Postingan

Suatu Fajar Bersama Sang Rembulan

Gambar
Rembulan muncul di langit fajar. Mengambang turun ia, seraya menatapku. Lalu, bagai seekor elang menyambar mangsanya,      ia mencengkeramku      dan menyeretku ke angkasa. Walau kucoba sekuat tenaga, tak mampu aku melihat diriku sendiri. Berkat keajaiban cahaya rembulan, telah lebur diriku kedalam jiwa murni. Dalam bentuk itu lah pengelanaanku berlangsung, bersatu dalam cahaya tak-terbatas. Lalu, rahasia dari pertunjukan abadi tergelar jelas di hadapanku. Ke sembilan sfera langit, terliputi oleh cahaya. Wahana-jiwaku, melayang di Samudera tanpa pantai. Tiba-tiba samudera wujud beralih bentuk menjadi gelombang demi gelombang. Fikiran timbul: imaji bentuk bagai gelombang memecah di pantai. Lalu semuanya kembali seperti semula: bersatu dalam jiwa yang murni. Keberuntungan berupa penglihatan ini berasal dari Syamsudin al-Haqq dari Tabriz. Tanpa kepemurahannya, tak ada yang dapat me...

Hanya Kisah Aneh dari Zaman Dahulu

Gambar
Khayalanmu yang menggunung,  bobotnya tak sampai se remah roti.  Hilir–mudikmu  tak lebih hanya sebuah dalih.  Sepanjang hayatmu, telah kau dengar beragam cerita tentang perjalanan hatiku.  Tapi semua itu bagimu tak lebih dari kisah–kisah aneh dari zaman dahulu.  Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#704 Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE, Penguin Group (USA), 20008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris  oleh Shahram Shiva.

Masih kah Mendua?

Gambar
Diberi engkau: dua tangan.  dua kaki  dan dua mata; tetapi jika yang hatimu dambakan dan yang Sang Kekasih kehendaki bagimu dua hal yang berbeda, maka apa manfaatnya itu bagimu?  Kau sebut dirimu seorang pencinta,  tapi ucapanmu itu hanya penghias bibir; jika kau pandang seorang pencinta sejati dan Sang Kekasih sebagai dua hal yang berbeda maka penglihatanmu mendua,  atau kau salah menghitung.  Sumber: Rumi: Rubaiyat #18.  Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 20008. Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris  oleh Shahram Shiva. 

Terkecuali Cinta

Gambar
Perhatikan lah dirimu sendiri: gemetar engkau, khawatir akan yang belum berwujud. Ketahui lah, yang belum berwujud pun tengah khawatir, takut kalau Tuhan akan membuatnya berwujud. Jika kau coba rengkuh keagungan duniawi, itu pun berasal dari kekhawatiran pula. Semua hal, terkecuali Cinta dari Yang Maha Indah, adalah penderitaan. Sungguh suatu derita beranjak menuju kematian tanpa mereguk air kehidupan. Sumber: Rumi: Matsnavi  I: 3684 - 87 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir dan Camille Helminski. Dalam "The Rumi Collection," hal 66.

Jika Kau Dambakan

Gambar
Jika kau dambakan dirimu yang sejati, keluarlah dari jasadmu. Tinggalkan di belakang  aliran kalimu yang dangkal dan mengaruslah engkau ke dalam sungai yang dalam dan lebar. Jangan rela sekedar menjadi seekor kerbau yang menghela bajak di sawah, ber- thawaf -lah engkau bersama bintang-bintang yang bertasbih-berputar di atasmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat  F#62 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski.

Putuskan Semua Rantai Pengikat

Gambar
Dia inginkan aku beranjak, keluar dari diriku sendiri. Dia inginkan aku tinggal didalam kemerdekaan. Sebelumnya, tak putus aku terbelit ambisi membesarkan eksistensi diri. Dan kini Dia kehendaki aku putuskan semua rantai pengikat. Sumber: Rumi: Rubaiyat F#1129 Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski. Foto: Dari bawah sebuah pohon besar di P. Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon, 28 Mei 2016.

Harapan telah Tiba

Gambar
Wahai jiwaku, janganlah berputus-asa, harapan telah tiba. Yang Maha Pengasih, harapan setiap jiwa, telah tampil dari semesta tak-nampak. Janganlah berputus-asa, walau Siti Maryam tak lagi genggam jemarimu, cahaya yang menarik Isa ke langit telah tiba. Jangan lah berputus-asa, wahai jiwaku, walau pun gelap sumur-penjara-mu kini, sang Raja yang membebaskan Yusuf telah datang. Ya'qub telah membuka hijab uzlah nya. Yusuf yang menyingkap hijab Zulaikha telah tiba. Wahai engkau yang habiskan malam hingga fajar, dalam rintihan, "Wahai Rabb;" yang Maha Pengasih mendengar permohonanmu itu, dan telah datang. Wahai sakit, yang telah menua bersamamu, bergembiralah, obatmu telah tiba. Wahai gerbang nan rapat terkunci, terbukalah, karena rahasia telah tersingkap. Engkau yang telah berpuasa, menahan diri dari Meja Perjamuan, berbuklah dengan gembira, karena hari pertama pesta telah tiba. Diamlah,  dan tetaplah di...