Postingan

Mempercantik Kuburan

Gambar
Jangan berlebihan usahamu, hanya sekadar untuk urusan duniawi. Jangan terlibat amal yang tak mensucikan. Jika tak kau perhatikan, pada akhir hari, kau kan beranjak saat kau belum lagi tuntas: urusan akhiratimu berantakan; kau bagaikan roti yang belum dipanggang. Mempercantik kuburan itu tak dilakukan dengan memakai kayu, batu atau semen. Sama sekali tidak! Tapi dengan menggali dalam-dalam kuburmu dalam kemurnian ruhaniah, lalu mengubur keakuanmu dalam Kehendak-Nya; Dan dengan menjadi debu-Nya, terkubur dalam cinta kepada-Nya; sehingga dengan hembusan-Nya, kau kan disempurnakan. Sumber: Rumi:   Matsnavi   III: 128 - 32 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Cahaya yang Memadamkan Api

Gambar
Pada pertemuan Pengadilan Akhir,  orang-orang mukmin akan berkata: "Wahai malaikat, bukankah neraka itu suatu jalan umum, yang dilalui orang-orang mukmin dan kafir; namun mengapa kami tak melihat api dan asap dalam perjalanan kami?      Kami dapati taman dan kebun yang aman; lalu dimanakah lintasan penuh bahaya  yang dulu kami dengar?" Maka malaikat menjawab: "Kebun yang terlihat ketika kalian lalui, sebenarnya itulah neraka, namun bagi kalian tampaknya bagai taman yang indah. Karena kalian berjuang melawan hawa-nafsu dan memadamkan kobaran syahwat, demi Tuhan. Maka ia menjadi hijau dengan kesucian dan cahaya tuntunan ke arah keyakinan yang haqq. Karena kalian mengubah bara kemarahan menjadi kelembutan, dan mengubah kebodohan yang kelam  menjadi pengetahuan yang terang. Karena api kerakusan dalam diri kalian telah diubah menjadi kemurahan-hati, dan iri-dengki yang bagaikan duri telah di...

Berlindung pada Kesucian

Gambar
Jangan bawa pedang kayu ke medan perang. Berupayalah mencari pedang baja; lalu majulah dengan gembira. Perlindungan seorang suci bagaikan pedang  al-Haqq: waktu yang kau curahkan bersamanya setara nilainya dengan secangkir air kehidupan. Semua orang bijak sepakat: seorang yang  'arif billah adalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya. Kebersamaan dengan seorang suci membuatmu bagaikan seperti dirinya. Walau kau sebelumnya bagaikan batu atau granit, kau akan menjadi bagai sebutir permata, saat kau menemukan seorang pemilik  qalb. Tanamkanlah kecintaaan kepada orang suci dalam-dalam di dalam jiwamu; jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun, tetapi cintailah mereka, yang  qalb -nya membawa berita gembira. Janganlah kau hampiri keputus-asaan, dekaplah harapan. Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan, matahari ruhaniah itu sungguh ada. Aspirasi hatimu akan memandumu ke arah seorang pemilik  qalb, sementara  syahwat mu menghelamu ke arah penjara; ya...

Wahai Airmata yang Berlinang

Gambar
Wahai airmata yang berlinang, utarakanlah tentang cintaku  yang semakin berkembang: kepada taman itu, mata air itu, dan semua hal yang telah kusaksikan. Dan jika pada suatu malam, Kau ingat malam-malam itu: Tolong lupakanlah tentang  rendahnya adabku. Catatan: [1]    "Sesungguhnya al-mutaqiin itu didalam taman-taman dan mata-mata air. " (QS al-Hijr [15]: 45) [2]    Ini adab seorang arif billah, yang takut jika cintanya kepada ciptaan yang disediakan-Nya bagi orang yang bertakwa (taman dan mata-air surgawi) menghijabnya dari cinta kepada Sang Pencipta. Wallahu'alam. Sumber: Rumi: Rubaiyat #17 dari  Kolliyaat-e Shams-e Tabrizi Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,  Teheran, Amir Kabir, 1988. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Tangga ke Langit

Gambar
Indera ragawi adalah tangga  ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih  mengalir ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian biarkan kulit segar tumbuh menutupi luka. Runtuhkan dan rebutlah benteng dari orang kafir, kemudian bangunlah di atasnya ratusan menara dan kubu pertahanan....

Mencari Kemerdekaan

Gambar
Carilah ilmu yang dapat memerdekakanmu dari simpul yang tengah menjeratmu ini. Carilah, selama masih ada unsur kehidupan dalam dirimu, yang perlu kau pahami. Tinggalkan semua hal tak berarti, yang hanya nampaknya saja bernilai. Carilah sesuatu, yang tampilannya seakan tak bermakna; padahal sejatinya tak demikian. Sumber: Rumi: Rubaiyat  #106 dari  Kolliyaat-e Shams-e Tabrizi Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar  Tehran, Amir Kabir, 1988. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Dua Jenis Kecerdasan

Gambar
Ada dua jenis kecerdasan. Yang pertama, seperti yang diperoleh seorang anak di sekolah, dari buku dan guru; ide-ide dan hafalan. Kecerdasanmu mungkin mengungguli yang lain, tetapi memelihara semua pengetahuan itu adalah sebuah beban berat. Engkau yang begitu sibuk mencari pengetahuan, seharusnya menjadi sebuah lembar penyimpan; akan tetapi--lembar penyimpan yang terjaga-- adalah seorang insan yang telah jauh melampaui itu. Karena ada jenis kecerdasan yang lain, sebuah pemberian Rabb: mata-airnya tersimpan dalam di dasar jiwa. Ketika air pengetahuan pemberian Rabb  memancar dari dada, tak pernah alirannya mandek, atau keruh. Jika saluran keluarnya terhambat,  kerugian apa yang diakibatkannya? Karena ia mengalir terus dari rumah qalb. Pengetahuan yang dipelajari itu bagaikan pipa penyalur yang tersambung dari jalan, masuk kerumahmu; jika pipa itu tersumbat, rumahmu kering. Carilah mata-air didalam dirimu se...