Postingan

Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Gambar
Sumber Kaligrafi: gramatologia: Leão Tengah tercengkeram engkau dalam cakar seekor singa: sahabatku, janganlah kau harapkan kebahagiaan. Hanya kekerasan yang dapat tundukkan musuh tersembunyi dalam dirimu. Tidaklah seorang pembersih yang sedang memukuli karpet, mengarahkan pukulan tongkatnya padamu melainkan kepada debu di dalamnya. Egomu tersembunyi di balik berlapis hijab debu tak bisa semuanya dibersihkan sekaligus. Bersama setiap pukulan sedikit demi sedikit tanggal hijab dari wajah qalb -mu. Janganlah kau coba mengelak dengan menyelinap ke dalam tidurmu, cakar tajam Sang Kekasih akan mengejarmu sampai ke dalam khayal -mu. Tidaklah seorang pengrajin mengukir sebatang kayu dengan keji, tapi dalam rangka membentuk sebuah karya yang indah. Keras tangan Sang Kekasih adalah sebuah rahmat, sahabatku: Ia akan menghaluskanmu, dan pada akhirnya, memurnikanmu. Catatan: Pada sebuah bagian Masnawi -nya,  Rumi menyampaikan: Takdir itu bagaikan Singa, yang menyeret diri kita,  yang se...

Pandangan Seorang Pencari

Gambar
  Seorang pencari al-Haq      memandang melampaui apa yang tampak,      dan merenungkan yang tersembunyi. Apa yang ditangkap panca indera      hanyalah suatu pertanda. Kita semua mencari sesuatu      yang belum muncul:      pengemis mencari recehan,      penjual mengusahakan keuntungan,      petani menantikan panen,      pelajar mencari pengetahuan,      dan pejalan mencari pencerahan. Ketiadaan adalah tempat Tuhan menyimpan      khazanah berharga-Nya;      ia tengah bergerak, mewujud. . Sumber: Rumi Matsnavi  VI:   1360 -1367 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin, dalam, "Rumi's Little Book of Life" Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Sumber foto: https://www.wallpaperbetter.com/nature-and-landscape-wallpaper/footprints-in-the-sand-202390

Kesenangan yang Melenakan dan Menipu

Gambar
Semua kesenangan yang egois itu melenakan dan menipu. Bagaikan secercah cahaya kilat yang lalu diikuti kegelapan. Cahaya kilat itu tak memadai  untukmu membaca, apalagi membantumu mencapai tujuanmu. Jalanmu akan panjang, dan tanpa seorangpun pemandu. Tipuan di tengah malam akan membuatmu semakin jauh tersesat ke tengah gurun. Terkadang kau terhalang sebuah gunung; kali lain, kau terjatuh ke dalam sungai. Wahai pencari kesenangan duniawi, takkan kau temukan seorang pemandu; bahkan, jika kau bertemu dengannya,  akan kau palingkan wajahmu. Seraya engkau berkata, "Telah jauh kutempuh jalan ini, sang pemandu ini malah memberitahuku, bahwa aku telah tersesat. Jika kudengar perkataan yang menakjubkan itu, aku harus memulai ulang perjalananku,  dibawah arahannya. Aku telah habiskan umurku di jalanku ini: kukan lanjutkan, apapun resikonya. Enyahlah, para pengkritik!" Betul, telah jauh kau berjalan, tetapi hanya dalam prasangka seremeh kilat; kemarilah, dirikanlah tenda sebagai...

Mempercantik Kuburan

Gambar
Jangan berlebihan usahamu, hanya sekadar untuk urusan duniawi. Jangan terlibat amal yang tak mensucikan. Jika tak kau perhatikan, pada akhir hari, kau kan beranjak saat kau belum lagi tuntas: urusan akhiratimu berantakan; kau bagaikan roti yang belum dipanggang. Mempercantik kuburan itu tak dilakukan dengan memakai kayu, batu atau semen. Sama sekali tidak! Tapi dengan menggali dalam-dalam kuburmu dalam kemurnian ruhaniah, lalu mengubur keakuanmu dalam Kehendak-Nya; Dan dengan menjadi debu-Nya, terkubur dalam cinta kepada-Nya; sehingga dengan hembusan-Nya, kau kan disempurnakan. Sumber: Rumi:   Matsnavi   III: 128 - 32 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

Cahaya yang Memadamkan Api

Gambar
Pada pertemuan Pengadilan Akhir,  orang-orang mukmin akan berkata: "Wahai malaikat, bukankah neraka itu suatu jalan umum, yang dilalui orang-orang mukmin dan kafir; namun mengapa kami tak melihat api dan asap dalam perjalanan kami?      Kami dapati taman dan kebun yang aman; lalu dimanakah lintasan penuh bahaya  yang dulu kami dengar?" Maka malaikat menjawab: "Kebun yang terlihat ketika kalian lalui, sebenarnya itulah neraka, namun bagi kalian tampaknya bagai taman yang indah. Karena kalian berjuang melawan hawa-nafsu dan memadamkan kobaran syahwat, demi Tuhan. Maka ia menjadi hijau dengan kesucian dan cahaya tuntunan ke arah keyakinan yang haqq. Karena kalian mengubah bara kemarahan menjadi kelembutan, dan mengubah kebodohan yang kelam  menjadi pengetahuan yang terang. Karena api kerakusan dalam diri kalian telah diubah menjadi kemurahan-hati, dan iri-dengki yang bagaikan duri telah di...

Berlindung pada Kesucian

Gambar
Jangan bawa pedang kayu ke medan perang. Berupayalah mencari pedang baja; lalu majulah dengan gembira. Perlindungan seorang suci bagaikan pedang  al-Haqq: waktu yang kau curahkan bersamanya setara nilainya dengan secangkir air kehidupan. Semua orang bijak sepakat: seorang yang  'arif billah adalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya. Kebersamaan dengan seorang suci membuatmu bagaikan seperti dirinya. Walau kau sebelumnya bagaikan batu atau granit, kau akan menjadi bagai sebutir permata, saat kau menemukan seorang pemilik  qalb. Tanamkanlah kecintaaan kepada orang suci dalam-dalam di dalam jiwamu; jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun, tetapi cintailah mereka, yang  qalb -nya membawa berita gembira. Janganlah kau hampiri keputus-asaan, dekaplah harapan. Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan, matahari ruhaniah itu sungguh ada. Aspirasi hatimu akan memandumu ke arah seorang pemilik  qalb, sementara  syahwat mu menghelamu ke arah penjara; ya...

Wahai Airmata yang Berlinang

Gambar
Wahai airmata yang berlinang, utarakanlah tentang cintaku  yang semakin berkembang: kepada taman itu, mata air itu, dan semua hal yang telah kusaksikan. Dan jika pada suatu malam, Kau ingat malam-malam itu: Tolong lupakanlah tentang  rendahnya adabku. Catatan: [1]    "Sesungguhnya al-mutaqiin itu didalam taman-taman dan mata-mata air. " (QS al-Hijr [15]: 45) [2]    Ini adab seorang arif billah, yang takut jika cintanya kepada ciptaan yang disediakan-Nya bagi orang yang bertakwa (taman dan mata-air surgawi) menghijabnya dari cinta kepada Sang Pencipta. Wallahu'alam. Sumber: Rumi: Rubaiyat #17 dari  Kolliyaat-e Shams-e Tabrizi Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,  Teheran, Amir Kabir, 1988. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.