Postingan

Adab Bersantap

Gambar
Sang  Quthb  itu bagaikan singa, berburu merupakan urusannya; yang lainnya--para pejalan-- memakan sisa-sisanya. Sejauh kemampuanmu, upayakanlah memuaskan sang  Quthb, sehingga dia mendapat kekuatan dan memburu binatang-binatang buas. Ketika dia sakit, mereka jadi tak ternafkahi, karena semua makanan yang disediakan bagi kerongkongan datang dari tangan sang Akal. Mengingat pengalaman  ruhaniyah yang terjadi pada orang-orang lain hanyalah sisa-sisanya, maka camkanlah hal ini; jika hatimu juga mengidamkan hidangan ruhaniyah. Dia bagaikan sang Akal, sedangkan para pejalan itu bagaikan anggota-anggota tubuh: pengaturan tubuh itu bergantung kepada sang Akal. Kelemahan sang  Quthb terletak pada tubuhnya, dan bukan bersifat  ruhaniyah; kelemahan itu pada bahtera, bukannya pada Nuh. Sang  Quthb  berputar mengedari dirinya sendiri, sementara di sekitarnya berputar benda-benda angkasa. Ulurkanlah bantuan untuk memperbaik...

Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

Wahai jiwa, engkau lah burung Phoenix, yang bangkit dari abu penyatuan. Mengapa tak terbang mengangkasa? -- di bumi engkau tak dikenal. Kau cicipkan rasa-manis ke dalam hati; seraya kau remukkan ribuan hati dengan pesonamu. Saat ini kau tinggal di dalam raga, tapi ada saat ketika kau lewati lelangit, kau tembus batas-batas semesta. Apa sulitnya ruh menemuimu? --bukankah engkau sayap dan bulunya. Mengapa pandangan tak melihatmu? --bukankah engkau sumber penglihatan. Apa yang akan terjadi pada jiwa tembagamu, ketika sang Ahli Kimia tiba? --bukankah akan diubah jiwamu menjadi emas. Apa yang akan terjadi pada bibitmu yang kecil ketika tiba musim semi? --bukankah dari sana kan tumbuh pohon menjulang. Apa yang akan terjadi pada kayu bakar, ketika dimasukkan ke dalam api? --bukankah nyalanya kan menjilat ke langit. Jangkauan cahaya nalar bagai pendar redup bintang-bintang di kejauhan. Sementara engkau bagai terang matahari yang menembus, lewati semua hijab. ...

Rintihan Tawanan Dunia

Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini. Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian. Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata. Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana;                      [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu.                [2] Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagia kan datang menggantikan kesedihanku. Wahai  qalb: mengingat ini tentang kita berdua semata, tentang warta yang datang padamu di tengah malam: akan kuikuti pesan itu, sebagaimana yang kau pahami. Jika nanti sayapku telah kembali tumbuh menggantikan k...

Mengenakan Cinta

Suatu jiwa yang tak mengenakan Cinta pantas malu akan keberadaannya sendiri. Mabuklah dengan Cinta karena semua yang meng-ada itu perwujudan Cinta. Tanpa memberi dan menerima Cinta tak akan  Sang Kekasih menerimamu. Mereka bertanya, "Apakah itu yang disebut Cinta?" Jawablah, "Menanggalkan kehendak bebas." Orang yang bersandar pada kehendak-bebas, terikat kepadanya. Sang pencinta sejati bersikap layaknya dia seorang raja: ke dua semesta berserakan di sekitarnya tapi tak diperdulikannya sedikit pun. Hanya Sang Kekasih dan pencinta-Nya yang bertahan, tak kenal akhir. Jangan tetapkan hatimu pada sesuatu yang lain; yang lain-lain itu hanya wujud pinjaman. Sampai kapan engkau betah memeluk kekasih yang mati. Peluklah yang Maha Hidup, yang tak mungkin terliputi oleh sesuatu pun. Semua tanaman yang berkembang di musim semi akan luruh di musim gugur; tapi kebun mawar Sang Kekasih tak bergantung pada tibanya musim semi. Duri ikut berkembang bers...

Selalulah Engkau Berharap

Gambar
Berbagi minuman hangat di waktu fajar di halaman Masjid Nabawi, 5 Maret 2024 Terkait makanan jasmaniah: jika terlalu sedikit engkau makan, engkau tetap lapar seperti gagak, mudah marah dan kurang darah; tapi jika kau terlalu banyak makan, pencernaanmu terganggu. Santaplah hidangan dari Rabb yang paling mudah engkau cerna, layarkanlah dirimu bagaikan bahtera yang mengarungi samudera jiwa. Bersabarlah dan teguhlah berpuasa: selalulah kau berharap  akan hidangan dari  Rabb . Karena  Rabb  yang Maha Rahman  dan Maha Pengharap memberikan anugerah  kepada mereka yang penuh-harap. Mereka yang lambungnya penuh tak pernah berharap-harap cemas menanti datangnya makanan; sebaliknya mereka yang lapar, selalu bertanya,  "kapankah datangnya..?" berharap sambil lapar, membuat waspada. Tanpa engkau selalu penuh harap, limpahan anugerah takkan pernah menyapamu. Sumber: Rumi:   Matsnavi  V: 1746 - 1753. Terjemahan ke Bahasa Inggris ole...

Bantuan Berupa Penundaan

Gambar
Bicarung, Pasir Angling, 2024 Tak terhitung banyaknya hamba yang taat, menjerit dalam do'a, sehingga kabut ketulusan membubung ke langit. Dan dari rintihan penyesalan dosa, naik wewangian melampaui atap langit. Sehingga para malaikat yang patuh memohon kepada Rabb, seraya berkata, "Wahai Engkau yang menjawab semua do'a wahai Engkau yang perlindungannya didambakan, Seorang hamba-Mu yang taat tengah memohon dengan berendah hati, tak digantungkannya harapan kecuali kepada-Mu. Engkau Sang Penganugerah limpahan bahkan kepada mereka yang asing pada-Mu, setiap pendamba memperoleh dambaannya dari-Mu." Rabb  bersabda, "Bukanlah karena dia tercela, sehingga anugerah-Ku baginya ditunda: penundaan itu adalah sebuah bantuan. Kebutuhannya membawa dia dari kelalaiannya kepada-Ku, terseok-seok merayap dia ke jalan-Ku. Seandainya langsung Ku-penuhi keperluannya, segera dia berbalik: tenggelam kembali dalam permainan hidupnya. Walaupun dia merintih, dar...

Dan Tetaplah Engkau Sadar

Wahai Sana'i,                             [1] Jika tak kau temukan satu pun sahabat, Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri. Di alam dunia ini, tempat dari bermacam manusia dan beragam tugas, jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri. Setiap pengikut dari karavan ini, mencuri perbekalannya sendiri-- waspadai dan jagalah bekalmu.   [2]   Sebagian besar orang berjual-beli keidahan dan cinta palsu-- lewati ke dua sungai kering ini, dan jadikan dirimu sungai yang deras mengalir. Jika ada kawan yang menarik tanganmu ke arah hal yang tak berarti, segera tarik tanganmu dan jadikan dirimu seorang penolong bagi dirimu sendiri.                     Ciptaan-ciptaan yang cantik ini, bagaikan lukisan indah pada kanvas, menghijab aneka keindahan qalb, sibakkan hijab dan masuklah, hadirlah bersama Sang Kekasih. Hadirlah bersama Sang Kekasih, jadilah ...