermin, Engkau ...

Hanya Engkau

Dari seluruh semesta, hanya Engkau saja yang kupilih, Apakah Engkau akan membiarkanku duduk bersedih? Hatiku bagaikan pena, dalam genggaman tanganmu. Engkaulah sebab gembiraku, atau sedihku. Kecuali yang Engkau kehendaki, apakah yang kumiliki? Kecuali yang Engkau perlihatkan, apakah yang kulihat? Engkaulah yang menumbuhkanku: ketika aku sebatang duri, ketika aku sekuntum mawar; ketika aku seharum mawar, ketika duri-duriku dicabut. Jika Engkau tetapkan aku demikian, maka demikianlah aku. Jika Engkau kehendaki aku seperti ini, maka seperti inilah aku. Di dalam wahana, tempat Engkau mewarnai jiwaku, siapakah aku? apakah yang kusukai? apakah yang kubenci? Engkaulah yang Awal,  dan kiranya, Engkau akan menjadi yang Akhir; jadikanlah akhirku lebih baik, daripada awalku. Ketika Engkau tersembunyi, aku seorang yang kufur; Ketika Engkau tampak, aku seorang yang beriman. Tak ada sesuatupun yang kumiliki, kecuali yang Engkau anugerahkan; ...