Postingan

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

Gambar
Sang penjelajah langit berlalu; Debu naik dan mengambang di udara; Dia melaju; tapi debu yang dia tinggalkan Masih mengambang di sini. Pusatkan penglihatanmu ke muka, Tak perlu menoleh ke kiri atau ke kanan; Debunya mengambang disini, tapi dia Berada di ketak-terbatasan. Sumber: Rumi: Rubaiyat Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949

Jalan Keyakinan

Gambar
Ketika Kau tuntun aku menapaki Jalan keyakinan Kau taruh amanah di pundakku Agar ditegakkan hingga ajal. "Tak kuat aku," kadang ku menjerit, "Beban ini terlalu berat"; Bersama-Mu aku diperkuat, Agar mampu memikul tugas. Sumber: Rumi: Rubaiyat Terjemahan oleh A.J. Arberry, 1949.

Dengarkanlah dalam Diam

Gambar
Jika kau miliki telinga, dengarkanlah, Terimalah pesanku dengan jernih; Dengan Dia memenuhi seluruh isi hatimu Berpisahlah kau dari dirimu sendiri. Tutup mulutmu, ketika terangnya penglihatanmu mencerap visi yang muncul: Tak perlu kau tambahkan pendapatmu Karena semua telah kau saksikan di sana. Sumber: Rumi: Rubaiyat Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949.

Pintu Itu

Gambar
Ketika teringat kembali pada pintu itu, kurasakan kembali luapan menyesakkan. Takkan mungkin kulupakan Rahmat itu, Ketika Kau kenalkanku kembali pada Khazanah Tersembunyi. Sumber: Rumi: Rubaiyat , F#1693 Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand

Siapakah Dia?

Gambar
di pantai Sancang, Garut Selatan, Juli 2024 Siapakah Dia? Yang memenuhi dada dengan kesedihan; lalu ketika engkau mengeluh-mengaduh pada-Nya, diubahnya kepahitanmu menjadi manis. Awalnya Dia tampil layaknya pengawas nan teliti; sampai akhirnya kau kan dapati Dia bagaikan sebuah Gudang Mutiara.                                 [1] Kekasih yang Maha Lembut: Engkau lah yang dalam sekejap mengubah keburukan menjadi kebaikan.    [2] Walau awalnya jiwa si hamba serendah setan, digubah-Nya jadi secantik bidadari.              [3] Sebuah pemakaman dibuat-Nya menjadi seindah pesta perkawinan.                [4] Dan Dia lah yang membuat orang yang mengetahui dan menguasai dunia terbutakan dari saat dia segumpal janin dalam rahim ibunya.               ...

Ku kan Berlari Cepat

Gambar
Ku kan berlari cepat, dan takkan ku berhenti, sampai aku bergabung dengan kafilahku.  [1] Ku kan lebur bagai udara dan musnah, hingga Sang Kekasih meraihku. Menyala gembira hatiku, bagai api yang memusnahkan rumahku, lalu berkelana aku ke gurun. Aku akan menjadi debu di tanah padang yang tandus sampai Kau buat aku menghijau teduh.  [2] Aku akan mengalir merendah bagaikan air bersujud sepanjang jalan menuju ke taman-mawar-Mu. Sejak aku jatuh dari langit             [3] gemetaran aku bagai butiran debu. Aku baru aman dan tenang           [4] jika kucapai Tujuan.                   Kudapati langit penuh hal mengerikan dan bumi tempat kehancuran; aku kan selamat dari ke dua bahaya ini ketika kuraih Sang Sultan.             [5] Di alam-dunia yang tersusun dari tanah dan air ini bercampur-baur kekufuran dan kehancuran, kulewati ...

Lukanya tak Tampak

Sang Kekasih adalah seorang Raja tapi singgasananya tersembunyi. Al-Qur'an sampaikan Kebenaran tapi keajaibannya terbungkus rapi. Anak-panah Cinta menembus hati setiap pencinta, Darahnya menetes, senantiasa, tapi lukanya tak tampak. Sumber: Rumi: Rubaiyat #210 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafi, dalam Rumi: Whispers of the Beloved, HarperCollins Publisher Ltd, 1999.